Kerugian Lionsgate Membengkak, The Housemaid dan Now You See Me 3 Jadi Penyelamat
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Studio film Lionsgate kembali mencatat kerugian pada kuartal terbaru, meski kinerja bisnis film mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan berkat kesuksesan sejumlah judul layar lebar. Film The Housemaid dan Now You See Me: Now You Don’t menjadi penopang utama pendapatan studio, di tengah melemahnya performa divisi televisi.
Dalam laporan keuangan terbarunya, Lionsgate membukukan kerugian sebesar 46,2 juta dolar AS, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 21,9 juta dolar AS. Kerugian per saham pun melebar menjadi 16 sen, dari sebelumnya 9 sen. Meski demikian, secara keseluruhan pendapatan perusahaan justru mengalami kenaikan 15,3% menjadi 724,3 juta dolar AS.
Film Layar Lebar Jadi Motor Pertumbuhan
Divisi film Lionsgate yang sempat terseok-seok dalam beberapa tahun terakhir kini mulai menunjukkan pemulihan. Pendapatan dari segmen motion picture melonjak 35% secara tahunan menjadi 421,2 juta dolar AS, didorong oleh performa dua film beranggaran menengah, yakni The Housemaid dan Now You See Me: Now You Don’t.
Khusus The Housemaid, film ini baru dirilis pada 19 Desember, sehingga sebagian besar pendapatan box office-nya baru akan tercatat pada kuartal berikutnya. Hal ini membuat kontribusi film tersebut terhadap laporan keuangan kali ini belum sepenuhnya terlihat.
Meski pendapatan meningkat, laba segmen film justru turun dari 82,7 juta dolar AS menjadi 58,5 juta dolar AS. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya biaya promosi dan pemasaran, terutama untuk film-film liburan yang dirilis pada periode tersebut. CEO Lionsgate, Jon Feltheimer, mengungkapkan bahwa sekuel The Housemaid direncanakan mulai diproduksi tahun ini, menandakan kepercayaan studio terhadap potensi waralaba baru tersebut.
Divisi Televisi Alami Penurunan
Berbeda dengan bisnis film, divisi televisi Lionsgate mengalami tekanan cukup signifikan. Pendapatan segmen ini turun 25% menjadi 303,1 juta dolar AS. Sementara itu, laba televisi turun tipis dari 60,9 juta dolar AS menjadi 55,7 juta dolar AS.
Manajemen menjelaskan bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh waktu pengiriman episode yang tidak bertepatan dengan periode laporan. Meski demikian, penurunan ini sebagian tertahan oleh pemasukan lisensi dari katalog konten lama Lionsgate, termasuk serial The Studio dan The Hunting Wives yang masih diminati pasar global.
Optimisme Manajemen dan Respons Pasar
Dalam konferensi analis usai pengumuman laporan keuangan, Jon Feltheimer menegaskan optimismenya terhadap posisi Lionsgate di industri hiburan global. Ia menyebut bahwa portofolio film dan televisi perusahaan tetap kuat, dengan katalog konten yang terus berkembang dan diisi oleh waralaba serta serial baru yang bernilai tinggi.
Menurut Feltheimer, Lionsgate kini berada di posisi strategis di tengah ekosistem media global, di mana konten menjadi aset utama, termasuk dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta pembahasan merger dan akuisisi industri.
Respons pasar terhadap laporan ini terbilang cukup positif. Saham Lionsgate naik tipis dalam perdagangan setelah jam bursa, dengan harga saham bertahan di kisaran di bawah 9 dolar AS per lembar.
Lionsgate Pasca Spin-off Starz
Struktur bisnis Lionsgate kini terlihat lebih ramping setelah perusahaan resmi memisahkan layanan streaming Starz pada 2025. Langkah ini dinilai memungkinkan Lionsgate untuk lebih fokus mengembangkan bisnis produksi dan distribusi film serta televisi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain konten global.
Dengan pipeline film yang kembali aktif dan rencana pengembangan waralaba baru, Lionsgate berharap kebangkitan bisnis film dapat terus berlanjut dan membantu menekan kerugian perusahaan pada kuartal-kuartal mendatang.