Film Na Willa Siap Tayang Lebaran 2026, Kisah Anak Penuh Kehangatan dari Kreator Jumbo
Tim Teaterdotco - Senin, 5 Januari 2026 08:16 WIB
Visinema Studios kembali menegaskan komitmennya menghadirkan film keluarga berkualitas lewat karya terbaru berjudul Na Willa, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. Film live-action ini menjadi proyek terbaru dari para kreator Jumbo, film Indonesia terlaris sepanjang masa, dan digadang-gadang membawa nuansa hangat serta pengalaman menonton yang intim bagi seluruh anggota keluarga.
Disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy, serta diproduseri oleh Anggia Kharisma, Na Willa hadir dengan pendekatan berbeda dari film keluarga kebanyakan. Alih-alih mengandalkan konflik besar atau fantasi visual berlebihan, film ini memilih jalur yang lebih personal dengan mengajak penonton melihat dunia melalui sudut pandang seorang anak kecil.
Diadaptasi dari Karya Legendaris Reda Gaudiamo
Na Willa diadaptasi dari buku cerita legendaris karya Reda Gaudiamo, yang dikenal dengan kisah-kisah anak penuh kepekaan dan kehangatan. Cerita film ini berpusat pada seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tumbuh di Indonesia era 1960-an, tepatnya di sebuah gang di Surabaya.
Dunia yang dihadirkan terasa dekat dan membumi: rumah sederhana, gang tempat bermain, radio yang memutar lagu-lagu lama, hingga kios langganan yang selalu menyimpan kejutan kecil. Semua elemen tersebut dipotret dari cara pandang anak, menjadikannya terasa hidup, magis, dan penuh rasa ingin tahu.
Sudut Pandang Anak dan Keajaiban yang Sederhana
Ryan Adriandhy menyebut Na Willa sebagai film tentang kejujuran dan rasa kagum seorang anak terhadap dunia di sekitarnya. Menurutnya, keajaiban dalam film ini tidak datang dari hal-hal fantastis, melainkan dari momen-momen kecil yang sering luput disadari ketika seseorang beranjak dewasa.
“Ini adalah cerita tentang bagaimana seorang anak memandang dunia dengan kepekaan yang sering kita lupakan. Keajaibannya hadir lewat realisme yang terasa magis ketika dilihat dari sudut pandang anak,” ungkap Ryan.
Seiring berjalannya waktu, dunia kecil Na Willa perlahan berubah. Ia mulai mengenal ruang-ruang baru dan memahami bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan, tanpa harus kehilangan rasa kagum terhadap kehidupan.
Momentum Lebaran dan Film Keluarga Indonesia
Produser Anggia Kharisma menilai Lebaran sebagai momen penting bagi kehadiran film keluarga. Kesuksesan Jumbo pada Lebaran sebelumnya menjadi bukti bahwa penonton Indonesia merindukan tontonan yang hangat, bisa dinikmati bersama, dan meninggalkan kesan setelah keluar dari bioskop.
“Lewat Na Willa, kami ingin menghadirkan film yang tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan dan dibicarakan bersama keluarga,” ujar Anggia. Ia menambahkan bahwa film ini ditujukan bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa yang ingin kembali merasakan kepekaan masa kecil.
Potret Keluarga yang Hangat dan Nostalgis
Film Na Willa dibintangi oleh Luisa Adreena sebagai Na Willa, didampingi Irma Rihi sebagai Mak dan Junior Liem sebagai Pak. Ketiganya menghadirkan dinamika keluarga Indonesia yang terasa dekat, akrab, dan emosional.
Dengan latar era 1960-an yang ditampilkan secara detail dan penuh nostalgia, Na Willa diposisikan sebagai film keluarga Indonesia yang menawarkan pengalaman menonton yang membekas. Bukan sekadar hiburan Lebaran, film ini menjadi undangan untuk mengingat kembali masa kecil, saat dunia terasa sederhana, dekat, dan penuh keajaiban kecil yang hangat.