Diakuisisi Distributor Jerman, Film Ghost in the Cell Siap Tayang di Berlinale 2026
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Film terbaru karya penulis sekaligus sutradara Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell dipastikan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Menariknya, sebelum dirilis secara komersial di Tanah Air, film ini akan lebih dulu melakukan world premiere di ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026 yang berlangsung pada 12–22 Februari 2026.
Kabar tersebut diumumkan setelah Ghost in the Cell resmi terpilih dalam program Forum di Berlinale, sebuah seleksi yang dikenal menampilkan film-film dengan visi artistik kuat dan pendekatan naratif yang berani.
Diakuisisi Distributor Jerman, Siap Tayang di Eropa
Tak hanya mendapat panggung prestisius di festival film internasional, Ghost in the Cell juga mencetak prestasi lain dengan diakuisisi oleh Plaion Pictures, distributor film ternama berbasis di Jerman. Melalui kerja sama ini, film produksi Come and See Pictures tersebut akan dirilis di bioskop negara-negara berbahasa Jerman seperti Jerman, Austria, Swiss, hingga Liechtenstein.
Produser Ghost in the Cell, Tia Hasibuan, menyebut akuisisi ini sebagai pencapaian penting bagi tim produksi. Plaion Pictures dikenal luas sebagai distributor film-film pemenang penghargaan dunia, termasuk Anatomy of a Fall, Parasite, Titane, hingga The Whale. Pada tahun yang sama, Plaion Pictures juga mengakuisisi film Sentimental Value karya Joachim Trier yang masuk nominasi Best Picture Oscar.
Horor-Komedi Berlatar Penjara dengan Kritik Sosial
Ghost in the Cell merupakan film horor-komedi yang mengambil latar sebuah penjara di Indonesia. Ceritanya mengangkat isu kekerasan, ketidakadilan, serta sistem yang justru melindungi kekuasaan di tempat yang seharusnya menjadi ruang hukuman. Dengan gaya khas Joko Anwar, film ini memadukan unsur horor, satire, dan kritik sosial dalam satu narasi yang diharapkan memberi pengalaman menonton yang kuat dan imersif.
Joko Anwar mengungkapkan antusiasmenya terhadap perilisan film ini. Ia menyebut Ghost in the Cell sebagai proyek yang dipersiapkan dengan sangat matang, baik dari sisi cerita, produksi, hingga pemilihan pemain.
Deretan Aktor Papan Atas dan Wajah Baru
Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama Indonesia lintas generasi. Beberapa nama yang terlibat antara lain Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Morgan Oey, Lukman Sardi, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, hingga Danang Suryonegoro dan Endy Arfian. Selain itu, Ghost in the Cell juga memperkenalkan Magistus Miftah sebagai pendatang baru di dunia perfilman.
Kombinasi aktor senior dan talenta muda ini diyakini akan menghadirkan dinamika karakter yang kuat serta kejutan di sepanjang film.
Produksi Lokal, Distribusi Global
Ghost in the Cell diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Untuk kebutuhan distribusi internasional, Barunson E&A bertindak sebagai sales agent global.
Dengan sederet pencapaian yang diraih bahkan sebelum resmi tayang di bioskop Indonesia, Ghost in the Cell disebut-sebut sebagai salah satu film lokal paling dinantikan pada tahun 2026. Kehadirannya sekaligus menegaskan posisi film Indonesia yang semakin diperhitungkan di panggung perfilman dunia.