The Mandalorian and Grogu Pecahkan Rekor Film Star Wars Era Disney dengan Skor Penonton Tertinggi
Tim Teaterdotco - 14 jam yang lalu
Film The Mandalorian and Grogu berhasil mencuri perhatian publik hanya beberapa hari setelah tayang di bioskop. Meski sempat menerima respons beragam dari kritikus film, karya terbaru dari sutradara Jon Favreau ini justru mendapatkan sambutan sangat positif dari penonton dan langsung mencetak rekor baru di franchise Star Wars era Disney.
Berdasarkan data terbaru Rotten Tomatoes, The Mandalorian and Grogu kini menjadi film Star Wars modern dengan skor audiens tertinggi di era Disney. Film tersebut berhasil meraih nilai Popcornmeter sebesar 88 persen dari lebih dari 5.000 ulasan penonton terverifikasi.
Pencapaian ini membuat The Mandalorian and Grogu mengungguli sejumlah film besar Star Wars lainnya seperti Star Wars: The Force Awakens, Rogue One: A Star Wars Story, Solo: A Star Wars Story, hingga Star Wars: The Rise of Skywalker.
Respons Penonton Jauh Lebih Positif dari Kritikus
Menariknya, kesuksesan skor penonton ini bertolak belakang dengan penilaian kritikus. Film tersebut disebut menjadi salah satu film Star Wars dengan skor kritik terendah di era Disney. Namun kondisi itu tampaknya tidak terlalu berpengaruh terhadap antusiasme penggemar.
Banyak penonton menilai film ini berhasil menghadirkan kembali nuansa sederhana yang dulu membuat serial The Mandalorian begitu populer pada musim pertamanya. Fokus cerita yang lebih ringan, aksi bounty hunter khas Din Djarin, serta hubungan emosional dengan Grogu atau Baby Yoda dianggap menjadi kekuatan utama film.
Sejumlah penggemar juga menilai film ini tidak terlalu tenggelam dalam lore rumit Star Wars seperti yang sempat terjadi di musim ketiga serial The Mandalorian. Pendekatan tersebut membuat film terasa lebih mudah dinikmati oleh penonton umum maupun penggemar lama.
Grogu dan Pedro Pascal Jadi Daya Tarik Utama
Karakter Grogu kembali menjadi pusat perhatian sekaligus daya tarik terbesar film. Sosok mungil yang dikenal luas sebagai Baby Yoda itu masih berhasil mencuri perhatian lewat kombinasi humor dan momen emosional yang kuat.
Sementara itu, Pedro Pascal kembali tampil sebagai Din Djarin alias The Mandalorian. Karakter bounty hunter tersebut dinilai tetap menjadi salah satu figur paling menarik dalam semesta Star Wars modern.
Selain Pedro Pascal, film ini juga diperkuat oleh deretan pemain lain seperti Sigourney Weaver yang memerankan Kolonel New Republic Ward, Jeremy Allen White sebagai Rotta the Hutt, dan Jonny Coyne sebagai warlord Janu Coin.
Pendapatan Box Office Dinilai Cukup Menjanjikan
Secara box office, The Mandalorian and Grogu mencatat pendapatan pembukaan sekitar 102 juta dolar AS di Amerika Utara selama libur Memorial Day. Sementara secara global, film ini berhasil mengumpulkan sekitar 165 juta dolar AS.
Meski angka tersebut menjadi pembukaan terendah untuk film Star Wars era Disney, banyak analis menilai performanya masih cukup aman. Salah satu alasan utamanya adalah budget produksi film yang disebut jauh lebih kecil dibanding sebagian besar film Star Wars modern.
Dengan biaya produksi sekitar 165 juta dolar AS, film ini dianggap tidak membutuhkan pendapatan fantastis untuk mencapai titik keuntungan. Bahkan beberapa pengamat memprediksi The Mandalorian and Grogu bisa bertahan cukup lama di bioskop berkat efek word-of-mouth positif dari penonton.
Jon Favreau Dinilai Berhasil Menghidupkan Lagi Formula Star Wars
Kesuksesan respons audiens terhadap film ini juga dianggap sebagai bukti kuat bahwa Disney mulai menemukan formula baru yang lebih disukai penggemar. Petualangan sederhana, karakter ikonik, humor ringan, dan nuansa klasik Star Wars tampaknya menjadi kombinasi yang kembali dirindukan penonton.
Nama Jon Favreau sendiri memang sudah lama dikenal sukses menghadirkan film populer. Sebelumnya ia sukses menggarap Iron Man, Elf, hingga The Lion King versi live-action yang meraih pendapatan besar di box office global.
Kehadiran The Mandalorian and Grogu sekaligus menjadi penanda penting kembalinya franchise Star Wars ke layar lebar setelah beberapa tahun terakhir lebih fokus mengembangkan serial di platform Disney+.
Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Disney akan semakin percaya diri membawa kisah-kisah Star Wars lainnya kembali ke bioskop dengan pendekatan yang lebih sederhana namun tetap menghibur.