Review Film Tiba-Tiba Setan: Horor Komedi Ringan dengan Chemistry Pemain yang Menonjol
Tim Teaterdotco - 3 jam yang lalu
Film Tiba-Tiba Setan menjadi salah satu rilisan terbaru genre horor komedi Indonesia yang mencoba menghadirkan hiburan ringan di tengah maraknya film horor serius. Disutradarai oleh Etienne Caesar, film ini mengandalkan kombinasi cerita keluarga, konflik warisan, dan teror supranatural yang dibalut dengan humor segar.
Dibintangi oleh Oki Rengga dan Lolox, film ini mulai tayang di bioskop pada 16 April 2026 dan langsung menarik perhatian penonton yang mencari tontonan santai.
Sinopsis: Perebutan Warisan Berujung Teror
Cerita Tiba-Tiba Setan berpusat pada sebuah keluarga yang kembali ke hotel tua peninggalan ayah mereka. Tujuan utamanya adalah mencari harta karun berupa emas batangan yang konon disembunyikan di area hotel.
Aldi (Tanta Ginting) menjadi sosok yang paling ambisius dalam perburuan ini. Ia bahkan menyusun rencana licik dengan melibatkan dua penjaga hotel, Rambo dan Bonar, untuk berpura-pura menjadi hantu demi menakut-nakuti anggota keluarga lain.
Namun situasi berubah drastis ketika aksi pura-pura tersebut justru membangkitkan arwah asli bernama Narsih, sosok misterius yang memiliki masa lalu kelam di hotel tersebut. Dari sinilah, cerita berkembang menjadi campuran antara komedi absurd dan teror yang cukup mengejutkan.
Alur Cerita Ringan, Cocok untuk Semua Penonton
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada alurnya yang sederhana dan mudah diikuti. Penonton tidak perlu berpikir keras untuk memahami konflik yang terjadi. Transisi cerita, termasuk kilas balik masa lalu, disajikan dengan cukup rapi sehingga tidak membingungkan.
Namun, dari sisi horor, film ini terasa tidak terlalu dalam. Elemen jumpscare memang hadir dan beberapa di antaranya cukup efektif, tetapi atmosfer mencekam tidak dibangun secara maksimal. Horornya lebih berfungsi sebagai pelengkap dibanding menjadi kekuatan utama.
Sebaliknya, unsur komedi justru menjadi daya tarik utama yang membuat film ini tetap hidup.
Chemistry Oki Rengga dan Lolox Jadi Nyawa Film
Tidak berlebihan jika menyebut bahwa duet Oki Rengga dan Lolox adalah tulang punggung film ini. Interaksi mereka terasa natural, penuh improvisasi, dan berhasil menghadirkan momen-momen lucu yang menghibur.
Humor yang ditampilkan memang tidak selalu “meledak”, tetapi cukup konsisten menjaga ritme film agar tetap ringan. Gaya komedi mereka yang cenderung santai dan dialog-driven menjadi kekuatan tersendiri dibanding sekadar slapstick berlebihan.
Ratu Felisha Tampil Mencuri Perhatian
Menariknya, Ratu Felisha justru menjadi salah satu kejutan dalam film ini. Dikenal lewat peran-peran horor, kali ini ia menunjukkan sisi komedi yang cukup segar.
Lewat karakter Kamila, Ratu Felisha tidak mengandalkan dialog lucu, melainkan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang efektif mengundang tawa. Penampilannya terasa natural dan tidak dipaksakan, menjadikannya salah satu elemen yang memperkaya dinamika film.
Selain itu, kehadiran Poppy Sovia, Reza Nangin, hingga Shahabi Sakri turut memberikan warna tersendiri, meski belum semuanya mendapat porsi eksplorasi karakter yang maksimal.
Dari segi teknis, Tiba-Tiba Setan tidak menawarkan sesuatu yang terlalu ambisius. Visual, pencahayaan, dan sinematografi cenderung bermain aman. Meski begitu, semuanya tetap cukup solid dalam mendukung suasana cerita.
Setting hotel tua berhasil menghadirkan nuansa yang sesuai untuk genre horor, meski tidak terlalu ikonik atau meninggalkan kesan mendalam.
Secara keseluruhan, Tiba-Tiba Setan bukanlah film horor komedi yang revolusioner. Namun, film ini berhasil menjalankan fungsinya sebagai hiburan ringan dengan cukup baik.
Kekuatan utamanya ada pada chemistry pemain, terutama Oki Rengga dan Lolox, serta penampilan mengejutkan Ratu Felisha di ranah komedi. Sementara itu, aspek horor dan visual masih terasa standar.
Bagi yang mencari tontonan santai tanpa perlu berpikir rumit, film ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang, baik saat akhir pekan maupun setelah aktivitas padat.