Minions and Monsters Cetak Sejarah, Jadi Film Illumination dengan Rating Tertinggi di Rotten Tomatoes
Arga Pratama -
Film animasi Minions & Monsters sukses mencatat pencapaian baru bagi studio Illumination. Film terbaru yang menampilkan aksi para Minion itu kini resmi menjadi film dengan rating tertinggi sepanjang sejarah Illumination di situs Rotten Tomatoes.
Sejak tayang di bioskop global awal Juli 2026, termasuk Indonesia pada 30 Juni lalu, Minions & Monsters langsung mendapat respons positif dari kritikus maupun penonton. Berdasarkan data Rotten Tomatoes per Minggu (5/7/2026), film tersebut meraih skor 91 persen dari lebih 118 ulasan kritikus.
Sementara dari sisi penonton, film ini memperoleh rating 76 persen berdasarkan ratusan ulasan audiens. Angka tersebut sekaligus memecahkan rekor lama yang sebelumnya dipegang Despicable Me (2010) dengan skor 80 persen.
Pencapaian ini cukup mengejutkan karena selama bertahun-tahun Illumination lebih dikenal sebagai studio animasi yang sukses besar secara komersial, namun jarang mendapat pujian tinggi dari kritikus film.
Lampaui Film-Film Populer Illumination
Skor yang diraih Minions & Monsters bahkan jauh melampaui sejumlah film populer Illumination lainnya. Despicable Me 2 misalnya hanya memperoleh 75 persen, Migration 73 persen, Sing 2 72 persen, hingga Minions yang berada di angka 55 persen.
Tak hanya itu, film fenomenal The Super Mario Bros. Movie juga hanya mengantongi skor 59 persen di Rotten Tomatoes.
Karena itu, keberhasilan Minions & Monsters dianggap sebagai tonggak baru bagi Illumination. Film ini juga menjadi produksi pertama studio tersebut yang berhasil menembus rating di atas 90 persen.
Menurut laporan Forbes, skor film ini bahkan sempat mencapai 93 persen pada awal penayangan sebelum sedikit turun seiring bertambahnya jumlah ulasan kritikus.
Cerita Berbeda dari Film Minions Sebelumnya
Berbeda dari kebanyakan film Minions maupun Despicable Me, film kali ini hadir dengan konsep cerita yang terasa lebih segar. Meski tetap mempertahankan humor khas Minion yang kacau dan absurd, alur ceritanya dibuat lebih kuat dan penuh referensi dunia perfilman klasik Hollywood.
Film garapan Pierre Coffin dan Brian Lynch ini mengikuti kisah James dan Henry, dua Minion yang bercita-cita menjadi bagian dari industri film Hollywood.
Keduanya ingin membuat dunia lebih menyenangkan lewat seni bercerita dan perfilman. Namun berbagai eksperimen yang mereka lakukan justru berujung kekacauan besar.
Cerita berkembang ketika aksi para Minion tanpa sengaja direkam oleh seorang sutradara film bisu. Rekaman tersebut malah membuat mereka mendadak terkenal dan menjadi bintang besar di Hollywood.
Sayangnya, popularitas itu tidak bertahan lama setelah industri perfilman mulai memasuki era film bersuara. Suara khas Minion dianggap tidak cocok untuk layar lebar modern sehingga karier mereka perlahan meredup.
Dari situlah James dan Henry mencoba bangkit dengan membuat film monster mereka sendiri. Namun proyek tersebut malah menghadirkan makhluk lucu sekaligus berbahaya bernama Goomi yang membuat situasi semakin tidak terkendali.
Dipuji karena Penuh Referensi Sinema Klasik
Selain komedi khas Minions, banyak kritikus memuji bagaimana film ini menghadirkan penghormatan terhadap sejarah perfilman Hollywood klasik.
Beberapa adegan disebut terinspirasi dari era kejayaan film bisu hingga masa transisi menuju film bersuara. Elemen tersebut membuat Minions & Monsters terasa lebih emosional sekaligus berbeda dibanding film-film Illumination sebelumnya.
Situs RogerEbert.com bahkan menyebut film ini sebagai “kemenangan besar” karena berhasil memadukan komedi anak-anak dengan penghormatan terhadap para pelopor sinema dunia.
Tak sedikit kritikus yang menilai film ini menjadi salah satu karya terbaik Illumination sejauh ini.
Tampil Kuat di Box Office
Tak hanya sukses dari sisi ulasan, performa box office Minions & Monsters juga terbilang menjanjikan. Hingga awal Juli 2026, film tersebut telah mengumpulkan pendapatan global sebesar US$57,97 juta.
Sebanyak US$41,46 juta berasal dari pasar Amerika Utara, sementara US$16,51 juta lainnya datang dari pasar internasional.
Melihat tren positif tersebut, banyak pengamat memprediksi Minions & Monsters berpotensi menjadi salah satu film animasi terbesar tahun ini.
Illumination sendiri dikabarkan menaruh harapan besar agar film ini mampu mengikuti kesuksesan Minions: The Rise of Gru dan Despicable Me 4 yang sebelumnya hampir menembus pendapatan US$1 miliar di box office global.
Dengan kombinasi humor khas Minions, cerita yang lebih matang, serta nuansa nostalgia Hollywood klasik, Minions & Monsters kini berhasil membuktikan bahwa film animasi tidak hanya bisa sukses secara komersial, tetapi juga mendapat pengakuan dari para kritikus film dunia.