Deretan Film Baru Pekan Ini, Dari Horor Mistis hingga Drama Keluarga Berbalut Teknologi
Tim Teaterdotco - 3 jam yang lalu
Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan beragam pilihan tontonan menarik di bioskop pada pekan ini. Mulai dari film horor bernuansa mistis lokal, drama keluarga yang menyentuh emosi, hingga kisah futuristik yang mengangkat dilema kecerdasan buatan, semuanya siap menemani akhir pekan penonton. Empat film terbaru dijadwalkan tayang serentak pada 22 Januari 2026 dan menawarkan cerita dengan karakter kuat serta tema yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Sengkolo: Petaka Satu Suro, Teror Mistis di Desa Terpencil
Film Sengkolo: Petaka Satu Suro hadir sebagai sajian horor yang mengangkat mitos dan kepercayaan Jawa. Disutradarai Deni Saputra, film ini berkisah tentang sebuah desa yang diteror kejadian-kejadian mengerikan menjelang malam Satu Suro. Teror tersebut secara misterius menargetkan para perempuan hamil, memicu kepanikan dan kemarahan warga.
Seiring meningkatnya ketegangan, muncul dugaan bahwa ada pantangan adat yang dilanggar. Atmosfer mencekam dibangun perlahan, memadukan unsur tradisi, kepercayaan leluhur, dan konflik sosial antarwarga. Film ini diperkuat penampilan Aulia Sarah dan Agla Artalidia yang dikenal lekat dengan genre horor tanah air.
Esok Tanpa Ibu, Drama Keluarga dan Dilema Moral Teknologi AI
Berbeda dari horor mistis, Esok Tanpa Ibu menawarkan drama emosional yang sarat refleksi. Disutradarai Woo Ming Jin dari Malaysia, film ini mengisahkan keluarga Hengki yang dilanda krisis setelah sang ibu, Laras, mengalami koma.
Ketidakmampuan Hengki membangun komunikasi dengan anaknya, Rama, memperparah kesunyian di rumah. Dalam upaya mengobati rindu, Rama bersama sahabatnya menciptakan aplikasi AI bernama I-Bu dengan teknologi voice cloning. Namun, kehadiran “ibu digital” justru menimbulkan dilema etika dan luka emosional baru. Film ini menyoroti hubungan manusia dan teknologi dengan pendekatan yang intim dan relevan.
Sebelum Dijemput Nenek, Mitos Kematian dan Luka Keluarga
Film Sebelum Dijemput Nenek memadukan drama keluarga dengan unsur horor lokal. Cerita berfokus pada dua saudara kembar non-identik, Hestu dan Akbar, yang memilih jalan hidup berbeda. Konflik masa lalu membuat Hestu bersumpah tidak akan pulang ke desa sebelum nenek mereka meninggal.
Sumpah itu menjadi kenyataan ketika sang nenek wafat di waktu yang dipercaya keramat: Sabtu Wage dengan hitungan “serba enam”. Mitos desa menyebutkan arwah yang meninggal pada waktu tersebut akan gentayangan. Film ini mengajak penonton menyelami rasa bersalah, penyesalan, dan kepercayaan yang hidup di masyarakat pedesaan.
Mercy, Ketika Keadilan Diserahkan pada Sistem
Melengkapi jajaran film pekan ini, Mercy hadir dengan tema yang lebih futuristik. Film ini mengangkat kisah dunia hukum yang mulai dikendalikan oleh sistem kecerdasan buatan. Keputusan-keputusan hukum yang sebelumnya berada di tangan manusia kini ditentukan oleh algoritma.
Konflik muncul ketika sistem tersebut dianggap tak lagi mencerminkan nilai keadilan dan empati. Mercy menjadi refleksi kritis tentang batas teknologi dalam kehidupan manusia, sekaligus mempertanyakan makna keadilan di era digital.
Dengan genre dan tema yang beragam, deretan film Indonesia tayang pekan ini menawarkan alternatif hiburan yang kaya cerita dan makna. Penonton dapat memilih sensasi horor tradisional, drama keluarga yang menyentuh, hingga kisah futuristik penuh pertanyaan moral. Kehadiran film-film ini sekaligus menegaskan bahwa perfilman Indonesia terus berkembang, baik dari sisi cerita maupun keberanian mengangkat isu-isu relevan.