Digger, Film Baru Tom Cruise Terpuruk di Box Office
Arin Mahesa -
Film terbaru Tom Cruise, Digger, harus menghadapi kenyataan pahit di pekan perdana penayangannya. Alih-alih mencetak pembukaan besar, film garapan Alejandro G. Iñárritu tersebut justru diprediksi hanya meraih pendapatan di bawah US$10 juta di box office Amerika Utara.
Digger mulai tayang di lebih dari 3.300 bioskop Amerika Utara pada Jumat (2/10). Pada hari pertama, film tersebut hanya mengumpulkan sekitar US$3,3 juta hingga US$3,4 juta, termasuk pendapatan dari pemutaran pratinjau.
Hasil itu membuat Digger diperkirakan mengakhiri akhir pekan pembukaannya dengan pendapatan sekitar US$7,5 juta hingga US$8 juta. Angka tersebut jauh di bawah proyeksi awal Warner Bros. yang berada di kisaran US$12 juta sampai US$15 juta.
Tom Cruise Tampil di Luar Zona Nyaman
Digger menjadi proyek yang cukup berbeda dari film-film Tom Cruise dalam beberapa tahun terakhir. Aktor 64 tahun itu tidak tampil sebagai pahlawan aksi yang berlari, mengejar musuh, atau melakukan berbagai aksi berbahaya.
Cruise justru memerankan seorang taipan minyak yang egois. Karakter tersebut menjadi pusat cerita ketika perusahaan yang dipimpinnya memicu bencana ekologis.
Perubahan juga terlihat dari penampilan Cruise. Ia tampil dengan tubuh lebih berisi dan kepala botak untuk membangun karakter tersebut.
Film ini disutradarai Alejandro G. Iñárritu, sineas pemenang Oscar yang sebelumnya menggarap Birdman dan The Revenant. Riz Ahmed, John Goodman, dan Sandra Hüller turut bergabung dalam jajaran pemain.
Meski hasil awalnya mengecewakan, Cruise tetap menunjukkan kebanggaannya terhadap Digger. Ia mengapresiasi kesempatan bekerja bersama Iñárritu dan seluruh pemain serta kru yang terlibat dalam produksi film tersebut.
Beban Besar dari Biaya Produksi
Performa Digger di box office menjadi persoalan serius karena film ini membutuhkan biaya produksi yang tidak sedikit. Anggaran awalnya berada di angka US$125 juta, tetapi sejumlah laporan menyebut biaya akhirnya membengkak hingga sekitar US$160 juta sampai US$180 juta.
Dengan hasil pembukaan yang diperkirakan hanya sekitar US$8 juta, Digger berpotensi menjadi salah satu film dengan debut terlemah dalam karier Cruise.
Respons penonton pun belum memberikan angin segar. Digger hanya memperoleh nilai C+ dari CinemaScore. Sementara itu, skor kritikus di Rotten Tomatoes berada di kisaran 51 persen.
Tom Cruise Kembali ke Film Berbasis Sutradara
Terlepas dari hasil box office, Digger memperlihatkan keinginan Cruise untuk kembali mengambil risiko lewat film yang lebih mengandalkan visi seorang sutradara.
Pilihan tersebut mengingatkan pada periode awal kariernya ketika Cruise terlibat dalam film seperti Rain Man, Born on the Fourth of July, hingga Magnolia. Belakangan, namanya memang lebih identik dengan film aksi berskala besar, terutama melalui Mission: Impossible dan Top Gun: Maverick.
Namun, Cruise tidak akan lama meninggalkan genre aksi. Ia segera bersiap mengerjakan Days of Thunder 2.
Sementara itu, posisi puncak box office Amerika Utara ditempati Verity. Film thriller yang dibintangi Anne Hathaway, Dakota Johnson, dan Josh Hartnett tersebut diperkirakan meraih sekitar US$33,6 juta pada akhir pekan pembukaannya.
Bagi Digger, hasil ini jelas bukan awal yang diharapkan. Namun, film tersebut masih memiliki peluang untuk menarik perhatian lebih luas jika pembicaraan mengenai performa dan ambisi artistiknya terus berkembang.