The Kings Warden Kokoh di Puncak Box Office Korea Selatan, Tembus 5,8 Juta Penonton dalam Tiga Pekan
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Film sejarah Korea Selatan, The King’s Warden, masih belum tergoyahkan di puncak box office. Sepanjang periode 16–22 Februari 2026 yang bertepatan dengan libur puncak Tahun Baru Imlek, film ini kembali mencatatkan performa impresif dan semakin mendekati angka 6 juta penonton.
Berdasarkan data resmi dari Korean Film Council (KOFIC), film garapan sutradara Jang Hang-jun tersebut meraup sekitar USD 9,5 juta dari 1,4 juta lebih penonton hanya dalam tiga hari akhir pekan. Secara keseluruhan, sejak dirilis pada 4 Februari 2026, total penonton telah menembus 5,8 juta dengan pendapatan kumulatif mencapai USD 39,1 juta.
Angka ini bahkan sudah melampaui dua kali lipat titik impas produksi yang diperkirakan berada di angka 2,6 juta penonton. Tak heran jika banyak pengamat industri memprediksi film ini berpotensi menembus 10 juta penonton dalam waktu dekat.
Kisah Tragis Raja Muda di Era Joseon
The King’s Warden mengambil latar tahun 1457 pada masa Dinasti Joseon. Cerita berfokus pada Raja Danjong, raja keenam Joseon yang naik takhta di usia sangat muda. Karakter Danjong diperankan oleh Park Ji-hoon, yang tampil emosional sebagai raja remaja yang dikhianati dan digulingkan oleh pamannya sendiri.
Setelah kudeta tersebut, Danjong diasingkan ke Cheongnyeongpo, wilayah terpencil di Yeongwol. Dalam masa pengasingannya, ia hidup dalam tekanan dan ancaman dari pihak istana yang khawatir akan potensi pemberontakan.
Di sinilah cerita mengambil sudut pandang yang lebih personal. Seorang kepala desa bernama Eom Heung-do, yang diperankan oleh Yoo Hae-jin, ditugaskan untuk mengawasi sang raja muda. Awalnya hubungan mereka sekadar formalitas antara penjaga dan tahanan politik. Namun perlahan, tumbuh ikatan emosional yang menghadirkan sisi kemanusiaan di tengah intrik kekuasaan.
Pendekatan naratif yang menggabungkan fakta sejarah dan sentuhan fiksi inilah yang membuat film ini terasa intim sekaligus megah.
Dominasi Box Office Masih Sulit Dipatahkan
Di posisi kedua box office, film thriller mata-mata Humint garapan Ryoo Seung-wan membukukan sekitar USD 1,7 juta pada akhir pekan yang sama, dengan total penonton mencapai 1,57 juta sejak rilis 11 Februari.
Sementara itu, film musikal “Choir of God” menempati peringkat ketiga dengan total pendapatan kumulatif USD 8,9 juta. Film drama keluarga “Number One” menyusul di posisi keempat, diadaptasi dari novel Jepang populer.
Menariknya, film animasi Indonesia “Jumbo” juga berhasil masuk jajaran 10 besar dengan debut di posisi keenam. Film tersebut meraih lebih dari USD 137 ribu pada akhir pekan pembukaannya di Korea Selatan. Capaian ini cukup membanggakan mengingat film tersebut sebelumnya sukses besar di pasar domestik Indonesia.
Secara keseluruhan, total pendapatan pasar film Korea Selatan selama akhir pekan tersebut mencapai USD 13 juta, meningkat dibanding pekan sebelumnya.
Dengan tren penonton yang stabil dan respons positif dari publik, The King’s Warden kini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat film terlaris tahun ini. Keberhasilannya menghidupkan kembali kisah tragis Raja Danjong dengan pendekatan emosional membuat film ini tidak hanya kuat secara komersial, tetapi juga menyentuh secara dramatis.
Meski belum ada kepastian jadwal tayang di Indonesia, antusiasme tinggi di Korea Selatan membuka peluang distribusi internasional dalam waktu dekat. Jika momentum ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin film ini akan resmi bergabung dalam daftar film Korea dengan lebih dari 10 juta penonton.