Tom Cruise Tampil Beda di Digger, Tinggalkan Citra Pahlawan Laga
Arga Pratama -
Tom Cruise kembali memperlihatkan sisi akting yang jarang muncul dalam beberapa tahun terakhir lewat Digger. Alih-alih menjadi pahlawan yang sibuk melakukan aksi berbahaya, kali ini ia tampil sebagai miliarder penuh ego yang justru menjadi sumber kekacauan sekaligus komedi.
Dalam Digger, bintang Mission: Impossible tersebut memerankan Digger Rockwell, seorang pengusaha minyak dengan kekuasaan besar dan rasa percaya diri yang nyaris tanpa batas. Ketika bencana lingkungan mengancam kehidupan manusia, ia merasa dirinya adalah orang yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Karakter ini jelas berbeda dari Ethan Hunt. Jika agen IMF itu dikenal tenang, terlatih dan selalu siap menghadapi situasi berbahaya, Digger justru sering bertindak berdasarkan keyakinannya sendiri.
Di situlah daya tarik perannya. Tom Cruise tidak berusaha membuat Digger terlihat keren. Sebaliknya, ia membiarkan karakter tersebut tampil arogan, berlebihan dan sesekali konyol.
Mengingat Stacee Jaxx di Rock of Ages
Penampilan dalam Digger sekaligus mengingatkan pada Stacee Jaxx, karakter yang dimainkan Tom Cruise dalam Rock of Ages pada 2012.
Jaxx merupakan bintang rock yang sudah terlalu lama hidup dalam popularitas. Ia berbicara dengan suara rendah, bergerak santai dan memperlakukan orang-orang di sekitarnya seolah semuanya harus mengikuti keinginannya.
Namun, karakter tersebut tidak berhenti sebagai bahan lelucon. Di balik sikap arogan Jaxx terdapat sosok yang kesepian dan kehilangan arah setelah terlalu lama hidup sebagai seorang selebritas.
Tom Cruise juga bernyanyi sendiri dalam film tersebut. Saat berada di atas panggung, ia mampu membuat Jaxx terlihat seperti seorang rockstar sungguhan. Kontras antara sikap cuek di luar panggung dan karisma saat tampil menjadi salah satu kekuatan penampilannya.
Sayangnya, reputasi Rock of Ages yang tidak terlalu kuat membuat peran tersebut ikut tenggelam. Padahal, Jaxx menunjukkan bahwa sang aktor memiliki kemampuan memainkan karakter eksentrik yang jauh dari citra pahlawan layar lebarnya.
Energi Les Grossman Kembali Muncul
Bagi penonton yang pernah melihat Tropic Thunder, Digger juga mungkin terasa familiar.
Tom Cruise sebelumnya tampil nyaris tak dikenali sebagai Les Grossman, produser film pemarah dengan kepala botak, tubuh tambun dan temperamen yang meledak-ledak. Karakter itu hanya muncul dalam sejumlah adegan, tetapi cukup untuk menunjukkan kemampuan komedinya.
Digger memiliki energi yang serupa. Keduanya sama-sama memiliki kekuasaan besar dan keyakinan berlebihan terhadap diri sendiri. Bedanya, kali ini karakter tersebut menjadi pusat cerita sehingga ruang untuk mengeksplorasi sisi komedi menjadi jauh lebih besar.
Respons Kritikus Terbelah
Di sisi lain, Digger tidak mendapat respons yang sepenuhnya positif. Film ini memperoleh skor 52 persen dari 79 ulasan di Rotten Tomatoes. Angka tersebut menjadikannya film Tom Cruise pertama sejak The Mummy pada 2017 yang mendapat status Rotten.
Sejumlah kritik diarahkan pada cerita dan satir yang dianggap tidak selalu berjalan stabil. Penyutradaraan Alejandro G. Iñárritu serta aspek visual film mendapat pujian, tetapi sebagian kritikus menilai narasinya terlalu berisiko.
Penampilan pemeran utama justru menjadi salah satu bagian yang banyak mendapat apresiasi. Ia dinilai mampu membawa karakter Digger dengan energi besar tanpa menjadikannya sekadar lelucon.
Digger akhirnya menjadi perubahan menarik dalam perjalanan karier Tom Cruise. Setelah bertahun-tahun dikenal lewat film aksi dan karakter yang sangat kompeten, kali ini ia tampil sebagai sosok yang egois, absurd dan tidak takut terlihat konyol.
Film Digger dijadwalkan tayang di bioskop pada 2 Oktober 2026. Selain Tom Cruise, film ini dibintangi Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Hüller, Michael Stuhlbarg dan Jesse Plemons.