Kisah Pembajakan Woyla 1981 Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Kapal Terbang
Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Rumah produksi Solid Cinematic Dreams resmi mengumumkan proyek film terbaru berjudul Kapal Terbang. Film ini mengangkat kisah nyata pembajakan pesawat Garuda Indonesia DC-9 “Woyla” yang terjadi pada 28 Maret 1981, sebuah peristiwa dramatis yang sempat mengguncang dunia internasional.
Tragedi Woyla dikenal sebagai salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah penerbangan Indonesia. Saat itu, pesawat Garuda Indonesia dibajak oleh kelompok Komando Jihad dan dipaksa mendarat di Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok, Thailand. Pemerintah Indonesia kemudian mengirim pasukan khusus untuk melakukan operasi pembebasan sandera yang berujung pada misi heroik penuh risiko.
Bukan Sekadar Film Sejarah
Eksekutif Produser George Santos menegaskan bahwa film ini tidak dibuat untuk membuka luka lama, melainkan untuk menghadirkan pelajaran berharga dari sejarah bangsa.
Menurutnya, peristiwa Woyla 1981 mengajarkan tentang keberanian, pengorbanan, serta keikhlasan dalam menghadapi kehilangan. Film ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral tim produksi untuk menghadirkan kembali salah satu fase penting perjalanan Indonesia melalui medium sinema.
Disutradarai oleh Ozan Ruz, film Kapal Terbang disebut sebagai proyek ambisius yang digarap dengan semangat kolektif. Ozan menyebut seluruh pemain dan kru merasa memiliki proyek ini. Ia berharap semangat tersebut dapat membawa film ini diterima luas oleh masyarakat.
Deretan Aktor Papan Atas
Film Kapal Terbang dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama Tanah Air. Oka Antara didapuk sebagai salah satu tokoh sentral. Meski belum bisa mengungkap detail perannya, ia memberi sedikit gambaran bahwa karakternya tampak seperti mahasiswa, namun memiliki identitas berbeda. Ia menyebut karakter tersebut sebagai protagonis.
Bagi Oka Antara, bermain dalam film bertema tragedi Woyla menjadi pengalaman yang menantang sekaligus membanggakan. Ia mengaku wacana memfilmkan peristiwa ini sebenarnya sudah lama bergulir, namun kerap gagal karena isu yang dinilai sensitif. Banyak produser disebut sempat ragu untuk merealisasikannya.
Selain Oka Antara, film ini juga dibintangi Naysilla Mirdad yang memerankan pramugari bernama Puspita. Ia mengaku bersyukur bisa terlibat dalam proyek besar ini dan berharap proses syuting berjalan lancar hingga film tayang di bioskop.
Nama lain yang turut memperkuat jajaran pemain antara lain Jeremy Thomas, Teuku Rifnu Wikana, Nagra Pakusadewo, Pierre Gruno, hingga Stevy Pangalila.
Tantangan Dialog dan Latar Tahun 1981
Salah satu tantangan terbesar dalam produksi film ini adalah penyesuaian dialog dengan latar waktu tahun 1981. Oka Antara mengungkapkan dirinya harus menggunakan bahasa baku dengan sapaan seperti “aku” dan “kau”, sesuai gaya bicara era tersebut.
Proses riset tata bahasa dan cara berbicara menjadi bagian penting agar nuansa tahun 1980-an terasa autentik. Ia mengakui tidak mudah mengucapkan dialog dengan gaya formal tersebut, sehingga perlu beberapa penyesuaian selama proses latihan.
Saat ini, proses syuting film Kapal Terbang telah memasuki hari ke-12 dan dijadwalkan rampung dalam beberapa pekan ke depan.
Harapan Tayang di Bioskop Indonesia
Karena mengangkat isu sensitif, Oka Antara sempat mengaku ragu apakah film ini akan benar-benar tayang di bioskop Indonesia. Meski begitu, ia tetap optimistis dan berharap masyarakat bisa menyaksikan film ini secara luas.
Ia ingin generasi sekarang mengenal kembali satu fase penting dalam sejarah Indonesia yang pernah mengguncang dunia. Lewat film Kapal Terbang, kisah pembajakan Woyla 1981 diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga refleksi tentang keberanian dan pengorbanan.
Dengan premis kuat, kisah nyata yang dramatis, serta deretan pemain papan atas, Kapal Terbang menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan penayangannya di layar lebar.