Film Keluar Main 1994 Siap Memulai Desentralisasi Perfilman Indonesia

Irvan Daniansyah - Rabu, 7 Juni 2023 09:15 WIB
Film Keluar Main 1994 Siap Memulai Desentralisasi Perfilman Indonesia

Film Keluar Main 1994 sudah memasuki babak big reading pada 5 Mei 2023 lalu di Claro Hotel Makassar, tepatnya di Jade Hall. Babak akhir sebelum dilakukannya proses syuting, di mana seluruh pemain yang terlibat melakukan pembacaan naskah.

DL Entertainment bersama dengan rumah produksi lokal, Finisia Production, siap untuk  memulai penggarapan film Keluar Main 1994. Selain itu, mereka juga membuka diri untuk bermitra dengan perusahaan lokal yang ingin turut serta dalam membangun project satu ini.

Tidak main-main, DL Entertainment mengontrak komika nasional yang berasal dari Indonesia Timur untuk turut serta dalam project mereka.

Film Keluar Main 1994 akan menjadi gebrakan dari film lokal Sulawesi Selatan, di mana mereka akan membuat film satu ini tidak akan kalah dengan film nasional yang diproduksi di Jawa.

Liani Kawati selaku produser eksekutif sekaligus pemilik DL Entertainment menegaskan jika dirinya dan tim akan memberikan yang terbaik dalam memproduksi film Keluar Main 1994.

Langkah Awal Desentralisasi Film Indonesia Timur

Seperti yang kita semua tahu, jika film nasional didominasi oleh rumah produksi yang ada di Jawa. Kali ini, DL Entertainment dengan menggandeng rumah produksi lokal, Finisia Production, siap memulai langkah awal desentralisasi perfilman Indonesia.

Film Keluar Main 1994 akan menjadi film lokal bertaraf nasional. Dikutip dari galigo.id, Amril Nuryan selaku produser film Keluar Main 1994 mengatakan jika dia dan tim mencoba membangun karya nasional dengan tidak bergantung pada kekuatan industri film di Jawa.

Dengan diproduksinya film Keluar Main 1994, Amril Nuryan berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk bangunnya industri perfilman di wilayah Indonesia Timur. Mereka percaya jika film-film lokal dan nasional bisa dikembangkan di wilayah mereka.

Terlebih, Sulawesi Selatan mempunyai bioskop independen yang bisa diberdayakan untuk menyerap film-film lokal. Sehingga mereka tidak lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk bisa mengakses film di Pulau Jawa.

Bioskop Independen tersebut bernama Planet Cinema yang berlokasi di Kabupaten Bone. Dengan kapasitas 3000 kursi per harinya, Liani Kawati optimis jika itu cukup membantu mereka dalam mengembangkan industri perfilman di Indonesia Timur.

Menarik, Film Ini Melibatkan banyak Komika Nasional Asal Indonesia Timur

Indonesia Timur mempunyai talent yang cukup untuk membangun ekosistem perfilmannya. Dalam project film Keluar Main 1994 ini, Liani Kawati melibatkan putra-putra Indonesia Timur yang berbakat.

Jejeran komika nasional diajak pulang kampung untuk penggarapan film satu ini. Diantaranya ada Arie Kriting, Arif Brata, Adi Surya, dan Oki Palu. Selain itu ada Alicia Safitri yang juga terlibat meramaikan cast film Keluar Main 1994.

Amril Nuryan mengatakan jika film ini akan mengisahkan keteladanan serta kemandirian generasi 90-an di Kota Makassar kala itu.

Terlibatnya putra-putri berbakat dari Indonesia Timur akan memberi kekuatan mendalam dalam film Keluar Main 1994 ini. Di mana mereka bisa mengenal sekaligus bernostalgia di era 90-an dulu.

Dengan semua aspek yang dimiliki, film Keluar Main 1994 benar-benar bisa menjadi film lokal bertaraf nasional. Seperti apa yang diinginkan oleh para produser film tersebut.

Desentralisasi perfilman Indonesia akan membawa dampak positif dalam industri perfilman Indonesia. Di mana film nasional mampu merangkum segala nilai yang tersebar di Indonesia.

Tidak hanya terpusat pada satu daerah saja. Kebangkitan industri perfilman di daerah-daerah di luar Jawa akan mendorong sineas-sineas Indonesia bekerja keras untuk memberikan kerja terbaiknya dalam memproduksi film dari daerah mereka.

Film Keluar Main 1994 diharapkan membawa dorongan pertumbuhan itu di wilayah Indonesia Timur. Kini mereka sudah memasuki masa produksi dan jika Anda menantikannya, Anda bisa memantaunya di media sosial DL Entertainment dan Finisia Production.