Film Lastri: Arwah Kembang Desa Tayang 16 Juli 2026, Jadi Salah Satu Proyek Terakhir Gary Iskak
Kai Renata -
Industri film horor Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film terbaru berjudul Lastri - Arwah Kembang Desa. Film produksi Abelle Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026 dan menghadirkan kisah horor psikologis yang dipadukan dengan drama emosional penuh luka masa lalu.
Disutradarai Hendri Tivo, Lastri - Arwah Kembang Desa tidak hanya menawarkan teror supranatural, tetapi juga konflik manusia yang dipenuhi rasa iri, fitnah, pengkhianatan, hingga balas dendam. Kehadiran film ini pun menjadi sorotan karena menjadi salah satu proyek terakhir almarhum Gary Iskak sebelum kepergiannya.
Horor Psikologis dengan Atmosfer Mencekam
Produser Joe Richard mengatakan bahwa film ini dibuat bukan sekadar untuk menghadirkan jumpscare atau adegan mengejutkan semata. Menurutnya, Lastri - Arwah Kembang Desa dibangun dengan pendekatan emosional agar penonton bisa ikut merasakan ketakutan dan kesedihan para karakter.
“Kami tidak hanya ingin menakut-nakuti. Kami ingin penonton merasakan sesuatu, rasa kehilangan, rasa takut, rasa yang tertinggal. Ini film yang kami bangun dengan hati,” ujar Joe Richard.
Hal senada juga diungkapkan sang sutradara, Hendri Tivo. Ia menjelaskan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada atmosfer ketakutan yang perlahan masuk ke dalam emosi penonton.
“Ketakutan yang paling kuat bukan yang datang tiba-tiba, tapi yang pelan-pelan masuk. Itu yang kami coba bangun di Lastri,” kata Hendri.
Melalui trailer yang telah dirilis, film ini memperlihatkan nuansa desa yang kelam dan penuh misteri. Sosok Lastri digambarkan bukan hanya sebagai arwah penasaran, tetapi juga simbol luka yang belum pernah sembuh selama puluhan tahun.
Kisah Tragis Lastri yang Dipenuhi Fitnah
Film Lastri: Arwah Kembang Desa berpusat pada kisah seorang perempuan bernama Lastri, sosok kembang desa yang dikenal cantik dan memiliki kehidupan yang tampak sempurna. Namun di balik itu, hidupnya berubah tragis akibat kecemburuan dan fitnah warga sekitar.
Pada masa hidupnya, Lastri menikah dengan Turenggo, seorang juragan tambang pasir yang terpandang di kampungnya. Pernikahan tersebut memicu iri hati banyak orang, termasuk Darman yang menjadi pesaing bisnis Turenggo serta Atmi yang diam-diam menyimpan perasaan kepada pria tersebut.
Darman dan Atmi kemudian menyebarkan berbagai rumor buruk tentang Lastri. Fitnah demi fitnah terus berkembang hingga membuat Turenggo mulai meragukan istrinya sendiri. Tekanan yang terus menghantui membuat hidup Lastri hancur perlahan.
Keputusasaan akhirnya membawa Lastri pada akhir hidup yang tragis. Namun setelah puluhan tahun berlalu, arwahnya kembali muncul untuk menuntut balas kepada mereka yang pernah menghancurkan hidupnya.
Teror mulai dirasakan Atmi yang kini hidup di usia lanjut. Ia terus dihantui sosok misterius yang ternyata adalah arwah Lastri. Kehadiran arwah tersebut membuka kembali rahasia kelam desa yang selama ini disembunyikan.
Hana Saraswati Dalami Karakter Perempuan Desa Era 1980-an
Aktris Hana Saraswati dipercaya memerankan karakter utama Lastri. Ia mengaku proses mendalami tokoh tersebut cukup menantang karena harus memahami kehidupan perempuan desa pada era 1980-an, masa yang belum pernah ia alami secara langsung.
Menurut Hana, ia banyak berdiskusi dengan pemain senior untuk memahami bagaimana karakter kembang desa pada masa itu. Selain itu, ia juga fokus membangun chemistry dengan para pemain lain agar emosinya terasa lebih kuat di layar.
“Menurutku, proses pendalaman karakter paling penting ada pada membaca naskah dan membangun chemistry dengan pemain lain,” ujar Hana Saraswati.
Jadi Salah Satu Film Terakhir Gary Iskak
Film ini juga memiliki nilai emosional mendalam bagi para pemain dan kru karena menjadi salah satu karya terakhir Gary Iskak. Dalam film tersebut, Gary memerankan Turenggo, sosok suami Lastri yang memiliki peran penting dalam konflik cerita.
Bagi Hana Saraswati, kesempatan beradu akting dengan Gary menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia berharap film ini bisa dikenang dengan baik oleh penonton sebagai bagian dari perjalanan karier sang aktor.
“Aku pengen film ini dikenang dengan baik oleh banyak orang karena ini mungkin salah satu proyek terakhirnya Mas Gary,” kata Hana.
Selain Hana Saraswati dan Gary Iskak, film ini juga dibintangi Yama Carlos, Ratu Meta, Rizal Djibran, Audy Bella, Nando Hilmy, Debby Sahertian, hingga Ingrid Wijanarto.
Dengan perpaduan drama emosional dan horor psikologis yang kuat, Lastri - Arwah Kembang Desa menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinantikan pada pertengahan 2026.