Hanung Bramantyo Hadirkan Children of Heaven Versi Indonesia

Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Hanung Bramantyo Hadirkan Children of Heaven Versi Indonesia

Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan adaptasi menarik dari karya sinema dunia. Film legendaris Children of Heaven kini dibuat ulang dalam versi Indonesia oleh sutradara Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh MD Pictures. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026.

Versi terbaru ini diadaptasi dari film karya sineas Iran Majid Majidi yang pertama kali dirilis pada 1997 dan berhasil mendapat nominasi di ajang Academy Awards untuk kategori Best Foreign Language Film. Kesuksesan tersebut membuat kisahnya beberapa kali diadaptasi oleh berbagai negara, termasuk Singapura, India, dan Tamil India.

Kini, Indonesia menghadirkan interpretasi baru yang tetap mempertahankan pesan utama tentang keluarga, perjuangan, dan martabat manusia.

Adaptasi Film Klasik dengan Sentuhan Lokal

Dalam versi Indonesia, cerita tetap berpusat pada dua saudara, Ali dan Zahra. Namun, latar cerita dipindahkan ke Semarang pada era 1980-an. Keputusan ini diambil oleh Hanung Bramantyo agar cerita tetap terasa relevan dengan kondisi sosial pada masa itu.

Menurut Hanung, jika latar waktu dibuat pada masa sekarang, cerita akan terasa kurang realistis. Ia menilai kondisi sosial telah berubah, terutama dengan hadirnya teknologi seperti telepon genggam yang kini dimiliki hampir semua orang.

Kisahnya berawal ketika Ali tanpa sengaja kehilangan sepatu milik Zahra. Karena keluarga mereka hidup dalam keterbatasan ekonomi, keduanya terpaksa bergantian menggunakan satu pasang sepatu untuk pergi ke sekolah. Situasi sederhana tersebut berkembang menjadi cerita emosional tentang tanggung jawab, kasih sayang, dan keteguhan hati dua anak yang harus menghadapi kerasnya kehidupan sejak dini.

Terinspirasi dari Kenangan Masa Kecil Sutradara

Menariknya, Hanung Bramantyo juga memasukkan pengalaman masa kecilnya ke dalam film ini. Beberapa detail cerita, termasuk sepatu yang dipakai karakter Ali, terinspirasi dari kenangan pribadinya saat masih sekolah.

Ia mengaku pernah menggunakan jenis sepatu yang sama pada masa kecilnya dan tidak mampu membeli sepatu yang sedang populer pada zamannya. Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk memperkuat kedekatan emosional dalam cerita.

Dengan memasukkan memori pribadinya, Hanung merasa lebih mudah membangun atmosfer film sekaligus memberikan sentuhan autentik pada karakter yang ditampilkan.

Menolak Eksploitasi Kemiskinan

Meski mengangkat kisah keluarga yang hidup dalam keterbatasan, Hanung menegaskan bahwa film ini tidak dibuat untuk mengeksploitasi kesedihan ataupun kemiskinan.

Ia menekankan bahwa inti cerita justru terletak pada martabat manusia yang tetap terjaga meski berada dalam situasi sulit. Menurutnya, pesan tersebut merupakan kekuatan utama dari film original karya Majid Majidi.

Hal senada juga disampaikan oleh produser Manoj Punjabi yang menyebut proses mendapatkan hak adaptasi film ini membutuhkan waktu hingga tujuh sampai delapan tahun. Ia mengaku sangat bersyukur akhirnya dapat menghadirkan kisah tersebut kepada penonton Indonesia.

Manoj menegaskan bahwa tujuan utama film ini bukan sekadar membuat penonton menangis, melainkan menyampaikan cerita yang jujur tentang kehidupan dan perjuangan manusia.

Dibintangi Aktor Cilik Berbakat

Film ini menghadirkan aktor cilik Jared Ali sebagai Ali dan Humaira Jahra sebagai Zahra. Keduanya memerankan kakak beradik yang harus menghadapi berbagai tantangan hidup sejak usia muda.

Selain mereka, film ini juga diperkuat oleh sejumlah aktor ternama seperti Andri Mashadi, Faradina Mufti, Slamet Rahardjo, Oki Rengga, hingga Muhadkly Acho.

Dengan sentuhan penyutradaraan Hanung Bramantyo dan produksi MD Pictures, Children of Heaven versi Indonesia diharapkan mampu menghadirkan kisah keluarga yang hangat sekaligus menyentuh hati penonton.

Film ini tidak hanya mengangkat cerita tentang kesulitan hidup, tetapi juga memperlihatkan bagaimana manusia tetap dapat mempertahankan harga diri dan harapan di tengah keterbatasan.