Timothée Chalamet Lebih Intens di Dune: Part Three, Siap Tutup Saga Paul Atreides dengan Totalitas

Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Timothée Chalamet Lebih Intens di Dune: Part Three, Siap Tutup Saga Paul Atreides dengan Totalitas

Aktor muda Hollywood, Timothée Chalamet, memastikan dirinya tak setengah hati dalam menggarap Dune: Part Three. Film penutup trilogi arahan Denis Villeneuve ini disebutnya sebagai bab paling intens sekaligus paling “ganjil” dalam keseluruhan saga.

Dalam forum diskusi yang digelar Variety dan CNN bersama Matthew McConaughey di University of Texas at Austin, Chalamet berbicara terbuka tentang proses kreatifnya membangun kembali karakter Paul Atreides. Ia menyadari bahwa film ketiga bukan sekadar kelanjutan cerita, melainkan klimaks emosional dari perjalanan panjang seorang bangsawan muda yang berubah menjadi figur penuh takdir.

Terinspirasi Ledger hingga Brando

Menariknya, Chalamet sempat menyebut sejumlah referensi akting besar saat membahas pendekatannya di film ini. Ia menyinggung performa McConaughey dalam Interstellar, penampilan mendiang Heath Ledger di The Dark Knight, hingga kharisma Marlon Brando dalam Apocalypse Now.

Meski sempat meralat ucapannya sambil tertawa karena merasa tak pantas disejajarkan, Chalamet menegaskan bahwa film besar memberi ruang untuk menghadirkan “kejutan kecil” dalam karakter. Ia ingin menyelipkan lapisan emosi dan pilihan tak terduga dalam transformasi Paul Atreides.

Selain itu, ia juga mengaku terinspirasi oleh Oscar Isaac, yang memerankan Duke Leto Atreides di film pertama. Pendekatan Isaac yang teatrikal dan berani memberinya kepercayaan diri untuk mengambil kebebasan lebih besar dalam berakting.

Dari Gugup Jadi Percaya Diri

Chalamet tak menampik bahwa saat pertama kali terlibat di Dune, ia merasa cukup terintimidasi oleh skala produksi dan nuansa futuristiknya. Ia datang dari proyek-proyek drama yang lebih naturalistik, sehingga dunia Arrakis yang megah terasa asing.

Namun memasuki film ketiga, situasinya berubah. Ia merasa sudah menemukan ritme kerja yang solid bersama Villeneuve. Bahkan, ia menyebut film ini sebagai yang paling “eeriest” atau paling mencekam dalam trilogi.

“Saya lebih intens di film ketiga,” ujarnya. Baginya, setiap momen terasa sakral karena ini adalah kali terakhir ia memerankan Paul Atreides.

Mendalami Ornithopter hingga Detail Tombol

Keseriusannya juga terlihat dari cara ia mempersiapkan adegan teknis. Salah satu contohnya adalah sekuens ornithopter—kendaraan terbang ikonik di semesta Dune. Jika di film pertama ia hanya mengikuti arahan, kali ini Chalamet datang lebih awal ke lokasi syuting untuk mempelajari panel kontrol kendaraan tersebut.

Ia mengamati simbol, hieroglif, dan fungsi tiap tombol, lalu menciptakan dinamika tersendiri saat mengoperasikannya di layar. Pendekatan detail seperti ini dilakukan demi menghadirkan performa yang terasa autentik, meski berada di dunia fiksi ilmiah.

Penutup Trilogi yang Dinanti

Dune: Part Three dijadwalkan tayang pada Desember 2026 dan diproyeksikan menjadi puncak emosional dari perjalanan epik Paul Muad’Dib. Antusiasme publik sudah tinggi, mengingat dua film sebelumnya sukses secara kritik dan komersial.

Di tengah proses tersebut, Chalamet juga mencuri perhatian lewat film Marty Supreme dan A Complete Unknown, yang membawanya meraih nominasi Oscar Aktor Terbaik. Momentum itu membuatnya semakin terpacu untuk tidak berpuas diri.

Dengan dedikasi penuh, eksplorasi emosi yang lebih berani, serta kolaborasi matang bersama Villeneuve, Chalamet tampaknya siap menutup trilogi Dune dengan performa paling ambisius dalam kariernya. Desember 2026 pun dipastikan menjadi momen penting, bukan hanya bagi penggemar saga ini, tetapi juga bagi perjalanan seorang aktor yang terus menantang batas kemampuannya.