Film Casparina Karya Reza Rahadian Raih Penghargaan di Busan
Kai Renata -
Film Casparina karya Reza Rahadian meraih CJ ENM Award di Asian Project Market 2026, Busan, Korea Selatan. Film ini mengangkat kisah neneknya, Francisca Casparina Fanggidaej, yang terpisah dari anak-anaknya selama 32 tahun akibat gejolak politik 1965.
Casparina Raih Penghargaan di Busan
Proyek film Indonesia kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Casparina, film panjang kedua Reza Rahadian sebagai sutradara, berhasil membawa pulang CJ ENM Award dalam ajang Asian Project Market (APM) yang merupakan bagian dari Busan International Film Festival (BIFF) di Korea Selatan.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam upacara ACFM Awards yang digelar di BEXCO, Busan, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Produser Arya Ibrahim dan Gita Fara hadir untuk menerima penghargaan tersebut.
Melalui akun Instagram resminya pada Rabu, 14 Oktober 2026, tim produksi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Mereka juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah mempercayai dan membantu perjalanan pengembangan film Casparina.
Pihak penyelenggara menilai proyek ini mampu mengolah pengalaman personal menjadi drama keluarga dengan daya tarik emosional yang universal. Ceritanya berangkat dari sejarah satu keluarga, tetapi mengangkat persoalan kehilangan, perpisahan, dan kerinduan yang dapat dipahami oleh penonton dari berbagai latar belakang.
Terinspirasi Kisah Nenek Reza Rahadian
Casparina terinspirasi dari kehidupan nenek Reza Rahadian, Francisca Casparina Fanggidaej, seorang jurnalis yang kehilangan kewarganegaraan Indonesia pada 1965. Peristiwa tersebut terjadi ketika Francisca berada di Beijing untuk mewakili Indonesia dalam sebuah forum internasional.
Situasi politik saat itu membuat Francisca tidak dapat kembali ke Tanah Air. Sikap oposisinya terhadap rezim yang berkuasa turut memengaruhi kehidupannya, termasuk hubungannya dengan keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.
Akibat keadaan tersebut, Francisca harus menjalani kehidupan jauh dari anak-anaknya selama puluhan tahun. Menurut Reza, perpisahan itu berlangsung selama 32 tahun sebelum sang nenek akhirnya memiliki kesempatan untuk kembali ke Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi dasar cerita Casparina yang berupaya menggambarkan dampak gejolak politik terhadap kehidupan pribadi dan hubungan keluarga. Kisah ini juga memperlihatkan bagaimana keputusan dan peristiwa sejarah dapat meninggalkan konsekuensi panjang bagi generasi berikutnya.
Naskah Masih dalam Tahap Pengembangan
Saat ini, naskah Casparina masih berada dalam tahap awal penulisan. Reza mengembangkan cerita tersebut bersama sutradara dan penulis Kamila Andini untuk menerjemahkan pengalaman keluarga itu ke dalam bentuk drama layar lebar.
Penghargaan CJ ENM Award menjadi pencapaian penting bagi proyek ini sebelum memasuki tahap produksi berikutnya. Pengakuan tersebut juga membuka peluang bagi Casparina untuk memperluas jejaring dan menjangkau mitra industri perfilman internasional.
Persaingan di Asian Project Market 2026 terbilang ketat. Ajang ini menerima 604 pendaftaran dari 48 negara dan memilih 30 proyek untuk mengikuti program resminya. Selain Casparina, proyek Indonesia berjudul Goldfish karya Aditya Ahmad juga berhasil meraih tiga penghargaan.
Dengan mengangkat kisah Francisca Casparina Fanggidaej, film ini berpotensi menghadirkan perspektif personal mengenai sejarah Indonesia. Casparina tidak hanya bercerita tentang perpisahan selama 32 tahun, tetapi juga tentang keluarga, kehilangan, dan harapan untuk kembali pulang.