Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Ambisi Konten Horor Berujung Teror

-
Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Ambisi Konten Horor Berujung Teror

Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro menghadirkan kisah sekelompok pembuat konten yang terjebak dalam teror setelah menerobos kamar terlarang di sebuah motel tua Yogyakarta. Film horor ini memadukan misteri, konflik persahabatan, dan ambisi mengejar popularitas.

Ambisi Popularitas yang Membuka Pintu Terlarang

Lingsir Wengi: Motel Malioboro mengikuti perjalanan Putik (Ochi Rosdiana), perempuan dengan kemampuan indigo yang bisa melihat sekaligus berkomunikasi dengan makhluk tak kasatmata. Ia bergabung dengan Ryan (Jeff Smith), Anggie (Yessica Tamara), Aro (Alif Rivelino), dan Dita (Chelcy Clarissa) dalam mengembangkan kanal YouTube horor bernama DuniaHorror62.

Demi mendapatkan konten yang berbeda dari pesaing, mereka mendatangi sebuah motel tua di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Tempat tersebut menyimpan misteri, terutama sebuah kamar yang telah lama ditutup setelah dikaitkan dengan kematian seorang perempuan.

Meski mendapat peringatan untuk tidak memasuki ruangan tersebut, ambisi mereka mengalahkan rasa waspada. Keputusan itu membawa mereka menemukan sebuah tape recorder tua yang menyimpan rekaman lagu Lingsir Wengi.

Ketika rekaman diputar, berbagai kejadian aneh mulai menghantui kelompok tersebut. Putik menyadari bahwa mereka telah membangunkan sosok misterius dengan kekuatan besar dan persoalan masa lalu yang belum terselesaikan.

Teror Gaib dan Rahasia di Balik Persahabatan

Salah satu daya tarik film ini terletak pada upayanya menggabungkan horor supernatural dengan konflik antarkarakter. Ancaman yang mereka hadapi tidak hanya datang dari sosok tak kasatmata, tetapi juga dari rahasia, pengkhianatan, dan persoalan pribadi yang perlahan terungkap.

Ketegangan semakin meningkat ketika mereka berusaha mencari jalan keluar sekaligus memahami asal-usul teror tersebut. Hubungan yang semula dibangun atas dasar pertemanan mulai diuji oleh rasa takut dan ketidakpercayaan.

Film ini juga menghadirkan unsur thriller melalui sejumlah adegan sadis yang memperkuat kesan mengerikan. Perpaduan tersebut membuat ceritanya tidak semata-mata bergantung pada penampakan hantu, tetapi juga pada ancaman yang muncul dari keputusan para tokohnya sendiri.

Penampilan Ochi Rosdiana Jadi Salah Satu Sorotan

Ochi Rosdiana menjadi pusat cerita melalui karakter Putik. Ia harus menggambarkan berbagai emosi, mulai dari kegelisahan dan ketakutan hingga keberanian menghadapi kenyataan. Kemampuan Putik sebagai indigo juga menempatkannya dalam posisi sulit karena ia harus memahami ancaman yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan kepada teman-temannya.

Karakter Putik turut menjadi bagian penting dalam perkembangan misteri cerita. Sejumlah kejutan menjelang akhir film memberikan dimensi tambahan pada perjalanan para tokohnya.

Disutradarai Adhe Dharmastriya dengan skenario Evelyn Afnilia, film produksi LAB Pictures ini tidak hanya mengangkat persoalan ambisi dan konsekuensinya. Cerita juga menyentuh tema keikhlasan, penerimaan, serta keberanian untuk melepaskan masa lalu.

Layak Masuk Daftar Tontonan Horor?

Lingsir Wengi: Motel Malioboro menawarkan perpaduan horor, misteri, dan drama persahabatan dengan latar motel tua yang menyimpan rahasia. Gagasan tentang pembuat konten yang mempertaruhkan keselamatan demi popularitas juga memberikan konteks yang dekat dengan kehidupan di era media sosial.

Bagi penonton yang menyukai film horor dengan misteri masa lalu, konflik antarkarakter, dan kejutan cerita, film ini bisa menjadi pilihan. Namun, keberadaan adegan sadis membuatnya perlu dipertimbangkan untuk penonton yang tidak nyaman dengan kekerasan visual.

Lingsir Wengi: Motel Malioboro tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Film ini mengingatkan bahwa keinginan mendapatkan perhatian tidak selalu sebanding dengan risiko yang harus ditanggung, terutama ketika rasa penasaran membuat seseorang mengabaikan peringatan.