Jadwal Film Dukun Magang, Sajikan Benturan Logika dan Dunia Mistis dalam Balutan Komedi Horor

Tim Teaterdotco - 13 jam yang lalu
Jadwal Film Dukun Magang, Sajikan Benturan Logika dan Dunia Mistis dalam Balutan Komedi Horor

Disutradarai oleh Chiska Doppert, film Dukun Magang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. Mengusung perpaduan horor, komedi, dan drama persahabatan, Dukun Magang menawarkan cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda sekaligus dibalut nuansa mistis khas budaya lokal.

Diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures, film berdurasi 100 menit ini mengangkat kisah seorang mahasiswa yang awalnya tidak percaya pada hal-hal gaib, namun justru harus berhadapan langsung dengan dunia perdukunan demi menyelesaikan skripsinya.

Kisah Mahasiswa Skeptis yang Terjebak Dunia Perdukunan

Cerita berpusat pada Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang diperankan Jefan Nathanio. Raka dikenal sebagai sosok rasional yang menganggap cerita mistis hanya mitos belaka. Namun, situasi berubah ketika proposal skripsinya terus ditolak oleh dosen pembimbingnya, Pak Arief.

Dalam kondisi terdesak dan terancam gagal menyelesaikan kuliah tepat waktu, Raka akhirnya memilih topik penelitian mengenai dunia perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang terkenal karena tradisi mistis yang masih kuat.

Perjalanan tersebut tidak dilaluinya sendirian. Ia ditemani Boiman, sahabat setianya yang penakut namun selalu siap membantu, serta Sekar, teman kampus yang berasal dari Desa Kalimati. Kehadiran Sekar menjadi jembatan antara cara berpikir modern yang dibawa Raka dan tradisi yang masih dipegang erat oleh masyarakat desa.

Teror Kuntilanak Hitam Mengubah Segalanya

Awalnya, penelitian yang dilakukan Raka berjalan seperti biasa. Ia hanya berniat mengumpulkan data untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Namun keadaan berubah ketika ia mulai menemukan berbagai ritual misterius, rumah-rumah tua yang menyimpan rahasia, serta warga desa yang enggan membicarakan masa lalu Kalimati.

Di tengah pencarian tersebut, Raka bertemu dengan Mbah Djambrong, seorang dukun legendaris yang dikenal eksentrik namun bijaksana. Sosok ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan desa dari ancaman dunia gaib.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika Raka tanpa sengaja membangkitkan kemarahan Kuntilanak Hitam, entitas gaib yang telah lama terkurung di desa tersebut. Teror demi teror mulai menghantui Raka dan teman-temannya, memaksanya mempertanyakan keyakinan yang selama ini ia pegang teguh.

Logika yang selama ini menjadi pegangan hidupnya seolah tidak lagi mampu menjelaskan berbagai kejadian mengerikan yang terjadi di depan mata.

Tantangan Syuting di Lokasi Luar Kota

Jefan Nathanio mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama proses produksi bukan hanya mendalami karakter Raka, tetapi juga menghadapi jadwal syuting yang padat di lokasi luar kota.

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu hambatan utama selama proses pengambilan gambar. Meski demikian, ia mengaku menikmati seluruh pengalaman bekerja bersama para pemain dan kru.

Sementara itu, Hana Saraswati yang memerankan Sekar menilai karakternya memiliki daya tarik tersendiri karena mampu mempertemukan dua sudut pandang berbeda, yakni modernitas dan tradisi lokal.

Hana melihat Sekar sebagai sosok yang memahami bahwa dunia mistis tidak selalu identik dengan ketakutan, tetapi juga merupakan bagian dari budaya yang hidup dan dihormati masyarakat setempat.

Di sisi lain, Fajar Nugra yang memerankan Boiman menjelaskan bahwa unsur komedi dalam film ini telah dipersiapkan secara matang sejak tahap penulisan naskah. Hal tersebut membuat para pemain dapat lebih fokus membangun karakter saat proses syuting berlangsung.

Didukung Deretan Komedian dan Aktor Berpengalaman

Selain Jefan Nathanio, Hana Saraswati, dan Fajar Nugra, film ini juga diperkuat sejumlah nama populer seperti Adi Sudirja sebagai Mbah Djambrong, Yan Patroman sebagai Pak Bambang, Wira Nagara sebagai Tejo, Mang Osa sebagai Tarno, Salsabila Zahra sebagai Surti, Dodit Mulyanto sebagai Mas Mulyanto, serta Mo Sidik sebagai Pak Arief.

Skenario film ditulis oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho, sementara kursi produser ditempati Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin.

Melalui perpaduan komedi dan horor yang kental dengan nuansa budaya Indonesia, Dukun Magang tidak hanya menawarkan hiburan penuh tawa dan ketegangan. Film ini juga mengangkat tema persahabatan, keberanian menghadapi hal yang tidak diketahui, serta benturan antara logika modern dan warisan tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.