Review Shaka Oh Shaka: Romansa Idol dan Fans yang Terasa Realistis

Tim Teaterdotco - Jumat, 8 Mei 2026 09:38 WIB
Review Shaka Oh Shaka: Romansa Idol dan Fans yang Terasa Realistis

Film drama romantis Indonesia kembali kedatangan adaptasi novel populer lewat Shaka Oh Shaka. Film produksi Starvision ini resmi tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026 dan langsung menarik perhatian penonton muda, terutama penggemar cerita romance bertema idol dan fans.

Disutradarai Dinna Jasanti, Shaka Oh Shaka tidak hanya menjual kisah cinta manis ala remaja. Film ini justru tampil lebih emosional dan realistis dengan memperlihatkan bagaimana sebuah hubungan bisa tumbuh perlahan, berubah, lalu runtuh karena keadaan dan pilihan hidup.

Kisah Cinta Idol dan Penggemar yang Tidak Sekadar Fantasi

Cerita berpusat pada Oxtella Ardialova atau Ocel, seorang mahasiswi yang sejak lama mengidolakan musisi terkenal bernama Shaka Antares. Karakter Ocel diperankan dengan cukup kuat oleh Arla Ailani, sementara sosok Shaka dimainkan Kiesha Alvaro.

Pertemuan keduanya terjadi secara tidak sengaja dan berkembang menjadi hubungan yang semakin dekat. Namun, seperti kehidupan nyata, hubungan mereka tidak berjalan mulus. Popularitas Shaka sebagai musisi mulai memengaruhi komunikasi, kedekatan, hingga cara mereka mempertahankan hubungan.

Yang membuat film ini terasa berbeda adalah cara ceritanya dibangun. Shaka Oh Shaka tidak terburu-buru menghadirkan romansa instan. Hubungan Ocel dan Shaka berkembang perlahan selama rentang waktu 15 tahun, mulai dari fase jatuh cinta, menikmati hubungan, menghadapi konflik, hingga kehilangan satu sama lain.

Pendekatan ini membuat film terasa lebih dewasa dibanding banyak adaptasi Wattpad lainnya yang sering terlalu fokus pada fantasi romantis.

Adaptasi Wattpad yang Lebih Membumi

Di tangan Dinna Jasanti, cerita dari novel karya Jocelyn Suherman berhasil diubah menjadi drama yang lebih natural dan emosional. Film ini memang tetap romantis, tetapi tidak berlebihan.

Interaksi antara Ocel dan Shaka terasa realistis. Penonton bisa melihat bagaimana tekanan pekerjaan, perbedaan tujuan hidup, hingga kehadiran orang ketiga perlahan mengikis hubungan mereka.

Inilah poin terkuat Shaka Oh Shaka. Film ini tidak berhenti di fase “bahagia selamanya”, melainkan memperlihatkan bahwa cinta juga bisa melelahkan ketika dihadapkan pada rutinitas dan perubahan hidup.

Meski beberapa bagian terasa cukup padat karena harus merangkum perjalanan hubungan selama 15 tahun, alur cerita tetap mudah diikuti. Penonton tidak dibuat bingung dengan perpindahan waktu yang cukup panjang.

Chemistry Arla Ailani dan Kiesha Alvaro Jadi Kunci Utama

Salah satu alasan film ini berhasil menjaga emosinya adalah chemistry antara Arla Ailani dan Kiesha Alvaro. Keduanya tampil cukup meyakinkan sebagai pasangan yang saling mencintai tetapi perlahan menjauh.

Arla Ailani tampil menonjol lewat ekspresi emosional yang terasa hidup. Ia mampu menunjukkan perubahan karakter Ocel dari sosok penggemar penuh harapan menjadi perempuan yang harus menerima kenyataan pahit dalam hubungan.

Sementara itu, Kiesha Alvaro tampil solid sebagai Shaka Antares. Aura seorang musisi terkenal berhasil ia tampilkan dengan cukup natural, terutama dalam adegan panggung dan dunia hiburan.

Selain dua pemeran utama, film ini juga didukung sejumlah nama lain seperti Dennis Adhiswara, Artika Sari Devi, Joshua Suherman, Maisha Kanna, serta Adzana Ashel.

Visual dan Pacing yang Nyaman Ditonton

Dari sisi visual, Shaka Oh Shaka tampil cukup rapi tanpa terlihat berlebihan. Nuansa romantis berhasil dibangun lewat tone visual yang hangat dan suasana perkotaan Jakarta yang terasa dekat dengan kehidupan anak muda masa kini.

Pacing film juga menjadi salah satu nilai plus. Dengan durasi sekitar dua jam, cerita tetap terasa mengalir dan tidak membosankan. Perpindahan fase hubungan dari tahun ke tahun dibuat cukup halus sehingga penonton masih bisa mengikuti perkembangan emosi karakternya.

Kesimpulan

Shaka Oh Shaka menjadi salah satu film adaptasi Wattpad yang berhasil tampil lebih realistis dan emosional. Film ini tidak hanya menjual kisah cinta manis antara idol dan penggemar, tetapi juga memperlihatkan bagaimana hubungan bisa berubah karena waktu, tekanan hidup, dan keputusan masing-masing.

Didukung chemistry kuat antara Arla Ailani dan Kiesha Alvaro, cerita yang lebih membumi, serta pendekatan drama yang emosional, Shaka Oh Shaka layak masuk daftar tontonan pecinta film romantis Indonesia tahun ini.

Bagi penonton yang mulai bosan dengan romansa klise penuh fantasi, film ini menawarkan sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan nyata.