Backrooms Jadi Film Terlaris A24, Raup Rp1,6 Triliun dalam Enam Hari Tayang

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Backrooms Jadi Film Terlaris A24, Raup Rp1,6 Triliun dalam Enam Hari Tayang

Film horor terbaru berjudul Backrooms sukses mencetak sejarah baru di industri perfilman Amerika Serikat. Film produksi studio independen A24 itu berhasil menembus pendapatan domestik sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun hanya dalam waktu enam hari penayangan.

Pencapaian tersebut membuat Backrooms resmi menjadi film dengan pendapatan domestik terbesar sepanjang sejarah A24. Rekor sebelumnya dipegang oleh Marty Supreme yang dirilis pada Desember tahun lalu dengan total pendapatan domestik mencapai 96 juta dolar AS.

Keberhasilan ini dianggap luar biasa mengingat A24 dikenal sebagai studio film independen yang biasanya memproduksi film arthouse dan horor dengan pasar lebih terbatas. Di tengah kondisi industri bioskop yang masih kompetitif, pencapaian Backrooms dinilai jauh melampaui ekspektasi banyak analis.

Secara global, film ini juga tampil impresif dengan total pendapatan mencapai 144 juta dolar AS hingga saat ini. Angka tersebut diprediksi masih akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.

Debut Fantastis Pecahkan Banyak Rekor

Pada pekan pertama penayangannya, Backrooms langsung membuka debut dengan pendapatan 81 juta dolar AS di Amerika Utara dan 118 juta dolar AS secara global. Angka itu menjadikannya sebagai pembukaan terbesar sepanjang sejarah A24.

Film tersebut bahkan melampaui rekor sebelumnya yang dipegang film thriller Civil War karya Alex Garland pada 2024 dengan pendapatan debut sebesar 25,5 juta dolar AS. Artinya, Backrooms menghasilkan lebih dari tiga kali lipat rekor lama studio tersebut.

Tak hanya itu, Backrooms juga tercatat sebagai film horor orisinal dengan pembukaan terbesar sepanjang sejarah box office modern. Kesuksesan ini membuat nama sutradara muda Kane Parsons langsung menjadi sorotan besar di Hollywood.

Parsons yang sebelumnya dikenal sebagai kreator YouTube kini resmi menjadi sutradara termuda yang berhasil membawa filmnya menduduki posisi nomor satu box office Amerika Serikat. Rekor sebelumnya dipegang Josh Trank saat film Chronicle dirilis pada 2012.

Analis industri memperkirakan film ini masih akan mempertahankan performa kuat pada pekan kedua penayangannya dengan estimasi pendapatan tambahan sekitar 48 hingga 50 juta dolar AS.

Berawal dari Web Series Viral

Kesuksesan Backrooms tidak lepas dari popularitas konsepnya di internet. Film ini diadaptasi dari web series viral karya Kane Parsons yang mengangkat fenomena “liminal space” atau ruang misterius yang terasa asing, kosong, dan menyeramkan.

Konsep “Backrooms” pertama kali populer di forum internet 4chan sebelum menyebar luas melalui Reddit, TikTok, dan berbagai platform media sosial lainnya. Atmosfer ruangan tanpa ujung dengan nuansa sunyi menjadi daya tarik utama cerita tersebut.

Versi filmnya mengikuti kisah seorang pemilik toko furnitur yang diperankan Chiwetel Ejiofor. Ia menemukan sebuah pintu rahasia yang membawanya ke lorong dan ruangan misterius tanpa akhir. Setelah menghilang secara misterius, terapisnya yang diperankan Renate Reinsve mencoba masuk ke dunia tersebut demi menyelamatkannya.

Dengan nuansa horor psikologis dan atmosfer mencekam, Backrooms berhasil menarik perhatian penonton muda sekaligus penggemar horor internet.

Modal Kecil, Untung Besar

Menariknya, Backrooms diproduksi dengan biaya relatif kecil untuk ukuran film Hollywood, yakni sekitar 10 juta dolar AS. Film ini dibiayai bersama oleh A24 dan Chernin Entertainment.

Dengan pendapatan global yang sudah menembus 144 juta dolar AS, film tersebut dipastikan menjadi salah satu proyek paling menguntungkan tahun ini.

Meski belum ada pengumuman resmi mengenai sekuel, Kane Parsons sebelumnya sempat memberi sinyal bahwa dunia Backrooms berpotensi berkembang menjadi franchise film besar di masa depan.

Melihat performa box office yang terus meningkat dan antusiasme penonton yang tinggi, peluang hadirnya kelanjutan cerita tampaknya hanya tinggal menunggu waktu.