Lunar Colony, Film Sci-Fi dengan Kisah Cinta ala Romeo & Juliet

-
Lunar Colony, Film Sci-Fi dengan Kisah Cinta ala Romeo & Juliet

Film thriller fiksi ilmiah Lunar Colony menghadirkan kisah cinta terlarang dengan latar masa depan ketika manusia telah membangun peradaban permanen di Bulan. Proyek ini akan disutradarai Roel Reiné, sineas yang sebelumnya terlibat dalam serial Halo, dengan produksi ditargetkan mulai pada 2027.

Lunar Colony dikembangkan oleh Centerboro Productions, Sintered Steel Productions, dan Convoke Media. Proyek tersebut mulai ditawarkan kepada calon pembeli dalam ajang Toronto International Film Festival (TIFF). Sementara itu, proses pencarian pemeran utama masih berlangsung.

Berlatar Tahun 2060

Cerita Lunar Colony mengambil latar tahun 2060, hampir tiga dekade setelah manusia mendirikan Terra 2.0, sebuah peradaban permanen di Bulan. Kehadiran koloni tersebut perlahan mengubah hubungan antara Bumi dan Bulan.

Bumi semakin bergantung pada sumber daya yang dihasilkan koloni Bulan. Ketergantungan itu kemudian memicu ketegangan politik dan membuka peluang munculnya perebutan kekuasaan antara kedua dunia.

Di tengah konflik tersebut, Tiara dan Josh justru terlibat dalam hubungan asmara. Keduanya tumbuh di sisi yang berlawanan dari perpecahan antara Bumi dan Bulan.

Hubungan mereka tidak hanya berhadapan dengan perbedaan latar belakang. Cinta Tiara dan Josh juga berbenturan dengan loyalitas politik, harapan keluarga, serta kelompok yang berkepentingan mempertahankan jarak antara kedua dunia.

Kisah tersebut membuat Lunar Colony memiliki elemen romansa yang mengingatkan pada Romeo and Juliet, tetapi ditempatkan dalam dunia fiksi ilmiah dengan konflik antarkoloni.

Terinspirasi Program Artemis NASA

Skenario Lunar Colony ditulis oleh Cerise Fukuji. Ceritanya mengambil inspirasi dari program Artemis NASA yang memiliki tujuan mengembalikan manusia ke Bulan dan mendukung pembangunan kehadiran manusia secara berkelanjutan di sana.

Produser Patricia A. Beninati mengatakan film ini membayangkan bagaimana misi eksplorasi Bulan dan perlombaan global menuju satelit Bumi tersebut dapat berkembang dalam beberapa dekade mendatang.

Bagi Roel Reiné, daya tarik utama Lunar Colony bukan hanya dunia futuristis yang ditawarkan, tetapi juga kisah manusia di dalamnya. Ia ingin menggambarkan Bulan sebagai tempat yang nyata, indah, keras, sekaligus industrial.

Sebaliknya, Bumi dalam film digambarkan sebagai dunia yang telah rusak dan dieksploitasi, tetapi masih memiliki sesuatu yang hilang dari kehidupan manusia di koloni.

Reiné sebelumnya menggarap dunia futuristis melalui serial Halo pada 2022 hingga 2024. Melalui Lunar Colony, ia kembali membawa pengalaman tersebut ke layar lebar dengan perpaduan antara skala fiksi ilmiah dan kisah cinta Tiara serta Josh.

Produksi Lunar Colony ditargetkan dimulai pada 2027, dengan proses casting pemeran utama masih berjalan.