Forgotten Island, Film Animasi Baru DreamWorks yang Terinspirasi Budaya Filipina

-
Forgotten Island, Film Animasi Baru DreamWorks yang Terinspirasi Budaya Filipina

DreamWorks Animation kembali mencuri perhatian lewat proyek terbarunya berjudul Forgotten Island, sebuah film animasi petualangan fantasi yang menggabungkan kisah emosional, budaya Filipina, dan dunia magis penuh makhluk mitologi. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 25 September dan sudah menjadi salah satu sorotan di Annecy International Animation Film Festival.

Disutradarai oleh Joel Crawford dan Januel Mercado, Forgotten Island bukan sekadar film petualangan biasa. Di balik visualnya yang penuh warna, tersimpan cerita personal tentang persahabatan, perpisahan, dan akar budaya yang dibangun dari pengalaman hidup para kreatornya.

Kisah Dua Sahabat di Ambang Perpisahan

Cerita Forgotten Island berpusat pada dua sahabat remaja, Jo dan Raissa, yang tumbuh besar di Filipina pada era 1990-an. Setelah lulus sekolah, keduanya dihadapkan pada kenyataan pahit: mereka akan berpisah karena Raissa harus pindah ke Amerika Serikat mengikuti keluarganya.

Di tengah momen emosional tersebut, keduanya tanpa sengaja menemukan sebuah portal misterius. Portal itu membawa mereka ke dunia lain yang dipenuhi legenda dan cerita rakyat Filipina mulai dari makhluk berubah wujud, penyihir, hingga monster yang selama ini hanya mereka dengar dari kisah turun-temurun.

Petualangan pun berubah menjadi perjalanan yang jauh lebih dalam. Bukan hanya soal mencari jalan pulang, tetapi juga mempertahankan hubungan persahabatan yang mulai diuji oleh perbedaan pilihan hidup dan rasa takut kehilangan.

Sentuhan Budaya Filipina yang Kuat dan Otentik

Salah satu kekuatan utama Forgotten Island adalah cara film ini menghadirkan budaya Filipina secara natural dan tidak berlebihan. Januel Mercado, yang memiliki latar belakang Filipina-Amerika, membawa banyak pengalaman pribadinya ke dalam cerita. Sementara itu, Joel Crawford turut memberikan perspektif emosional melalui kedekatannya dengan budaya Filipina dari keluarganya.

Elemen budaya ditampilkan secara detail, mulai dari suasana pesta keluarga yang hangat, tradisi karaoke, jeepney sebagai transportasi khas, hingga kuliner seperti lechon yang menjadi simbol kebersamaan.

Pendekatan ini membuat dunia dalam Forgotten Island terasa hidup dan dekat dengan realitas, bukan sekadar latar fantasi. Para kreator menekankan bahwa cerita yang jujur dari pengalaman pribadi justru mampu menjangkau penonton secara lebih luas.

Deretan Pengisi Suara Bertabur Bintang

Dari sisi pengisi suara, film ini menghadirkan kombinasi menarik antara bintang Hollywood dan talenta keturunan Filipina. Penyanyi R&B H.E.R. dan aktris Liza Soberano dipercaya menghidupkan karakter utama Jo dan Raissa.

Nama-nama lain seperti Jenny Slate, Manny Jacinto, Dolly de Leon, Jo Koy, Ronny Chieng, hingga Lea Salonga juga turut memperkuat jajaran pengisi suara.

Kehadiran Lea Salonga menjadi sorotan tersendiri. Sosok yang dikenal sebagai suara ikonik Disney dalam Aladdin dan Mulan ini justru memerankan karakter antagonis utama, yakni Manananggal, makhluk legendaris paling ditakuti dalam cerita rakyat Filipina.

Visual Animasi dengan Nuansa Baru

Secara visual, Forgotten Island menawarkan pendekatan yang berbeda dari film animasi DreamWorks sebelumnya. Warna-warna cerah, atmosfer tropis, serta sentuhan budaya Asia Tenggara menjadi identitas kuat dalam film ini.

Menariknya, tim produksi juga melibatkan studio animasi berbasis Manila yang memberikan sentuhan gaya 2D bernuansa anime. Kombinasi ini menciptakan tampilan visual yang segar, memadukan gaya Barat dengan estetika khas Asia.

Lebih dari Sekadar Film Petualangan

Di balik kisah fantasi dan dunia magisnya, Forgotten Island membawa pesan yang lebih dalam tentang persahabatan, keluarga, dan identitas budaya. Para sutradara menegaskan bahwa film ini merupakan bentuk penghormatan terhadap orang-orang terdekat dalam hidup mereka, terutama perempuan yang berperan besar dalam perjalanan mereka.

Cerita ini juga menggambarkan bagaimana kenangan masa kecil dan budaya tempat seseorang tumbuh dapat membentuk siapa mereka di masa depan.