Review Modual Nekad: Sekuel yang Lebih Rapi dan Lebih Berisi
Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Film Modual Nekad resmi hadir di bioskop Indonesia mulai 31 Desember 2025. Sebagai lanjutan dari Modal Nekad (2024), sekuel garapan Starvision ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, baik dari sisi cerita, karakter, maupun pesan yang ingin disampaikan. Disutradarai kembali oleh Imam Darto, Modual Nekad tak sekadar menjual kelucuan, tetapi juga membawa drama keluarga dan sindiran sosial yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Lanjutan Kisah Trio Nekat yang Lebih Berisiko
Cerita Modual Nekad melanjutkan perjalanan tiga bersaudara: Saipul (Gading Marten), Jamal (Tarra Budiman), dan Marwan (Fatih Unru). Setelah sukses mengamankan koper berisi uang miliaran rupiah, hidup mereka sempat berada di titik paling ideal. Saipul kembali rukun dengan istrinya, Jamal menikah dan merintis usaha, sementara Marwan berhasil menyelesaikan pendidikannya.
Namun, ketenangan itu hanya bertahan sebentar. Sisa uang mereka mendadak hilang. Marwan ternyata nekat memakai uang tersebut untuk menebus rumah warisan ayah mereka yang disita bank. Niat baik itu justru menjadi awal petaka. Sebuah foto dengan kode misterius menyeret ketiganya ke konflik yang lebih besar, melibatkan pengusaha licik, jaksa korup, dan jaringan kekuasaan yang berbahaya. Kali ini, bukan hanya uang yang dipertaruhkan, tetapi juga keselamatan seluruh keluarga.
Komedi Tetap Pecah, Drama Keluarga Lebih Kena
Berbeda dari film pertamanya yang cenderung mengandalkan slapstick tanpa henti, Modual Nekad hadir dengan pendekatan yang lebih seimbang. Komedinya tetap padat dan cepat, tetapi kini diberi ruang untuk bernapas lewat drama keluarga yang lebih kuat. Dinamika kakak-beradik terasa makin hidup, dengan konflik yang tidak lagi sekadar lucu, melainkan juga emosional.
Chemistry Gading Marten, Tarra Budiman, dan Fatih Unru menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Saipul tampil sebagai sosok yang mencoba rasional, Jamal dengan gaya nekat dan ceplas-ceplosnya, sementara Marwan menjadi pemicu konflik yang paling kompleks. Kehadiran Gisella Anastasia, Sahila Hisyam, dan Gempita Nora Marten mempertebal sisi keluarga yang menjadi fondasi cerita.
Peningkatan kualitas juga terasa pada karakter antagonis. Sosok Linda Salsa (Ira Wibowo) dan Omar (Surya Saputra) digambarkan lebih rapi dan berlapis. Omar, khususnya, tampil sebagai figur religius dan dermawan di mata publik, namun menyimpan praktik kotor di balik citra baiknya. Film ini secara halus namun tajam menyindir isu korupsi, manipulasi kekuasaan, hingga fenomena “hukuman mewah” yang kerap jadi perbincangan masyarakat.
Sindiran tersebut disampaikan lewat dialog-dialog ringan namun mengena, membuat penonton tertawa sekaligus merasa “tertampar” oleh realitas yang ditampilkan.
Secara keseluruhan, Modual Nekad adalah sekuel yang berhasil melampaui film pertamanya. Ceritanya lebih rapi, emosinya lebih terasa, dan humornya tetap konsisten menghibur. Film ini juga cukup ramah bagi penonton baru berkat kilas balik singkat di awal cerita.
Dengan perpaduan komedi, drama keluarga, kritik sosial, serta deretan cameo yang mencuri perhatian, Modual Nekad layak menjadi pilihan tontonan di momen liburan akhir tahun. Lucu, hangat, dan relevan, film ini membuktikan bahwa komedi Indonesia bisa berkembang tanpa kehilangan identitasnya.