Tanpa Green Screen, Project Hail Mary Bangun Set Kapal Luar Angkasa Raksasa

Tim Teaterdotco - Minggu, 8 Maret 2026 10:24 WIB
Tanpa Green Screen, Project Hail Mary Bangun Set Kapal Luar Angkasa Raksasa

Film fiksi ilmiah Project Hail Mary mulai mencuri perhatian menjelang penayangannya di bioskop Indonesia mulai 8 April 2026. Adaptasi novel populer karya Andy Weir ini menghadirkan pendekatan produksi yang cukup tidak biasa untuk ukuran film luar angkasa.

Alih-alih mengandalkan green screen seperti kebanyakan film sci-fi modern, para sutradara Phil Lord dan Christopher Miller justru memilih membangun banyak set fisik secara langsung. Hasilnya, sebagian besar adegan di dalam kapal luar angkasa benar-benar direkam di lokasi set nyata.

Meski begitu, film ini tetap menggunakan ribuan efek visual untuk menyempurnakan tampilan kosmiknya.

Kapal Luar Angkasa Dibangun Sungguhan

Dalam wawancara saat tur promosi film, Christopher Miller sempat membuat heboh ketika mengatakan bahwa tidak ada green screen sama sekali yang digunakan selama proses syuting.

Menurutnya, hampir seluruh interior kapal Hail Mary dibangun sebagai set nyata. Bahkan sebagian struktur luar kapal juga dibuat secara fisik agar para aktor bisa berinteraksi langsung dengan lingkungannya.

Pendekatan ini dipilih supaya adegan terasa lebih natural di kamera. Aktor tidak perlu membayangkan latar yang nantinya ditambahkan secara digital, karena sebagian besar elemen sudah benar-benar ada di lokasi syuting.

Dengan set yang lengkap, tim kamera juga bisa bergerak lebih bebas untuk mengambil berbagai sudut gambar tanpa terbatas ruang kecil seperti pada produksi berbasis green screen.

Tetap Ada Ribuan Efek Visual

Meski tidak menggunakan green screen, bukan berarti Project Hail Mary sepenuhnya bebas dari efek visual. Miller kemudian menjelaskan bahwa film ini memiliki sekitar 2.018 shot VFX yang digunakan untuk menyempurnakan berbagai adegan.

Beberapa efek digital dipakai untuk hal-hal teknis seperti menghapus kabel, memperbaiki pencahayaan, hingga mengganti bagian tertentu dari set. Selain itu, seluruh tampilan luar angkasa dan shot lebar kapal luar angkasa dibuat secara digital oleh studio efek visual Industrial Light & Magic.

Pendekatan ini membuat film tetap terlihat spektakuler tanpa kehilangan kesan realistis.

Karakter Alien Rocky Jadi Sorotan

Salah satu elemen paling menarik dari film ini adalah karakter alien bernama Rocky. Karakter tersebut menjadi bagian penting dalam cerita sekaligus pusat emosi dalam film.

Untuk menghadirkan Rocky, tim produksi menggabungkan teknik boneka praktis dengan animasi digital yang dikerjakan oleh studio Framestore. Versi fisik Rocky bahkan hadir langsung di lokasi syuting agar para aktor punya sesuatu yang nyata untuk diajak berinteraksi.

Hal ini juga membantu performa Ryan Gosling, yang memerankan tokoh utama Ryland Grace. Dengan adanya representasi karakter secara langsung, reaksi Gosling terhadap Rocky bisa terasa lebih alami di layar.

Dipuji Sutradara Pemanang Oscar

Pendekatan yang mengutamakan efek praktis ini bahkan mendapat pujian dari sutradara pemenang Oscar Guillermo del Toro. Ia menyebut penggunaan set nyata, boneka, dan efek fisik sebagai sesuatu yang semakin jarang ditemukan di film modern.

Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan dedikasi besar tim kreatif dalam menciptakan pengalaman sinematik yang benar-benar terasa hidup.

Dengan kombinasi cerita sci-fi berskala besar, visual spektakuler, serta pendekatan produksi yang unik, Project Hail Mary diprediksi menjadi salah satu film yang paling menarik perhatian di awal 2026.

Film yang dirilis oleh Amazon MGM Studios ini juga dirancang khusus untuk pengalaman layar lebar. Tidak heran jika banyak pihak menyarankan menontonnya di format premium seperti IMAX agar detail visualnya terasa maksimal.

Jika respons penonton sesuai dengan ekspektasi, Project Hail Mary berpotensi menjadi contoh bahwa efek praktis masih bisa bersinar di era dominasi CGI.