Ghost in the Cell Resmi Turun Layar, Ditutup dengan Raihan 3,3 Juta Penonton
Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Film horor-thriller Ghost in the Cell resmi pamit dari bioskop Indonesia setelah tayang selama 55 hari sejak debut perdananya pada 16 April 2026. Film garapan sutradara ternama Joko Anwar tersebut sukses mencatatkan 3.376.865 penonton dan menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang 2026.
Kabar perpisahan itu diumumkan langsung oleh Joko Anwar melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (10/6/2026). Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh penonton yang telah mendukung film produksi Come and See Pictures selama masa penayangan di bioskop.
“Setelah 55 hari tayang di bioskop Indonesia, kami dari seluruh kru dan cast Ghost in the Cell pamit dari bioskop ya, teman-teman. Terima kasih sudah menjadi bagian dari keluarga besar Ghost in the Cell,” tulis Joko Anwar.
Tidak hanya sekadar film horor biasa, Ghost in the Cell disebut menjadi salah satu proyek paling berkesan dalam perjalanan karier sang sutradara. Joko Anwar mengaku pengalaman selama proses produksi hingga sambutan hangat dari penonton menjadi momen yang sulit dilupakan.
“Perjalanan ini adalah salah satu highlight dari karier kami berkarya dan ini semua karena kalian,” lanjutnya.
Masuk Daftar Film Indonesia Terlaris 2026
Raihan lebih dari 3,3 juta penonton menempatkan Ghost in the Cell di posisi kedua film Indonesia terlaris tahun 2026. Film tersebut hanya kalah dari Danur: The Last Chapter yang berhasil mengumpulkan lebih dari 3,6 juta penonton.
Pencapaian itu dianggap sebagai bukti kuat bahwa genre horor Indonesia masih memiliki daya tarik besar di pasar domestik. Apalagi, Ghost in the Cell hadir dengan konsep yang berbeda, memadukan unsur thriller psikologis, misteri, dan ketegangan supranatural di dalam penjara.
Kesuksesan film ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia. Joko Anwar mengungkapkan bahwa distribusi internasional Ghost in the Cell terus berkembang. Jika sebelumnya film tersebut dibeli oleh 86 negara, kini angka itu meningkat menjadi 148 negara.
“Ghost in the Cell world sales-nya bertambah, dari 86 sekarang jadi 148 negara. Ini sudah hampir seluruh dunia,” ungkap Joko Anwar.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat membuka jalan lebih luas bagi perfilman Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, semakin banyak film lokal yang dikenal dunia, semakin besar pula peluang industri film Indonesia berkembang secara global.
Sinopsis Ghost in the Cell
Ghost in the Cell mengangkat kisah Anggoro, seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Angsana yang dikenal sangat menjunjung keadilan. Sikapnya yang kerap membela tahanan lemah justru membuat hukumannya diperpanjang dan memicu konflik dengan geng napi pimpinan Bimo.
Situasi di dalam penjara berubah mencekam ketika seorang tahanan baru bernama Dimas datang. Setelah itu, para napi mulai tewas satu per satu secara misterius. Anggoro, Bimo, dan penghuni lapas lainnya akhirnya terpaksa bekerja sama untuk menghadapi sosok tak kasatmata yang meneror penjara.
Cerita yang penuh ketegangan tersebut diperkuat deretan aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Aming, Lukman Sardi, Rio Dewanto, Morgan Oey, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, hingga Endy Arfian.
Joko Anwar Langsung Siapkan Pengabdi Setan 3
Tak lama setelah mengumumkan perpisahan Ghost in the Cell, Joko Anwar juga memberi sinyal proyek film berikutnya. Melalui media sosialnya, ia mengunggah potongan draft naskah Pengabdi Setan 3: Origin.
“And so it begins,” tulisnya singkat.
Film tersebut diproduksi oleh Rapi Films bersama Come and See Pictures dan dijadwalkan tayang pada 2027. Kabar itu langsung disambut antusias para penggemar film horor Indonesia yang telah lama menantikan kelanjutan semesta Pengabdi Setan.
Dengan berakhirnya penayangan Ghost in the Cell, Joko Anwar kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di industri film Indonesia saat ini. Kesuksesan film tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah penonton, tetapi juga dari luasnya jangkauan pasar internasional yang berhasil ditembus.