Imam Darto Tanggapi Kritik Film Gudang Merica, Tegaskan Riset Medis Dilakukan Serius

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Imam Darto Tanggapi Kritik Film Gudang Merica, Tegaskan Riset Medis Dilakukan Serius

Sutradara sekaligus presenter, Imam Darto, akhirnya buka suara terkait kritik yang ramai bermunculan di media sosial setelah perilisan trailer film terbarunya, Gudang Merica. Film bergenre horor-komedi tersebut menjadi sorotan warganet karena dinilai kurang akurat dalam menggambarkan dunia medis, khususnya kehidupan mahasiswa koas (ko-asisten) dan suasana rumah sakit.

Menanggapi hal itu, Darto menegaskan bahwa tim produksi tidak asal-asalan dalam menggarap film ini. Ia memastikan bahwa proses riset dilakukan secara mendalam dengan melibatkan tenaga profesional di bidang medis.

Riset Medis Dilakukan Bersama Dokter Asli

Menurut Darto, sebelum proses syuting dimulai, para pemain diwajibkan mengikuti workshop khusus bersama dokter untuk memahami dasar-dasar penanganan pasien. Workshop tersebut berlangsung selama beberapa hari dan membahas berbagai prosedur medis penting.

“Kalau bicara riset, kita risetnya luar biasa. Kita tanya langsung ke dokter. Bahkan para pemain ikut workshop selama tiga hari,” ujar Darto saat ditemui di kawasan Senayan, Rabu (15/4/2026).

Dalam pelatihan tersebut, para aktor mempelajari teknik dasar seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP) hingga cara menangani pasien dengan benar. Tidak hanya itu, beberapa dokter yang terlibat dalam workshop juga turut ambil peran dalam film.

“Kita workshop cara menangani pasien, RJP itu gimana. Bahkan ada dokter yang ikut terlibat langsung di film,” tambahnya.

Dokter Terlibat Langsung di Lokasi Syuting

Untuk menjaga akurasi, tim produksi juga menghadirkan dokter asli selama proses syuting berlangsung. Kehadiran mereka bertujuan memastikan setiap adegan medis tetap memiliki dasar yang benar, meski dibalut dengan unsur hiburan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen tim produksi dalam menghadirkan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga tetap memperhatikan detail teknis.

Kritik Soal Rumah Sakit Sepi, Ini Penjelasan Sutradara

Salah satu kritik yang paling banyak disorot adalah latar rumah sakit dalam film yang terlihat sepi dan dinilai tidak realistis untuk setting mahasiswa koas. Menanggapi hal ini, Darto menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan cerita.

Ia menyebut bahwa dalam produksi film sering terjadi kompromi antara kebutuhan artistik, logika cerita, dan keterbatasan lokasi.

“Kalau bicara koas, memang biasanya di rumah sakit pendidikan dan nggak mungkin sepi. Tapi di film ini, kita butuh situasi yang mendukung cerita,” jelasnya.

Darto menambahkan bahwa karakter dalam film sengaja dibuat sebagai mahasiswa kedokteran, bukan dokter spesialis, agar perilaku mereka yang masih belajar tetap terasa masuk akal.

“Kalau dokter spesialis mungkin nggak akan sesembrono itu. Tapi kalau mahasiswa, masih bisa dimaklumi karena mereka masih dalam proses belajar,” katanya.

Unsur Cerita Jadi Pertimbangan Utama

Darto juga menegaskan bahwa suasana rumah sakit yang sepi merupakan bagian penting dari pembangunan nuansa horor-komedi dalam film Gudang Merica. Tanpa elemen tersebut, menurutnya, alur cerita tidak akan berjalan maksimal.

“Kalau rumah sakitnya ramai, ceritanya nggak akan bergerak. Jadi itu keputusan terbaik yang kita ambil saat itu,” ujarnya.

Tanggapan Santai terhadap Kritik Netizen

Menariknya, Darto mengaku tidak mengikuti langsung kritik yang beredar di platform X (dulu Twitter). Ia mengetahui adanya perbincangan tersebut justru dari rekan-rekannya.

“Saya sudah lama nggak buka X. Jadi tahu dari teman-teman saja. Ya sudah, kita terima saja,” ucapnya santai.

Meski begitu, ia tetap menghargai berbagai masukan dari publik sebagai bagian dari proses belajar dalam karier penyutradaraannya.

Tayang Mei 2026 di Bioskop

Film Gudang Merica yang diproduksi oleh MVP Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 21 Mei 2026.

Darto berharap penonton dapat menilai film ini secara utuh saat sudah dirilis nanti, bukan hanya berdasarkan potongan trailer yang beredar.

“Kita masih terus belajar. Semoga saat filmnya tayang, penonton bisa menikmati keseluruhan ceritanya,” tutupnya.