Acha Septriasa Debut Jadi Sutradara Lewat Film 9 Aku, Love Heals

Tim Teaterdotco - 16 jam yang lalu
Acha Septriasa Debut Jadi Sutradara Lewat Film 9 Aku, Love Heals
(foto/image: instagram / Acha Septriasa)

Setelah dikenal luas sebagai pemain film, penyanyi, dan presenter, kini Acha Septriasa resmi memulai langkah baru sebagai sutradara sekaligus produser melalui film berjudul 9 Aku, Love Heals.

Film tersebut menjadi proyek perdana dari rumah produksi baru bernama Avarta Media yang didirikan Acha bersama Ardi Setiadharma dan Arya Setiadharma. Kehadiran rumah produksi ini menjadi wadah baru bagi Acha untuk menyalurkan ide kreatif yang selama ini ingin ia wujudkan dalam dunia perfilman.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Acha Septriasa mengaku keputusan menjadi sutradara bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia telah mempersiapkan langkah tersebut sejak beberapa tahun terakhir ketika mulai memikirkan kontribusi lain yang bisa diberikan untuk industri film Indonesia.

“Tahun lalu waktu lagi galau-galaunya apa yang saya ingin buat di industri, saya punya banyak mimpi. Saya mau jadi director, produser, tapi belum punya wadah,” ujar Acha.

Angkat Isu Kesehatan Mental dan Trauma Masa Lalu

Film 9 Aku, Love Heals menghadirkan cerita yang cukup emosional dan relevan dengan kehidupan banyak orang. Kisahnya berfokus pada sosok Wella, perempuan asal Kediri yang hidup dengan kondisi Dissociative Identity Disorder (DID) atau gangguan identitas disosiatif akibat trauma masa kecil.

Melalui karakter Wella yang memiliki sembilan kepribadian berbeda, film ini ingin membuka ruang diskusi mengenai kesehatan mental, trauma, dan proses penyembuhan diri yang masih sering dianggap tabu di masyarakat.

Acha menjelaskan bahwa film tersebut membawa pesan besar tentang unconditional love atau cinta tanpa syarat. Menurutnya, menggambarkan bentuk cinta yang tulus dalam sebuah karya visual bukanlah hal mudah.

“Aku ingin spill kenapa ada kata-kata Love Heals. Karena kehidupan seseorang itu naik turun. Ini kesempatan saya untuk menunjukkan kepada filmmaker bahwa menggambarkan unconditional love itu rumit,” kata Acha Septriasa.

Tak hanya mengejar kesuksesan komersial, film ini juga diharapkan mampu membuat penonton merasa lebih dipahami dan tidak sendirian menghadapi persoalan hidup mereka.

“Kita percaya film ini bisa membuat orang merasa terlihat, tidak sendirian, dan punya keinginan mencari tahu tentang diri mereka sendiri,” tambahnya.

Persiapan Panjang Sejak 2025

Sebagai debut penyutradaraan, Acha melakukan persiapan cukup matang. Pengembangan cerita dan naskah disebut telah dimulai sejak tahun 2025. Proses revisi dilakukan berkali-kali demi menghasilkan cerita yang kuat secara emosional sekaligus berkualitas dari sisi teknis.

Proses syuting perdana film ini direncanakan dimulai pada akhir tahun 2026. Meski begitu, pihak produksi masih merahasiakan daftar pemain dan kru yang akan terlibat dalam proyek tersebut.

Ardi Setiadharma menyebut Acha akan memiliki kendali penuh dalam menentukan arah kreatif film, termasuk pemilihan aktor dan tim produksi.

“Ini debutnya Acha sebagai sutradara. Jadi dia yang akan menentukan tim dan cast-nya,” jelas Ardi.

Langkah Baru dalam Karier Acha Septriasa

Nama Acha Septriasa sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia. Kariernya mulai melejit lewat film Heart bersama Nirina Zubir dan Irwansyah pada 2006.

Ia juga sukses membintangi sejumlah film populer lain seperti Love is Cinta hingga Test Pack: You're My Baby yang membawanya meraih Piala Citra Festival Film Indonesia sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Kini, melalui Avarta Media, Acha ingin menghadirkan karya-karya yang lebih personal dan autentik. Selain 9 Aku, Love Heals, rumah produksi tersebut juga tengah menyiapkan proyek lain berjudul Satine yang diadaptasi dari novel karya Ika Natassa.

Film Satine nantinya akan mengangkat tema cinta, ambisi, penyembuhan, dan pencarian jati diri. Kehadiran dua proyek tersebut menjadi penanda keseriusan Acha Septriasa dalam membangun karier baru sebagai sineas di balik layar.

Dengan pengalaman panjang di industri hiburan serta visi kreatif yang kuat, debut Acha sebagai sutradara pun menjadi salah satu proyek film Indonesia yang paling dinantikan dalam beberapa waktu ke depan.