Review Film Project Y: Duet Maut Han So Hee dan Jeon Jong Seo dalam Kelamnya Gangnam

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Review Film Project Y: Duet Maut Han So Hee dan Jeon Jong Seo dalam Kelamnya Gangnam

Siapa yang tidak antusias saat mendengar  Han So Hee dan Jeon Jong Seo, bakal berada dalam satu frame? Sejak pertama kali diumumkan, film Project Y langsung jadi buah bibir. Mengusung genre crime-noir dengan latar distrik elite Gangnam, ekspektasi penonton tentu setinggi langit.

Setelah tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2025 dan resmi rilis di awal 2026, film garapan sutradara Lee Hwan ini akhirnya bisa dinikmati penonton Indonesia. Namun, apakah kolaborasi dua aktris karismatik ini sukses memberikan tontonan yang solid, atau justru hanya menang di "visual" saja? Simak ulasan lengkapnya!

Sinopsis: Mimpi Sederhana yang Berujung Maut

Cerita Project Y berpusat pada dua sahabat karib, Yoon Mi Sun (Han So Hee) dan Lee "Dobby" Do Kyung (Jeon Jong Seo). Keduanya adalah pejuang hidup di kerasnya dunia malam Gangnam. Mi Sun bekerja sebagai pramuria (lady companion), sementara Dobby adalah mantan pekerja serupa yang kini menyambung hidup sebagai kurir gelap.

Impian mereka sebenarnya sangat manusiawi: ingin hidup normal, bekerja di siang hari, dan tidur nyenyak di malam hari. Namun, mimpi itu hancur saat tabungan mereka raib akibat tipu daya situs judi online milik mafia kelas kakap, Blackjack (Kim Sung Cheol).

Niat hati ingin mengambil kembali uang mereka yang dikubur di sebuah pemakaman, keduanya malah menemukan "harta karun" tak terduga: emas batangan senilai 8 miliar dolar AS! Dari sinilah petualangan maut dimulai. Mereka harus berkejaran dengan waktu dan nyawa demi membawa emas tersebut keluar dari Korea Selatan.

Chemistry 'Duo Maut' yang Jadi Penyelamat

Harus diakui, daya tarik utama film ini adalah duet maut Han So Hee dan Jeon Jong Seo. Keduanya tampil sangat kompak sebagai anti-hero. Menariknya, mereka tidak digambarkan sebagai sosok badass yang sempurna. Sebaliknya, mereka adalah perempuan yang sering panik, impulsif, bahkan melakukan kesalahan konyol saat menjalankan rencana.

Han So Hee tampil dingin dan penuh perhitungan, sementara Jeon Jong Seo membawa energi liar yang sulit ditebak. Kontras kepribadian inilah yang membuat hubungan persahabatan mereka terasa sangat nyata dan manusiawi. Penonton dibuat ikut gemas sekaligus bersimpati pada nasib sial yang terus membayangi mereka.

Tak hanya pemeran utama, kehadiran aktris senior Jung Young Joo sebagai Bull, sang algojo, juga mencuri perhatian. Biasa tampil sebagai ibu-ibu kocak di drakor, kali ini ia tampil menyeramkan dengan kepala plontos dan riasan gelap yang bikin bulu kuduk berdiri.

Visual Neo-Noir yang Estetik, Tapi Narasi Terasa 'Nanggung'

Dari segi teknis, Project Y adalah definisi film yang "enak dipandang". Penggunaan palet warna neon, pencahayaan kontras, serta suasana malam Gangnam yang kelam berhasil menciptakan atmosfer neo-noir yang sangat kental. Ditambah lagi dengan soundtrack yang solid, film ini sukses membangun tensi di babak awal.

Sayangnya, naskah film ini terasa kurang stabil. Memasuki babak kedua, alur cerita mulai terasa tersendat karena banyaknya subplot yang tidak terlalu penting, seperti konflik dengan karakter ibu yang terasa kurang relevan. Banyak penonton dan kritikus menilai ceritanya agak "nanggung"—ingin terlihat berani dan gelap, tapi eksekusi konfliknya seringkali terasa datar dan penuh plot hole.

Kesimpulan: Layak Tonton, Tapi Turunkan Ekspektasi

Di negara asalnya, Project Y memang gagal meledak di box office. Narasi yang dianggap dangkal menjadi alasan utamanya. Namun, jika Anda adalah penggemar berat Han So Hee atau Jeon Jong Seo, film ini tetap sangat layak untuk masuk watchlist.

Secara keseluruhan, Project Y adalah film yang menang di gaya visual dan akting, meski kalah di kedalaman cerita. Ini adalah tontonan yang menghibur bagi Anda yang menyukai genre aksi-kriminal dengan bumbu persahabatan yang kental.