Film Ghost in the Cell Tembus 3 Juta Penonton dalam 25 Hari

Tim Teaterdotco - 19 jam yang lalu
Film Ghost in the Cell Tembus 3 Juta Penonton dalam 25 Hari

Film horor komedi Ghost in the Cell kembali mencatat pencapaian besar di industri perfilman Indonesia. Karya terbaru sutradara Joko Anwar itu resmi menembus angka 3 juta penonton pada hari ke-25 penayangannya di bioskop nasional.

Berdasarkan data terbaru hingga Minggu, 10 Mei 2026, film tersebut telah mengumpulkan lebih dari 3.026.540 penonton sejak pertama kali tayang pada 16 April 2026. Angka ini sekaligus menjadikan Ghost in the Cell sebagai salah satu film Indonesia tersukses tahun ini.

Kabar pencapaian tersebut diumumkan langsung oleh Joko Anwar melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (11/5/2026). Dalam unggahannya, ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada para penonton yang terus mendukung film tersebut sejak hari pertama penayangan.

“Milestone baru sudah tercapai,” tulis Joko Anwar singkat dalam unggahan tersebut.

Konsisten Tambah Penonton di Pekan Keempat

Performa Ghost in the Cell terbilang sangat stabil di bioskop. Setelah lebih dulu mencatat 2.012.571 penonton pada hari ke-13, film ini berhasil menambah sekitar satu juta penonton hanya dalam kurun waktu 12 hari berikutnya.

Data Cinepoint menunjukkan bahwa selama periode 4 hingga 10 Mei 2026 saja, film ini masih mampu menarik tambahan lebih dari 354 ribu penonton. Tren tersebut memperlihatkan antusiasme publik terhadap film garapan rumah produksi Come and See Pictures itu belum menunjukkan tanda penurunan signifikan.

Keberhasilan tersebut membuat Ghost in the Cell menjadi film Indonesia ketiga pada tahun 2026 yang sukses menembus angka 3 juta penonton. Sebelumnya, capaian serupa lebih dulu diraih film Danur: The Last Chapter dan Tunggu Aku Sukses Nanti.

Tak hanya itu, film ini juga memperkuat reputasi Joko Anwar sebagai salah satu sutradara paling sukses di Indonesia. Ghost in the Cell kini menjadi film keempat Joko Anwar yang berhasil meraih lebih dari 3 juta penonton setelah Pengabdi Setan, Pengabdi Setan 2: Communion, dan Siksa Kubur.

Cerita Horor Penjara yang Beda dari Biasanya

Ghost in the Cell menghadirkan cerita yang memadukan unsur horor, komedi, dan kritik sosial dalam satu narasi. Film ini berlatar di sebuah lembaga pemasyarakatan bernama Labuhan Angsana yang dipenuhi berbagai konflik internal.

Cerita berfokus pada kehidupan para narapidana yang harus menghadapi penindasan dari oknum pejabat lapas, kekerasan antarpenghuni sel, hingga praktik korupsi yang berlangsung di dalam penjara.

Situasi semakin mencekam ketika seorang narapidana baru datang bersamaan dengan munculnya sosok hantu misterius yang memicu serangkaian kematian tragis di dalam lapas tersebut.

Di tengah teror supranatural, para napi mencoba bertahan hidup dengan berbagai cara. Mulai dari beribadah, mengikuti kelas tari, hingga membangun solidaritas antar sesama tahanan demi melawan sistem yang korup.

Kombinasi genre horor dan komedi yang dibalut kritik sosial dianggap menjadi salah satu alasan utama film ini begitu diminati penonton dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Diperkuat Deretan Aktor Ternama

Film ini turut dibintangi sejumlah aktor papan atas Indonesia seperti Abimana Aryasatya, Rio Dewanto, Lukman Sardi, Bront Palarae, Tora Sudiro, hingga Aming.

Penampilan para pemain dinilai berhasil memperkuat nuansa horor sekaligus komedi yang menjadi ciri khas film ini.

Selain itu, sejumlah pengamat menilai film ini juga memiliki pesan moral yang cukup kuat. Beberapa media bahkan mengaitkan karakter para tokohnya dengan nilai pengendalian diri dan solidaritas dalam menghadapi ketidakadilan.

Berpotensi Pecahkan Rekor Baru

Dengan tren penonton yang masih terus bertambah setiap harinya, Ghost in the Cell kini disebut berpeluang melampaui capaian Danur: The Last Chapter yang sebelumnya mengumpulkan lebih dari 3,6 juta penonton.

Jika performanya tetap stabil dalam beberapa hari ke depan, bukan tidak mungkin film ini akan masuk daftar film Indonesia terlaris sepanjang tahun 2026.

Sebagai bentuk apresiasi kepada penonton, Joko Anwar juga berjanji akan membagikan lebih banyak konten eksklusif di balik layar proses produksi film tersebut melalui media sosial.

Hingga saat ini, Ghost in the Cell masih tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia dan terus menjadi salah satu film yang paling banyak dibicarakan publik.