Film Dokumenter Melania Trump Kejutkan Box Office AS, Tembus Tiga Besar di Pekan Pembuka

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Film Dokumenter Melania Trump Kejutkan Box Office AS, Tembus Tiga Besar di Pekan Pembuka

Industri perfilman Amerika Serikat dikejutkan oleh performa film dokumenter berjudul Melania. Film yang mengangkat kehidupan Melania Trump menjelang pelantikan kedua Donald Trump sebagai Presiden AS pada Januari 2025 ini sukses melampaui prediksi awal dan langsung menembus tiga besar box office Amerika Utara pada pekan pembukaannya. Sebuah capaian langka untuk film dokumenter non-musik.

Tembus Tiga Besar Box Office

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, Melania meraup pendapatan sekitar US$7,04 juta atau setara Rp118 miliar dari 1.778 bioskop. Angka ini jauh di atas perkiraan awal analis yang hanya memprediksi pemasukan di kisaran US$3–5 juta. Dengan hasil tersebut, Melania duduk di posisi ketiga box office akhir pekan, di bawah Send Help garapan Sam Raimi yang memimpin dengan US$20 juta, serta Iron Lung, film independen adaptasi gim karya YouTuber Markiplier yang meraih US$17,8 juta.

Capaian ini disambut positif oleh Amazon MGM Studios sebagai rumah produksi dan distributor. Kevin Wilson, Kepala Distribusi Teatrikal Domestik Amazon MGM, menyebut pembukaan kuat ini sebagai langkah awal penting dalam strategi jangka panjang perusahaan, terutama untuk mendukung ekosistem layanan streaming mereka.

Laris di Penonton, Dingin di Mata Kritikus

Meski sukses secara komersial di awal penayangan, Melania justru menuai respons kontras dari para kritikus film. Di situs agregator ulasan, skor film ini tergolong sangat rendah. Rotten Tomatoes hanya memberi nilai 10 persen, sementara Metacritic berada di kisaran satu digit. Artinya, mayoritas kritikus menilai film ini gagal secara artistik maupun naratif.

Sebaliknya, respons penonton justru berbanding terbalik. CinemaScore mencatat nilai A dari audiens, menandakan kepuasan tinggi dari mereka yang membeli tiket. Bahkan Melania Trump sempat merayakan pencapaian ini lewat media sosial pribadinya.

Demografi Penonton dan Polarisasi Politik

Data penonton menunjukkan film ini didominasi oleh perempuan, mencapai sekitar 72 persen, dengan mayoritas berusia di atas 45 tahun. Basis penonton terbesar terkonsentrasi di wilayah-wilayah konservatif dan kantong pendukung Trump seperti Dallas, Orlando, Tampa, Phoenix, dan West Palm Beach. Sementara itu, minat di kota-kota besar yang dikenal lebih liberal terpantau jauh lebih rendah.

Fakta ini memperkuat anggapan bahwa Melania bukan sekadar tontonan dokumenter, melainkan juga cerminan polarisasi politik yang masih kuat di Amerika Serikat.

Biaya Fantastis dan Spekulasi Motif Politik

Di balik pembukaan yang menjanjikan, film ini masih menghadapi tantangan besar untuk mencapai titik impas. Amazon MGM dilaporkan menghabiskan total sekitar US$75 juta, terdiri dari US$40 juta untuk hak distribusi dan US$35 juta untuk pemasaran. Analis memperkirakan film ini perlu meraup setidaknya US$40–45 juta hanya untuk balik modal.

Besarnya investasi tersebut memicu spekulasi bahwa proyek ini bukan murni berorientasi keuntungan. Sejumlah pengamat industri, termasuk David A. Gross dari Franchise Entertainment Research, menyebut Melania lebih tepat disebut sebagai “investasi politik” yang bertujuan membangun relasi dan pengaruh, ketimbang sekadar mencari laba box office.

Kontroversi Sutradara dan Masalah di Balik Layar

Kontroversi lain datang dari sosok sutradara Brett Ratner, yang kembali ke dunia film setelah lama vakum akibat tuduhan pelecehan seksual pada 2017. Meski tuduhan tersebut tidak berujung tuntutan pidana, bayang-bayang kontroversi tetap melekat. Bahkan, laporan menyebutkan dua pertiga kru produksi di New York meminta nama mereka dihapus dari kredit film sebagai bentuk ketidaknyamanan.

Dengan segala pencapaian dan polemiknya, Melania menjadi contoh menarik bagaimana film dokumenter bisa sukses menarik penonton, namun tetap memicu perdebatan tajam, baik soal kualitas film maupun motif di balik pembuatannya.