Agak Laen: Menyala Pantiku Resmi Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Agak Laen: Menyala Pantiku Resmi Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Industri perfilman nasional mencatat sejarah baru di awal 2026. Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku resmi menyandang status film Indonesia terlaris sepanjang masa setelah menyalip rekor yang sebelumnya dipegang oleh Jumbo. Pencapaian ini diraih hanya dalam waktu 36 hari penayangan di bioskop sejak dirilis pada akhir November 2025.

Berdasarkan data terbaru per 2 Januari 2026, Agak Laen: Menyala Pantiku berhasil mengumpulkan lebih dari 10.250.000 penonton, mengungguli Jumbo yang mencatatkan 10.233.002 penonton. Angka tersebut sekaligus menempatkan film ini di atas KKN di Desa Penari (2022) yang sebelumnya juga sempat mendominasi box office nasional.

Rekor Diumumkan Langsung oleh Ernest Prakasa

Kabar bersejarah ini diumumkan langsung oleh produser Ernest Prakasa melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Ernest membagikan grafik lonjakan penonton yang menandai keberhasilan besar film produksi Imajinari tersebut.

Ia menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh kru dan pemain yang terlibat. Ernest juga menyampaikan apresiasi kepada penonton bioskop Indonesia yang telah menjadikan film ini bagian dari sejarah perfilman Tanah Air.

“Selamat kawan, kita baru saja mengukir sejarah,” tulis Ernest dalam unggahannya, disertai rasa haru dan bangga.

Komedi Lokal Kembali Jadi Raja Box Office

Keberhasilan Agak Laen: Menyala Pantiku menjadi penanda penting bahwa genre komedi dengan sentuhan budaya lokal masih memiliki daya tarik luar biasa. Di tengah dominasi film horor dalam beberapa tahun terakhir, film ini membuktikan bahwa tawa dan kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari mampu menggerakkan jutaan penonton ke bioskop.

Film arahan Muhadkly Acho ini dibintangi oleh kuartet komika Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Mereka berperan sebagai detektif kepolisian yang kerap gagal dan terancam dipecat. Kesempatan terakhir datang ketika mereka ditugaskan menyamar di sebuah panti jompo untuk memburu buronan kasus pembunuhan.

Alih-alih berjalan mulus, penyamaran tersebut justru memicu rentetan kekacauan dan komedi situasi absurd yang menjadi kekuatan utama film ini.

Lebih dari Sekadar Tertawa

Tak hanya menyuguhkan humor, Agak Laen: Menyala Pantiku juga mendapat pujian karena menyelipkan pesan emosional tentang keluarga dan cara masyarakat memandang lansia. Kehadiran aktor senior seperti Jajang C. Noer dan Chew Kin Wah memberikan kedalaman cerita yang membuat film ini terasa hangat dan relevan.

Dukungan pemain lain seperti Ariyo Wahab, Tissa Biani, Jarwo Kwat, Egi Fedly, hingga Priska Baru Segu turut memperkaya dinamika cerita.

Dengan tren penonton yang masih stabil di awal tahun, jumlah penonton Agak Laen: Menyala Pantiku diprediksi masih akan terus bertambah. Tak sedikit yang mulai berspekulasi apakah film ini mampu menantang rekor film Hollywood terlaris di Indonesia, seperti Avengers: Endgame yang mencatatkan sekitar 10,9 juta penonton.

Apa pun hasil akhirnya, keberhasilan Agak Laen: Menyala Pantiku telah menjadi bukti nyata bahwa film Indonesia mampu berjaya di negeri sendiri. Film ini bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan komedi lokal sebagai kekuatan utama industri perfilman nasional.