Film Pangku Pamit dari Bioskop, Debut Sutradara Reza Rahadian Raih 500 Ribu Penonton Lebih
Tim Teaterdotco - Senin, 22 Desember 2025 09:49 WIB
Film drama Pangku resmi mengakhiri perjalanannya di bioskop Indonesia setelah bertahan selama 41 hari penayangan. Karya ini menandai langkah baru Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang, sekaligus mencatatkan capaian penonton yang terbilang solid di tengah persaingan film nasional dan internasional. Hingga hari terakhir tayang pada Jumat, 19 Desember 2025, Pangku berhasil mengumpulkan total 562.332 penonton.
Capaian tersebut diumumkan langsung oleh rumah produksi Gambar Gerak Film melalui pernyataan resmi di media sosial. Angka ini menegaskan bahwa debut Reza Rahadian di kursi sutradara mendapat sambutan positif dari publik, khususnya penonton film drama yang mengangkat isu sosial.
Bertahan 41 Hari di Layar Lebar
Sejak dirilis perdana, Pangku mampu mempertahankan eksistensinya di bioskop selama lebih dari satu bulan. Dalam lanskap perfilman Indonesia, durasi tayang 41 hari bukan pencapaian kecil, terutama untuk film drama dengan tema yang tidak sepenuhnya arus utama.
Selama masa penayangannya, film ini konsisten menarik perhatian penonton lewat cerita yang membumi dan pendekatan visual yang intim. Kisah yang disajikan tidak hanya menawarkan drama personal, tetapi juga potret realitas sosial yang jarang diangkat secara terbuka di layar lebar.
Pangku berfokus pada kehidupan Sartika, karakter utama yang diperankan oleh Claresta Taufan. Cerita film ini menyoroti dinamika sosial di kawasan Pantura, khususnya praktik “kopi pangku” yang kerap disalahpahami, namun memiliki lapisan sosial dan ekonomi yang kompleks.
Lewat sudut pandang Sartika, penonton diajak menyelami realitas keras yang dihadapi perempuan dalam lingkaran tradisi tersebut. Narasi film dibangun dengan pendekatan humanis, tanpa menghakimi, sekaligus membuka ruang diskusi tentang isu kelas, pilihan hidup, dan tekanan sosial.
Debut Sutradara Reza Rahadian
Bagi Reza Rahadian, Pangku menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Setelah dikenal luas sebagai aktor dengan segudang peran ikonik, Reza kini memperluas kiprahnya di balik layar sebagai sutradara film panjang.
Debut ini dinilai cukup berani, mengingat tema yang diangkat sensitif dan tidak populer secara komersial. Namun, hasil akhirnya menunjukkan bahwa keberanian tersebut berbuah manis, baik dari sisi respons penonton maupun pencapaian jumlah tiket terjual.
Didukung Jajaran Pemeran Kuat
Selain Claresta Taufan, film Pangku juga diperkuat oleh aktor dan aktris papan atas. Fedi Nuril tampil dengan karakter yang memberikan lapisan konflik emosional, sementara Devano Danendra menghadirkan energi generasi muda dalam cerita. Kehadiran Christine Hakim sebagai legenda hidup perfilman Indonesia turut memberi bobot tersendiri pada film ini.
Kolaborasi para pemain tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Pangku terasa solid secara akting dan emosional.
Menutup masa tayangnya, tim produksi menyampaikan rasa terima kasih kepada penonton film Indonesia yang telah memberikan ruang bagi Pangku. Mereka menyebut dukungan dan apresiasi publik sebagai bagian penting dari perjalanan film ini.
Meski telah turun layar, Pangku meninggalkan jejak sebagai film debut sutradara yang berani, jujur, dan relevan secara sosial. Dengan raihan lebih dari setengah juta penonton, film ini membuktikan bahwa cerita lokal dengan pendekatan humanis masih memiliki tempat kuat di hati penikmat film Tanah Air.