Kalahkan Bohemian Rhapsody, Michael Jadi Film Biopik Terlaris Sepanjang Masa

-
Kalahkan Bohemian Rhapsody, Michael Jadi Film Biopik Terlaris Sepanjang Masa

Film biografi Michael Jackson berjudul Michael resmi mencatat sejarah baru di industri perfilman dunia. Film garapan sutradara Antoine Fuqua tersebut kini menjadi film biopik musik terlaris sepanjang masa setelah melampaui pencapaian Bohemian Rhapsody yang sebelumnya memegang rekor selama delapan tahun terakhir.

Berdasarkan laporan terbaru dari Deadline, Michael telah mengumpulkan pendapatan global sebesar USD911,9 juta atau setara sekitar Rp16,2 triliun. Angka tersebut membuat film ini sukses melewati raihan Bohemian Rhapsody yang mengakhiri masa tayangnya dengan pendapatan sekitar USD903,6 juta di box office dunia.

Keberhasilan besar ini menjadi bukti bahwa nama Michael Jackson masih memiliki daya tarik luar biasa di mata publik internasional. Meski sang “King of Pop” telah lama meninggal dunia, pengaruh dan popularitasnya ternyata tetap mampu menarik jutaan penonton ke bioskop.

Dominasi Global Sejak Hari Pertama Tayang

Sejak dirilis pada April 2026, Michael langsung menunjukkan performa impresif di berbagai negara. Film ini dibintangi oleh Jaafar Jackson, keponakan kandung Michael Jackson, yang mendapat banyak pujian karena kemiripannya dengan sang legenda, baik dari segi penampilan, gerakan tari, hingga karakter vokal.

Pendapatan terbesar film ini datang dari pasar internasional yang menyumbang lebih dari USD553 juta. Sementara pasar domestik Amerika Utara menghasilkan sekitar USD358 juta.

Bahkan hingga pertengahan Juni 2026, antusiasme penonton terhadap film ini belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Meski sudah tersedia dalam format premium video on demand (PVOD) di sejumlah platform digital, bioskop masih dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan kisah hidup Michael Jackson di layar lebar.

Momentum tersebut diperkirakan akan terus meningkat setelah film ini mulai tayang di Jepang, salah satu pasar perfilman terbesar di Asia. Banyak analis box office memprediksi Michael berpeluang besar menembus angka USD1 miliar dalam waktu dekat.

Jika berhasil mencapai angka tersebut, film ini bukan hanya mempertahankan status sebagai biopik musik terbesar sepanjang masa, tetapi juga berpotensi mendekati rekor Oppenheimer karya Christopher Nolan yang saat ini menjadi film biopik terlaris secara umum.

Pecahkan Banyak Rekor Baru

Selain mencetak pendapatan fantastis, Michael juga berhasil mengukir sejumlah rekor lain di industri perfilman dunia. Film ini tercatat sebagai pembukaan domestik terbesar untuk kategori biopik musik dengan pendapatan USD97,2 juta pada pekan pertama penayangannya.

Rekor tersebut mengalahkan capaian film Straight Outta Compton yang sebelumnya memegang posisi tertinggi sejak 2015.

Tak hanya itu, Michael juga menjadi film teater dengan pendapatan global terbesar sepanjang sejarah bagi studio Lionsgate. Di beberapa negara seperti Prancis, Brasil, dan Meksiko, film ini bahkan berhasil melampaui total pendapatan seumur hidup Bohemian Rhapsody.

Kesuksesan ini juga menjadi pencapaian spesial bagi produser Graham King. Menariknya, King merupakan sosok yang memproduseri dua film pemecah rekor tersebut, yakni Bohemian Rhapsody dan Michael. Artinya, ia berhasil mematahkan rekor yang sebelumnya ia buat sendiri.

Perjalanan Produksi yang Tidak Mudah

Di balik kesuksesan besar tersebut, proses produksi Michael ternyata tidak berjalan mulus. Lionsgate disebut harus mengeluarkan tambahan biaya sekitar USD50 juta untuk pengambilan gambar ulang.

Langkah tersebut dilakukan setelah keluarga Jackson menemukan masalah besar dalam alur cerita yang melibatkan salah satu penuduh Michael Jackson. Adegan tersebut akhirnya diubah agar tidak menimbulkan kontroversi lebih lanjut.

Meski sempat mengalami hambatan produksi, hasil akhirnya justru membawa film ini menjadi fenomena global.

Kisah Emosional Sang Raja Pop

Film Michael mengangkat perjalanan hidup Michael Jackson sejak masa kecilnya hingga menjadi ikon musik dunia. Penonton diajak melihat transformasi Michael dari seorang bintang cilik menjadi performer legendaris dengan standar tinggi dalam musik dan pertunjukan panggung.

Tak hanya menampilkan sisi gemerlap dunia hiburan, film ini juga memperlihatkan sisi personal Michael Jackson yang penuh tekanan emosional. Kisah tentang luka masa kecil, kesepian, serta perjuangannya mempertahankan sisi kekanak-kanakan menjadi bagian penting dalam alur cerita.

Dengan pencapaian yang terus meningkat, Michael kini bukan sekadar film biografi biasa. Film ini telah berubah menjadi simbol kuat bahwa warisan Michael Jackson masih hidup dan terus memikat penonton lintas generasi di seluruh dunia.