Film Sinners Cetak Sejarah Oscar dengan Raih 16 Nominasi, Terbanyak Sepanjang Masa

Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Film Sinners Cetak Sejarah Oscar dengan Raih 16 Nominasi, Terbanyak Sepanjang Masa

Film thriller supranatural Sinners sukses mencatatkan namanya dalam sejarah Academy Awards. Karya terbaru sutradara Ryan Coogler ini resmi memecahkan rekor sebagai film dengan jumlah nominasi Oscar terbanyak sepanjang masa setelah mengantongi 16 nominasi pada Oscar 2026.

Capaian tersebut melampaui rekor lama yang sebelumnya dipegang bersama oleh Titanic (1997), La La Land (2016), dan All About Eve (1950), yang masing-masing mengoleksi 14 nominasi. Pengumuman ini disampaikan Academy of Motion Picture Arts and Sciences pada Kamis, 22 Januari 2026, dan langsung menjadi sorotan industri perfilman global.

Dominasi di Kategori Utama dan Teknis

Tak hanya unggul secara jumlah, Sinners juga mendominasi kategori-kategori paling bergengsi. Film ini masuk nominasi Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Asli, hingga Aktor Terbaik lewat performa Michael B. Jordan.

Jordan mendapat pujian luas berkat peran gandanya sebagai saudara kembar Elijah “Smoke” dan Elias “Stack” Moore. Aktingnya dinilai emosional dan kuat, sekaligus mempertegas kompleksitas cerita yang diusung film ini.

Selain kategori utama, Sinners juga menyapu hampir seluruh kategori teknis, mulai dari sinematografi, desain produksi, desain kostum, tata rias, penyuntingan film, suara, efek visual, hingga musik orisinal. Film ini juga masuk nominasi pada kategori baru Best Casting, yang untuk pertama kalinya hadir dalam ajang Oscar setelah lebih dari dua dekade.

Kisah Horor, Blues, dan Isu Sosial yang Kuat

Berlatar Mississippi era 1930-an, Sinners menggabungkan drama sejarah, horor vampir, dan kritik sosial tentang rasisme di Amerika Serikat. Ceritanya mengikuti dua veteran Perang Dunia I yang membangun juke joint sebagai ruang kebebasan bagi komunitas kulit hitam, sebelum teror vampir dan kelompok supremasi kulit putih menghancurkan harapan tersebut.

Pendekatan ini membuat Sinners dipuji sebagai film horor yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga sarat makna budaya dan sejarah. Unsur musik blues menjadi elemen penting yang memperkuat atmosfer sekaligus pesan film.

Ryan Coogler dan Momen Emosional Keluarga

Bagi Ryan Coogler, pengumuman 16 nominasi Oscar ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia mengaku menyaksikan momen tersebut bersama keluarga, termasuk sang ayah yang dengan teliti menghitung jumlah nominasi satu per satu.

Coogler bahkan sempat mengira ayahnya salah hitung karena tak menyangka filmnya bisa meraih nominasi sebanyak itu. Kini, momen tersebut justru menjadi kenangan manis yang sering diulang sang ayah dengan nada bercanda.

Prestasi ini juga menorehkan sejarah tersendiri. Coogler menjadi sineas kulit hitam kedua setelah Jordan Peele yang meraih nominasi sebagai produser, sutradara, dan penulis skenario sekaligus. Istrinya, Zinzi Coogler, turut mencetak sejarah sebagai produser keturunan Filipina pertama yang masuk nominasi Film Terbaik.

Sukses Komersial dan Persaingan Oscar 2026

Selain sukses di Oscar, Sinners juga meraih pencapaian komersial mengesankan. Film ini mencatat pendapatan global sekitar USD 368 juta, jauh melampaui anggaran produksinya yang berada di kisaran USD 90–100 juta.

Di belakang Sinners, film One Battle After Another menyusul dengan 13 nominasi, sementara Frankenstein, Marty Supreme, Hamnet, dan Sentimental Value juga meraih sejumlah nominasi penting.

Kini, publik dan pengamat film menantikan apakah Sinners mampu mengonversi rekor nominasi tersebut menjadi kemenangan besar saat malam puncak Academy Awards ke-98 pada 15 Maret 2026. Apa pun hasilnya, Sinners sudah lebih dulu mengamankan posisinya sebagai salah satu film paling berpengaruh dalam sejarah Oscar.