Paramount Rilis Trailer Children of Blood and Bone, Tampilkan Dunia Sihir Orisha yang Spektakuler

-
Paramount Rilis Trailer Children of Blood and Bone, Tampilkan Dunia Sihir Orisha yang Spektakuler

Paramount Pictures resmi merilis trailer perdana Children of Blood and Bone, film fantasi yang diadaptasi dari novel best seller karya Tomi Adeyemi. Cuplikan berdurasi lebih dari dua menit itu langsung mencuri perhatian lewat visual megah, pertarungan penuh sihir, hingga deretan aktor papan atas yang mengisi jajaran pemeran.

Disutradarai Gina Prince-Bythewood, sineas di balik kesuksesan The Woman King, film ini dijadwalkan tayang di bioskop dan IMAX mulai 15 Januari 2027. Adaptasi tersebut menjadi salah satu proyek fantasi paling ambisius Paramount dalam beberapa tahun terakhir.

Sinopsis Children of Blood and Bone

Kisahnya berlatar di Orïsha, sebuah kerajaan yang dahulu hidup berdampingan dengan sihir. Masyarakat yang memiliki kemampuan magis dikenal sebagai Maji, tetapi kedamaian itu berakhir ketika Raja Saran memutuskan memburu dan memusnahkan para pengguna sihir demi menghapus kekuatan tersebut dari negerinya.

Di tengah situasi penuh penindasan, muncul Zélie Adebola, gadis muda yang menyimpan harapan terakhir untuk mengembalikan sihir yang telah direnggut dari rakyat Orïsha.

Bersama sang kakak, Tzain, Zélie memulai perjalanan berbahaya. Mereka kemudian bekerja sama dengan dua anak Raja Saran, yakni Pangeran Inan dan Putri Amari, yang perlahan mulai mempertanyakan kekejaman ayah mereka sendiri.

Misi itu bukan hanya soal menghidupkan kembali sihir, tetapi juga membebaskan Orïsha dari pemerintahan yang penuh ketakutan.

Trailer Perlihatkan Dunia Fantasi yang Kaya Visual

Trailer dibuka dengan sosok Jumoke, ibu Zélie, yang mengingatkan putrinya bahwa Orïsha pernah menjadi negeri tempat sihir mengalir dalam kehidupan setiap orang.

"Dulu, Orïsha adalah tanah tempat sihir hidup bersama rakyatnya," demikian narasi yang mengawali cuplikan tersebut.

Selanjutnya, penonton diajak menyaksikan berbagai lanskap yang memanjakan mata, mulai dari gurun pasir, desa di tepi pantai, hutan tropis, hingga sungai berwarna merah muda yang menjadi salah satu lokasi ikonik dalam film.

Tak hanya mengandalkan visual, trailer juga dipenuhi adegan laga berskala besar. Pertarungan menggunakan pedang, tombak, serta kekuatan supranatural berlangsung silih berganti, memperlihatkan konflik antara para Maji dan pasukan kerajaan.

Salah satu dialog yang paling mencuri perhatian datang dari Raja Saran yang menyebut sihir sebagai "penyakit" yang harus dimusnahkan. Pernyataan itu menjadi gambaran jelas mengenai konflik utama yang akan dihadapi para tokoh.

Cuplikan tersebut juga memperkenalkan beberapa klan Maji dengan kemampuan berbeda, termasuk Omi Clan yang mengendalikan air serta Ikú Clan yang memiliki kekuatan atas kehidupan dan kematian.

Bertabur Bintang Hollywood

Selain menawarkan dunia fantasi yang luas, Children of Blood and Bone juga menghadirkan jajaran pemain yang tak kalah menarik.

Thuso Mbedu dipercaya memerankan Zélie Adebola sebagai tokoh utama. Ia didampingi Tosin Cole sebagai Tzain, Damson Idris sebagai Pangeran Inan, dan Amandla Stenberg sebagai Putri Amari.

Sementara itu, Chiwetel Ejiofor tampil sebagai Raja Saran, penguasa yang berusaha menghapus keberadaan sihir dari Orïsha.

Deretan pemain lainnya juga dipenuhi nama besar, seperti Viola Davis, Idris Elba, Cynthia Erivo, Lashana Lynch, Regina King, Zackary Momoh, hingga Richard Mofe-Damijo. Kombinasi para aktor tersebut membuat film ini menjadi salah satu ensemble cast paling menjanjikan di genre fantasi.

Diangkat dari Novel Fenomenal Tomi Adeyemi

Film ini merupakan adaptasi dari novel Children of Blood and Bone yang terbit pada 2018 dan langsung menduduki posisi pertama dalam daftar New York Times Best Seller.

Kesuksesan novel tersebut berlanjut lewat dua sekuel, yaitu Children of Virtue and Vengeance (2019) serta Children of Anguish and Anarchy (2024), yang melengkapi trilogi fantasi karya Tomi Adeyemi.

Untuk menghadirkan dunia Orïsha terasa autentik, proses produksi dilakukan di berbagai lokasi di Afrika. Gina Prince-Bythewood memilih lokasi nyata agar nuansa budaya dan lanskap Afrika tetap terasa kuat meski dibalut elemen fantasi.

Sempat Diwarnai Isu dengan Penulis Novel

Menjelang perilisan trailer, nama Tomi Adeyemi sempat menjadi sorotan setelah ia mengunggah pernyataan di media sosial yang mengisyaratkan dirinya mengambil jarak dari proyek adaptasi film tersebut.

Meski tidak menjelaskan secara rinci penyebabnya, unggahan tersebut memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan tim produksi. Hingga kini, Paramount tetap melanjutkan promosi film sesuai jadwal tanpa memberikan tanggapan lebih lanjut terkait isu tersebut.

Terlepas dari polemik di balik layar, trailer perdana berhasil meningkatkan antusiasme penggemar. Dengan visual sinematik, cerita fantasi yang kaya akan budaya Afrika, serta dukungan para bintang Hollywood, Children of Blood and Bone berpotensi menjadi salah satu film fantasi terbesar yang membuka tahun 2027.