Avatar: Fire and Ash Tembus US$1 Miliar dalam 18 Hari Penayangan

Tim Teaterdotco - Selasa, 6 Januari 2026 08:22 WIB
Avatar: Fire and Ash Tembus US$1 Miliar dalam 18 Hari Penayangan

Kesuksesan waralaba Avatar tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Avatar: Fire and Ash, film ketiga dari saga garapan James Cameron, resmi menembus pendapatan US$1 miliar di box office global hanya dalam 18 hari penayangan. Capaian ini kembali menegaskan daya tarik dunia Pandora yang masih sangat kuat di mata penonton internasional.

Berdasarkan laporan Variety, total pendapatan Avatar: Fire and Ash kini mencapai US$1,083 miliar. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar datang dari pasar internasional sebesar US$777,1 juta, sementara Amerika Utara menyumbang sekitar US$306 juta. Pola ini bukan hal baru bagi film Avatar, yang sejak awal memang dikenal sangat perkasa di luar negeri.

Sedikit Lebih Lambat, Tapi Tetap Impresif

Jika dibandingkan dengan dua film sebelumnya, pencapaian Avatar: Fire and Ash memang sedikit lebih lambat. Avatar (2009) membutuhkan 17 hari untuk menembus angka US$1 miliar, sedangkan Avatar: The Way of Water (2022) melakukannya hanya dalam 14 hari. Meski demikian, performa film ketiga ini tetap tergolong impresif, terutama di tengah persaingan ketat dan perubahan kebiasaan menonton pascapandemi.

Seperti pendahulunya, kekuatan utama Avatar 3 terletak pada pasar luar negeri. China kembali menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan sekitar US$138 juta. Disusul Prancis (US$81 juta), Jerman (US$64 juta), dan Korea Selatan (US$44 juta). Angka-angka ini memperlihatkan betapa luasnya basis penggemar Avatar di berbagai belahan dunia.

Dengan pencapaian ini, Avatar: Fire and Ash resmi menjadi film keempat garapan James Cameron yang masuk klub film berpendapatan lebih dari US$1 miliar. Sebelumnya, Cameron sudah lebih dulu mencetak rekor lewat Avatar, Avatar: The Way of Water, dan Titanic. Bahkan, ia tercatat sebagai satu-satunya sutradara yang memiliki tiga film dengan pendapatan di atas US$2 miliar.

Meski telah menembus angka fantastis, satu pertanyaan besar masih menggantung: mampukah Avatar 3 menyusul dua pendahulunya dan menembus US$2 miliar secara global? Jawabannya masih akan sangat bergantung pada daya tahan film ini di bioskop, khususnya dari pasar internasional yang selama ini menjadi tulang punggung kesuksesan Avatar.

Dongkrak Dominasi Disney Sepanjang 2025

Kesuksesan Avatar: Fire and Ash juga menjadi kabar baik bagi Disney. Film ini tercatat sebagai rilisan ketiga Disney pada 2025 yang berhasil menembus US$1 miliar, setelah Lilo & Stitch dan Zootopia 2. Secara keseluruhan, Disney kini telah mengantongi pendapatan global lebih dari US$6,58 miliar, pencapaian tertinggi sejak era COVID-19 dan jauh meninggalkan studio-studio pesaingnya.

Cerita Berlanjut, Masa Depan Masih Tanda Tanya

Dari sisi cerita, Avatar: Fire and Ash kembali berfokus pada Jake Sully (Sam Worthington), Neytiri (Zoe Saldaña), dan keluarga mereka yang kini harus menghadapi ancaman baru dengan kekuatan api. Konflik yang lebih intens dan emosional menjadi warna baru dalam perjalanan panjang saga Pandora.

James Cameron sebelumnya mengungkapkan telah merencanakan lima film Avatar. Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa kelanjutan ke Avatar 4 dan Avatar 5 masih akan dipertimbangkan. “Setiap kali kami merilis film, kami harus membuktikan lagi bahwa proyek gila ini memang layak secara bisnis,” ujar Cameron.

Dengan pencapaian awal yang solid, Avatar: Fire and Ash sekali lagi membuktikan bahwa pesona Pandora belum padam. Kini, publik tinggal menunggu seberapa jauh api kesuksesan film ini akan terus menyala di box office dunia.