Scream 7 Cetak Rekor Baru, Raup Rp 1,6 Triliun di Akhir Pekan Perdana
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Film horor legendaris Scream 7 sukses mengguncang box office global dengan capaian fantastis pada pekan pertama penayangannya. Film produksi Paramount Pictures dan Spyglass Media ini mencatat pendapatan sebesar 97,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,66 triliun secara global hanya dalam waktu tiga hari.
Dari jumlah tersebut, 64,1 juta dolar AS berasal dari pasar Amerika Utara, sementara 33,1 juta dolar AS disumbang dari 52 negara lainnya. Angka ini sekaligus menjadi pembukaan terbesar sepanjang sejarah franchise Scream, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Scream VI pada 2023.
Kembalinya Sidney Prescott Jadi Magnet Utama
Salah satu faktor utama kesuksesan film ini adalah kembalinya Neve Campbell sebagai Sidney Prescott. Karakter ikonik tersebut sempat absen di film sebelumnya karena persoalan negosiasi bayaran. Kini, kehadirannya justru menjadi daya tarik besar yang membangkitkan nostalgia penggemar lama sekaligus menarik penonton generasi baru.
Tak hanya Campbell, sejumlah nama lama seperti Courteney Cox dan David Arquette juga kembali meramaikan film ketujuh ini. Di kursi sutradara, proyek ini ditangani oleh Kevin Williamson, penulis naskah asli Scream yang kini mengambil alih komando penyutradaraan.
Ceritanya kembali berpusat pada teror Ghostface baru yang kini mengincar putri Sidney Prescott. Formula klasik yang dipadukan sentuhan modern terbukti masih ampuh memikat pasar.
Format Premium Dongkrak Pendapatan
Untuk pertama kalinya dalam sejarah franchise, Scream 7 tayang dalam format IMAX dan berbagai layar premium lainnya seperti ScreenX dan Dolby Vision. Di Amerika Utara, sekitar 40 persen pendapatan berasal dari format premium. Secara global, IMAX sendiri menyumbang 7,1 juta dolar AS.
Pasar internasional juga menunjukkan performa kuat. Inggris dan Irlandia memimpin dengan 5,3 juta dolar AS, diikuti Prancis (4,2 juta dolar AS), Meksiko (3 juta dolar AS), Australia (2,5 juta dolar AS), dan Jerman (2,4 juta dolar AS).
Secara keseluruhan, tujuh film Scream kini telah mengumpulkan lebih dari 1 miliar dolar AS sepanjang sejarahnya. Franchise ini menempati posisi lima besar horor terlaris dunia, di bawah The Conjuring, Alien, Resident Evil, dan It.
Respons Kritikus dan Tantangan Pekan Kedua
Meski sukses secara komersial, respons kritikus terhadap film ini terbilang beragam. Skor ulasan berada di angka rendah, sementara penonton memberikan nilai “B-” berdasarkan survei CinemaScore. Genre horor dikenal rentan mengalami penurunan signifikan di pekan kedua, sehingga performa lanjutan film ini masih menjadi sorotan.
Persaingan Ketat di Box Office Global
Di posisi kedua box office Amerika Utara, film animasi GOAT produksi Sony meraih 12 juta dolar AS pada pekan ketiganya. Film tersebut kini telah mengumpulkan total global 130,5 juta dolar AS.
Sementara itu, adaptasi klasik Wuthering Heights produksi Warner Bros. terus mendekati tonggak 200 juta dolar AS secara global. Film yang dibintangi Margot Robbie dan Jacob Elordi itu telah meraih 192 juta dolar AS setelah tiga pekan tayang.
Dari Asia, film balap Tiongkok Pegasus 3 masih menunjukkan dominasi kuat dengan total pendapatan lebih dari 543 juta dolar AS.
Keberhasilan Scream 7 menjadi angin segar bagi industri perfilman global yang masih berupaya bangkit pascapandemi dan dampak mogok kerja besar pada 2023. Meski penjualan tiket domestik Amerika masih sekitar 20 persen di bawah level sebelum COVID-19, pencapaian ini membuktikan bahwa franchise kuat dengan basis penggemar solid tetap mampu menjadi motor penggerak box office.
Dengan pembukaan sebesar ini dan anggaran produksi sekitar 45 juta dolar AS, Scream 7 diprediksi akan dengan mudah meraih keuntungan besar. Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah film ini sukses, melainkan seberapa jauh ia mampu melaju dalam beberapa pekan ke depan.