Review Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Salah Satu Film Komedi Romantis Terbaik Tahun Ini

Baba Qina - Kamis, 30 November 2023 14:07 WIB
Review Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Salah Satu Film Komedi Romantis Terbaik Tahun Ini

Di tangan yang salah, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film bisa berujung romcom picisan biasa. Beruntung, penyutradraan dan naskahnya ditangani langsung oleh Yandy Laurens yang tahu batas pemisah antara dramatisasi dengan eksploitasi, juga penyutradaraan berbekal pemahaman milik Yandy perihal kapan serta seberapa dramatisasi perlu diterapkan.

Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film bercerita tentang seorang penulis naskah film bernama Bagus (Ringgo Agus Rahman). Secara tak sengaja, ia bertemu dengan temannya semasa sekolah, Hana (Nirina Zubir) di sebuah pasar swalayan. Pertemuan tersebut justru membuat Bagus jatuh hati dengan Hana. Bahkan, ia bertekad bulat untuk bisa mendapatkan hati Hana. Cara yang dilakukan untuk memenangkan hati Hana pun tak biasa. Bagus menulis skenario film bergenre romantis yang terinspirasi dari Hana.

Di samping itu, naskah yang ditulis oleh Bagus tersebut juga menggambarkan sisi kehidupan Hana yang kehilangan warna semenjak kehilangan pasangan hidup yang sangat ia cintai. Kehadiran Bagus dalam hidup Hana yang tengah berduka seolah menjadi angin segar untuk memulai lembaran baru. Akan tetapi, usaha yang dilakukan Bagus untuk mendapatkan hati Hana tak berjalan mulus.

Kondisi Hana yang tengah berduka membuat Hana sulit untuk membuka hati kembali untuk orang baru. Lantas, bagaimana kisah selanjutnya dari perjuangan cinta Bagus untuk Hana? Apakah keduanya akan berujung manis?

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film sejatinya memiliki cerita yang sederhana dan relate dengan kehidupan keseharian kita semua. Tentang bagaimana sulitnya move on dari pasangan kita sebelumnya, serta kebingungan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, hingga banyaknya hal yang perlu dipertimbangkan ketika menjalin sebuah hubungan.

Keresahan-keresahan yang acapkali kita alami di dunia nyata tersebut mampu dituangkan Yandy Laurens ke dalam medium film. Alhasil, sebagai penonton, kita akan dengan mudah bersimpati dan memahami alasan dari keputusan yang diambil oleh masing-masing karakternya.

Yandy Laurens juga tahu persis bahwa ia mampu membawakan tema yang terlihat familiar tersebut menjadi lebih dalam, dengan memaksimalkan eksplorasi cerita, serta fokus menyorot berbagai prespektif dari tiap karakternya, sehingga mampu mengajak penontonnya untuk ikut merenungi perihal hubungan romansa di usia dewasa ini.

Jika melihat beberapa film romansa Indonesia belakangan ini, seringkali terlewatkan hal yang penting, yaitu proses pendekatan sebelum memulai sebuah hubungan, yang dikenal dengan istilah "PDKT". Dan film ini lagi-lagi berhasil mengingatkan kita akan pentingnya proses pendekatan dalam membangun sebuah cerita romansa.

Sebagai sebuah film romcom dengan sedikit sentuhan komedi, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film berhasil menghadirkan humor yang segar dan dekat dengan keseharian. Walau di beberapa bagian romansanya terasa kelabu, namun Yandy coba mengajak penontonnya untuk tetap menertawakan kesedihan melalui humor yang tepat sasaran. Unsur humornya juga diperkuat dengan akting para pemeran yang begitu totalitas.

Overall, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film berhasil menempati posisi sebagai salah satu film romcom terbaik tahun ini. Dengan tema dan konflik percintaan yang relevan, serta kemampuan film ini dalam menggali cerita menjadi lebih mendalam, ditambah dengan humor yang mengena, membuat film ini menjadi film yang istimewa.

Apalagi, film ini juga ini menggambarkan dengan baik tentang ketakutan seseorang terhadap komitmen dalam menjalin sebuah hubungan, serta makna sebenarnya dari sebuah komitmen. Bahwa komitmen merupakan keinginan dari kedua belah pihak, dan tidak boleh saling memaksa satu sama lain.