Kontroversi Billboard Film Aku Harus Mati, Produser Pastikan Diturunkan Lebih Cepat
Tim Teaterdotco - 8 jam yang lalu
Film Aku Harus Mati tengah menjadi sorotan publik, bukan hanya karena cerita horor psikologisnya, tetapi juga strategi promosinya yang menuai kontroversi. Billboard besar bertuliskan “AKU HARUS MATI” dengan visual menyeramkan dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama anak-anak.
Sejak dipasang di berbagai titik strategis di Indonesia pada akhir Maret 2026, materi promosi ini langsung memicu reaksi luas di media sosial. Banyak warga mengaku resah karena tampilan billboard yang dianggap terlalu ekstrem untuk ruang publik.
Warga Keluhkan Dampak ke Anak-anak
Sejumlah orang tua mengungkapkan kekhawatiran mereka. Ada yang menyebut anaknya ketakutan bahkan menangis setelah melihat tulisan besar tersebut di jalan. Visual mata merah menyala yang menyertai tulisan juga dinilai memperkuat kesan menyeramkan.
Keluhan serupa ramai di media sosial, khususnya dari pengguna yang merasa billboard tersebut tidak ramah anak. Beberapa netizen bahkan mendesak agar iklan tersebut segera diturunkan karena berpotensi memicu kecemasan, terutama bagi anak usia dini maupun individu dengan kondisi mental rentan.
Fenomena ini memicu diskusi lebih luas soal batas etika promosi film, khususnya genre horor, di ruang publik yang dapat diakses semua kalangan.
Respons Produser dan Keputusan Penurunan Billboard
Menanggapi kontroversi tersebut, produser film, Iwet Ramadhan, memastikan bahwa billboard Film Aku Harus Mati akan diturunkan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Ia menjelaskan bahwa materi promosi tersebut memang dijadwalkan tayang mulai 27 Maret hingga 5 April 2026 di sekitar 36 titik di berbagai daerah. Namun, penurunan dilakukan lebih cepat sebagai bagian dari transisi ke fase promosi berikutnya.
Menurutnya, respons masyarakat yang muncul, baik positif maupun negatif, merupakan hal yang tidak bisa dikendalikan oleh pihak produksi. Ia juga menegaskan bahwa seluruh materi promosi telah melalui proses perizinan resmi dari lembaga terkait seperti Lembaga Sensor Film (LSF) dan Direktorat HAKI.
Strategi Promosi dan Tujuan Pasar
Produser menyebut bahwa penggunaan billboard besar merupakan bagian dari strategi untuk menjangkau penonton pecinta horor di berbagai daerah. Meski demikian, reaksi publik menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak sepenuhnya diterima dengan baik.
Di sisi lain, sutradara Hestu Saputra mengungkapkan bahwa judul Film Aku Harus Mati dipilih melalui proses panjang. Ia menilai judul tersebut merepresentasikan isi cerita secara langsung dan kuat, sesuai dengan tema horor psikologis yang diangkat.
Sinopsis Singkat Film Aku Harus Mati
Dibintangi Hana Saraswati, film ini mengisahkan Mala, seorang yatim piatu yang terlilit utang akibat gaya hidupnya. Saat kembali ke panti asuhan, ia justru menghadapi teror mistis yang perlahan mengancam nyawanya.
Cerita yang gelap dan penuh tekanan psikologis menjadi daya tarik utama film ini, sejalan dengan konsep judul yang provokatif.
Sorotan Etika Promosi Film Horor
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi industri perfilman tentang perlunya mempertimbangkan dampak sosial dalam strategi pemasaran. Ruang publik yang inklusif menuntut konten promosi yang lebih sensitif terhadap berbagai kelompok usia.
Meski Film Aku Harus Mati telah resmi tayang sejak 2 April 2026, perbincangan soal billboard-nya masih terus bergulir. Ke depan, banyak pihak berharap adanya regulasi yang lebih tegas agar promosi film tetap kreatif tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat luas.