Film Desember Jani Akan Tayang Perdana di Tokyo International Film Festival
Kai Renata -
Film Desember Jani karya sutradara Ariani Darmawan akan menjalani world premiere di Tokyo International Film Festival ke-39. Film ini masuk kompetisi Asian Future.
Film Desember Jani akan menjadi salah satu film Indonesia yang mendapat kesempatan tampil di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39. Karya terbaru sutradara Ariani Darmawan tersebut akan menjalani pemutaran perdana dunia dalam kompetisi Asian Future.
Pemutaran ini sekaligus menandai kembalinya Ariani ke dunia penyutradaraan setelah sekitar 15 tahun. Menjelang penayangan perdananya di Jepang, trailer pertama Desember Jani juga telah diperkenalkan kepada publik.
Film yang diproduksi Palari Films ini akan lebih dulu bertemu penonton internasional di Tokyo sebelum dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember.
Masuk Kompetisi Asian Future
Desember Jani terpilih untuk berkompetisi dalam program Asian Future di Tokyo International Film Festival. Film ini sebelumnya dipresentasikan dalam Hong Kong Asia Film Financing Forum pada Maret tahun ini sebelum akhirnya mendapat tempat di festival film Jepang tersebut.
Cerita Desember Jani berlangsung selama empat hari pada bulan Desember. Tokoh utamanya adalah Jani, seorang gadis berusia 13 tahun yang hidup di tengah keluarga dengan empat perempuan dari tiga generasi.
Chempa Puteri memerankan Jani, sementara Sigi Wimala tampil sebagai Winnie, Hyori Mika sebagai Julia, dan Tutie Kirana memerankan Oma, sang nenek.
Kisah Jani dan Tiga Generasi Perempuan
Dari sudut pandang Jani, penonton diajak melihat dinamika keluarga yang tidak selalu berjalan sederhana. Ia perlahan memahami peran masing-masing perempuan di sekitarnya, termasuk berbagai percakapan, ketegangan, dan perasaan yang selama ini tidak banyak diungkapkan.
Di tengah proses tersebut, Jani juga mulai belajar menemukan suaranya sendiri dan berani menyampaikan apa yang ia pikirkan.
Ariani mengembangkan cerita Desember Jani bersama penulis Cyntha Hariadi selama tiga tahun. Film ini sekaligus menjadi debut Hariadi sebagai penulis skenario film panjang.
Bagi Ariani, pengalaman menjadi seorang ibu turut memengaruhi cara pandangnya terhadap hubungan antara anak dan orang tua. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan dalam membangun kisah Jani dan tiga generasi perempuan di sekitarnya.
Kembalinya Ariani Darmawan
World premiere Desember Jani di Tokyo International Film Festival menjadi momen penting bagi Ariani Darmawan setelah 15 tahun tidak membuat film.
Ariani sebelumnya dikenal melalui karya-karya film pendek pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an. Film pendeknya, Sugiharti Halim, bahkan masuk kompetisi Clermont-Ferrand International Short Film Festival pada 2008.
Kini, Desember Jani menjadi karya yang membawanya kembali ke festival internasional. Setelah menjalani pemutaran perdana dunia di Tokyo, film tersebut dijadwalkan menyapa penonton Indonesia melalui penayangan di bioskop mulai 10 Desember.
Dengan debutnya di Tokyo International Film Festival, Desember Jani lebih dulu memperkenalkan kisah keluarga dan hubungan antargenerasi tersebut kepada penonton internasional sebelum hadir di bioskop Tanah Air.