The Devil Wears Prada 2 Incar Pendapatan Global Hingga Rp3 Triliun di Pekan Perdana
Tim Teaterdotco - 5 jam yang lalu
Sekuel yang telah lama dinantikan, The Devil Wears Prada 2, diproyeksikan mencetak pembukaan spektakuler di box office global. Film ini diperkirakan meraup pendapatan fantastis, menegaskan bahwa kisah dunia mode yang penuh intrik masih memiliki daya tarik besar, bahkan dua dekade setelah film pertamanya dirilis.
Target Pendapatan Fantastis di Pekan Perdana
Film The Devil Wears Prada 2 diprediksi meraih pendapatan antara USD 75 juta hingga USD 80 juta (sekitar Rp1,2 triliun) hanya dari pasar domestik Amerika Utara. Bahkan, sejumlah analis optimistis angka tersebut bisa melonjak mendekati USD 90 juta hingga USD 100 juta, melihat antusiasme tinggi penonton serta kekuatan nostalgia dari film pertamanya.
Di pasar internasional, film ini juga diperkirakan menyumbang sekitar USD 100 juta. Jika prediksi tersebut terealisasi, total pendapatan global pada akhir pekan pembuka bisa mencapai kisaran USD 175 juta hingga USD 190 juta, atau sekitar Rp2,8 triliun hingga Rp3 triliun.
Investasi Besar, Potensi Balik Modal Cepat
Diproduksi oleh 20th Century Studios di bawah naungan Disney, sekuel ini menghabiskan biaya produksi sekitar USD 100 juta, belum termasuk anggaran promosi global. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan film pertama yang hanya menelan biaya sekitar USD 40 juta.
Namun, melihat proyeksi pendapatan yang sangat tinggi, investasi besar tersebut dinilai sepadan. Bahkan, The Devil Wears Prada 2 diprediksi mampu melampaui total pendapatan film pertama hanya dalam hitungan minggu sejak penayangannya.
Sebagai perbandingan, film original yang dirilis pada 2006 hanya meraih USD 27,5 juta di pekan pembuka domestik, sebelum akhirnya mengumpulkan USD 125 juta di Amerika Utara dan USD 326 juta secara global.
Kembalinya Para Bintang Ikonik
Sekuel ini menghadirkan kembali jajaran pemain utama yang sudah melekat kuat di benak penonton. Meryl Streep kembali memerankan Miranda Priestly, sosok editor majalah fashion yang karismatik sekaligus menakutkan. Anne Hathaway juga kembali sebagai Andy Sachs, yang kini telah berkembang menjadi editor fitur.
Tak ketinggalan, Emily Blunt dan Stanley Tucci turut meramaikan film ini, bersama sutradara David Frankel dan penulis naskah Aline Brosh McKenna yang kembali di balik layar.
Cerita dalam film ini mengikuti perjalanan Andy Sachs yang kembali ke majalah Runway setelah 20 tahun, membuka babak baru dalam dinamika dunia mode yang penuh tekanan dan ambisi.
Fenomena Budaya yang Tak Lekang Waktu
Sejak film pertamanya, The Devil Wears Prada dikenal sebagai salah satu film fashion paling berpengaruh. Dialog-dialog ikonik seperti “Florals? For spring? Groundbreaking…” masih sering dikutip hingga kini, menjadikan film ini bagian dari budaya pop yang bertahan lama.
Inspirasi karakter Miranda Priestly yang terinspirasi dari editor Vogue, Anna Wintour, juga kembali menjadi sorotan. Kali ini, Wintour bahkan secara terbuka merangkul asosiasinya dengan film tersebut, menambah daya tarik promosi.
Persaingan Box Office Tetap Ketat
Meski diprediksi mendominasi posisi puncak box office, The Devil Wears Prada 2 tetap menghadapi persaingan dari film lain. Film biopik musikal Michael diperkirakan masih kuat di pekan kedua dengan pendapatan sekitar USD 45 juta hingga USD 50 juta.
Selain itu, film animasi The Super Mario Galaxy Movie dan film fiksi ilmiah Project Hail Mary juga masih menarik minat penonton di bioskop.
Dengan deretan film besar yang tayang bersamaan, akhir pekan ini dipastikan menjadi salah satu periode tersibuk bagi industri perfilman. Namun satu hal yang jelas, The Devil Wears Prada 2 tampil sebagai primadona utama yang siap menguasai layar lebar di seluruh dunia.