Review PAW Patrol: The Dino Movie, Petualangan Dinosaurus yang Seru tapi Terlalu Ramai

-
Review PAW Patrol: The Dino Movie, Petualangan Dinosaurus yang Seru tapi Terlalu Ramai

Review film PAW Patrol: The Dino Movie - PAW Patrol kembali dengan petualangan baru yang kali ini mempertemukan para anak anjing penyelamat dengan dinosaurus. Mengambil latar sebuah pulau misterius, film ini menawarkan aksi penyelamatan, letusan gunung berapi, kejar-kejaran dinosaurus, hingga kemunculan kembali Mayor Humdinger sebagai sumber kekacauan.

Sebagai film ketiga dari waralaba PAW Patrol, The Dino Movie sebenarnya tidak menawarkan formula yang benar-benar baru. Chase, Marshall, Skye, Rocky, Rubble, Zuma, dan anggota lainnya masih melakukan hal yang sama: datang ketika ada masalah, bekerja sama, lalu menyelamatkan semua orang.

Bedanya, kali ini mereka mendapat lawan dan lingkungan yang jauh lebih besar. Ada dinosaurus, hutan lebat, gunung berapi, serta sebuah pulau yang menyimpan berlian berharga.

Bagi penonton anak-anak, kombinasi tersebut tentu sulit ditolak. Namun, bagi orang dewasa yang ikut menemani ke bioskop, pengalaman menontonnya bisa terasa campur aduk.

Terjebak di Pulau Dinosaurus

Cerita PAW Patrol: The Dino Movie dimulai ketika tim PAW Patrol menjalankan misi penyelamatan di tengah laut. Mereka membantu sebuah keluarga yang berada dalam bahaya setelah kapal mereka terbakar.

Situasi kemudian berubah ketika badai membuat rombongan PAW Patrol keluar jalur. Mereka akhirnya tiba di sebuah pulau misterius yang ternyata menjadi habitat dinosaurus.

Di sinilah mereka bertemu Rex, seekor anak anjing yang sudah lama tinggal di pulau tersebut dan memiliki pengetahuan tentang dinosaurus. Rex juga menggunakan kursi roda, tetapi film tidak menjadikan kondisinya sebagai hambatan untuk beraktivitas.

Kehadiran Rex menjadi salah satu hal paling positif dalam film. Karakter ini menunjukkan kepada penonton cilik bahwa seseorang tetap bisa berpetualang, membantu orang lain, dan menjadi bagian penting dari sebuah tim meski memiliki keterbatasan fisik.

Selain Rex, ada pula Rhubarb, bayi T-Rex yang kemungkinan besar akan langsung menjadi favorit anak-anak. Kalau selama ini PAW Patrol mengandalkan kelucuan anak anjing sebagai daya tarik utama, kali ini dinosaurus ikut mengambil bagian.

Marshall Jadi Pusat Cerita

Dari sekian banyak anggota PAW Patrol, Marshall mendapat porsi cerita yang cukup besar. Film memperlihatkan sisi lain dari karakter Dalmatian tersebut melalui sebuah kilas balik tentang perjuangannya bergabung dengan tim.

Cerita Marshall sebenarnya sederhana. Ia harus berhadapan dengan rasa ragu dan kegagalan sebelum akhirnya menemukan keberanian untuk kembali mencoba.

Pesan yang disampaikan memang bukan sesuatu yang baru. Namun, untuk film yang menyasar anak-anak, pesan tersebut terasa tepat sasaran.

The Dino Movie ingin mengatakan bahwa gagal bukan berarti harus menyerah. Yang lebih penting adalah berani mencoba lagi dan tetap membantu orang lain ketika dibutuhkan.

Masalahnya, pesan tersebut beberapa kali disampaikan dengan cara yang cukup gamblang. Film tidak terlalu memberi ruang bagi penonton untuk menemukan maknanya sendiri.

Visual Jadi Salah Satu Kelebihan

Kalau ada satu aspek yang terasa mengalami peningkatan dibandingkan ekspektasi terhadap film PAW Patrol, jawabannya adalah animasi.

Pulau dinosaurus dibuat dengan cukup detail. Hutan, pepohonan, cahaya, badai, hingga adegan gunung berapi memberikan kesan bahwa film ini memang dibuat dengan skala yang lebih besar.

Adegan ketika Marshall menjelajah hutan pada malam hari juga menjadi salah satu bagian visual yang menarik. Begitu pula dengan rangkaian adegan saat dinosaurus berlari dan gunung berapi mulai meletus.

Sayangnya, kualitas lingkungan tersebut tidak selalu sejalan dengan desain karakternya. Bagi penonton dewasa, karakter anjing dengan mata besar, warna mencolok, dan perlengkapan yang serba mengilap bisa terasa agak berlebihan.

Tetapi sekali lagi, ini bukan film yang dibuat untuk memuaskan selera visual orang dewasa.

Mayor Humdinger dan Masalah Eksploitasi Alam

Mayor Humdinger kembali menjadi penjahat utama. Setelah mengetahui adanya berlian di pulau tersebut, ia datang bersama kelompoknya dengan niat mengambil keuntungan.

Dari sinilah masalah besar dimulai.

Eksploitasi berlian memicu kekacauan yang akhirnya mengancam kehidupan dinosaurus sekaligus para anggota PAW Patrol. Gunung berapi, ledakan, dan berbagai bencana kemudian menjadi bagian dari klimaks film.

Di balik cerita sederhana tersebut, film sebenarnya mencoba menyentuh isu tentang keserakahan dan kerusakan lingkungan.

Sayangnya, gagasan itu belum digarap secara mendalam. Film terlalu cepat membagi karakter menjadi pihak baik dan pihak jahat. Humdinger jelas digambarkan sebagai sosok serakah, sementara PAW Patrol selalu berada di sisi yang benar.

Padahal, ada satu pertanyaan menarik yang sebenarnya bisa dikembangkan: apakah kedatangan PAW Patrol dan pengungkapan keberadaan pulau tersebut juga ikut membuka jalan bagi eksploitasi?

Film tidak terlalu tertarik mengeksplorasi pertanyaan tersebut. Untuk anak-anak mungkin tidak menjadi masalah, tetapi bagi orang dewasa, penyelesaian semacam ini terasa terlalu sederhana.

Aksi Nyaris Tidak Berhenti

Satu hal yang harus dipahami sebelum menonton adalah PAW Patrol: The Dino Movie sangat ramai.

Film ini punya kapal terbakar, badai, dinosaurus mengejar karakter, penyelamatan dari jurang, ledakan, kepanikan, gunung berapi, dan tentu saja beberapa lelucon khas film anak-anak.

Ritmenya cepat. Ketika satu masalah selesai, masalah lain segera muncul.

Bagi anak usia sekolah, pola seperti ini kemungkinan membuat mereka tetap fokus sepanjang film. Tidak banyak bagian yang terasa lambat.

Namun, justru di sinilah film bisa terasa melelahkan bagi sebagian anak. Musik, efek suara, warna cerah, dan aksi yang terus bergerak membuat The Dino Movie menjadi tontonan yang cukup intens.

Orang tua yang membawa anak usia sangat muda sebaiknya mempertimbangkan hal tersebut. Film ini terasa lebih cocok untuk anak sekitar usia 6 tahun ke atas, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa dengan tontonan penuh aksi.

Bukan Film Keluarga untuk Semua Usia

Salah satu perbedaan PAW Patrol: The Dino Movie dengan banyak film animasi keluarga lainnya adalah film ini tidak terlalu berusaha menghibur orang dewasa.

Humornya sebagian besar ditujukan kepada anak-anak. Ada lelucon sederhana, termasuk humor tentang kotoran dinosaurus, sementara referensi yang bisa membuat orang tua tertawa relatif sedikit.

Bagi sebagian orang tua, pendekatan ini justru bisa dianggap positif karena film tidak memaksakan humor dewasa ke dalam cerita anak-anak.

Namun, bagi mereka yang berharap mendapatkan tontonan yang bisa dinikmati bersama secara seimbang, film ini mungkin terasa kurang.

Dengan kata lain, PAW Patrol: The Dino Movie lebih tepat disebut film anak yang bisa ditonton bersama keluarga, bukan film keluarga yang memberikan pengalaman sama kuatnya untuk semua usia.

Kesimpulan

PAW Patrol: The Dino Movie tahu persis siapa penontonnya. Film ini dibuat untuk anak-anak yang menyukai PAW Patrol, dinosaurus, aksi penyelamatan, dan karakter-karakter lucu.

Ceritanya sederhana, tetapi cukup mudah diikuti. Animasi menjadi salah satu peningkatan yang paling terasa, sementara karakter Rex memberikan pesan positif mengenai keberagaman dan keberanian. Marshall juga mendapatkan ruang lebih besar untuk menunjukkan perkembangan karakternya.

Di sisi lain, film ini terlalu ramai untuk sebagian penonton dan tidak banyak menawarkan sesuatu bagi orang dewasa. Konfliknya juga cenderung hitam-putih, sementara isu lingkungan yang sebenarnya menarik hanya disentuh di permukaan.

Pada akhirnya, kualitas PAW Patrol: The Dino Movie sangat bergantung pada siapa yang menontonnya.

Untuk anak-anak, film ini kemungkinan menjadi petualangan dinosaurus yang menyenangkan. Untuk orang tua, film ini mungkin lebih tepat dinikmati sebagai kesempatan menemani anak bersenang-senang di bioskop.

Bukan film animasi paling cerdas atau paling menghibur tahun ini, tetapi PAW Patrol: The Dino Movie tetap menjalankan tugasnya dengan cukup baik: membuat anak-anak betah mengikuti petualangan para pup sambil menyelipkan pesan tentang keberanian, kerja sama, dan pantang menyerah.