Project Hail Mary Berhasil Tembus Rp 2 Triliun Lebih di Pekan Perdana

Tim Teaterdotco - Selasa, 24 Maret 2026 09:45 WIB
Project Hail Mary Berhasil Tembus Rp 2 Triliun Lebih di Pekan Perdana

Project Hail Mary mencatatkan debut spektakuler di box office global dan langsung menjadi salah satu film paling sukses di awal 2026. Film fiksi ilmiah yang dibintangi Ryan Gosling ini tidak hanya memimpin perolehan pendapatan, tetapi juga memecahkan sejumlah rekor penting di industri perfilman.

Debut Fantastis, Tembus Rp 2,2 Triliun

Sejak penayangan perdananya, Project Hail Mary langsung melesat dengan pendapatan luar biasa. Di Amerika Utara saja, film ini meraup sekitar US$80,6 juta atau setara Rp 1,3 triliun. Sementara dari pasar internasional, film ini mengumpulkan sekitar US$60,4 juta dari lebih dari 80 negara.

Jika digabungkan, total pendapatan globalnya mencapai sekitar US$141 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun hanya dalam akhir pekan pembuka. Angka ini menjadikan Project Hail Mary sebagai debut box office terbesar tahun 2026 sejauh ini, melampaui film lain seperti Scream 7.

Tak hanya itu, film ini juga berhasil mencetak rekor sebagai pembukaan terbesar sepanjang sejarah Amazon MGM Studios, melampaui pencapaian Creed III yang sebelumnya memegang rekor tersebut.

Bukti Film Non-Franchise Masih Diminati

Kesuksesan Project Hail Mary menjadi bukti bahwa film non-sekuel atau non-waralaba masih memiliki daya tarik besar di bioskop. Dalam beberapa tahun terakhir, industri film didominasi oleh sekuel, reboot, dan franchise besar.

Namun, film ini justru mampu menembus tren tersebut. Bahkan, Project Hail Mary menjadi salah satu dari sedikit film non-franchise dalam satu dekade terakhir yang berhasil meraih pembukaan lebih dari US$80 juta di pasar domestik.

Capaian ini menempatkannya sejajar dengan film-film besar seperti Oppenheimer, sekaligus menunjukkan bahwa penonton masih tertarik pada cerita orisinal dengan konsep kuat.

Sinopsis: Misi Penyelamatan Umat Manusia

Project Hail Mary diadaptasi dari novel karya Andy Weir, penulis yang juga sukses dengan The Martian. Film ini disutradarai oleh Phil Lord dan Christopher Miller, duo kreatif di balik sejumlah film populer.

Cerita berfokus pada Ryland Grace, seorang ilmuwan yang terbangun sendirian di pesawat luar angkasa tanpa ingatan tentang siapa dirinya dan apa misinya. Seiring waktu, ia mulai mengingat bahwa dirinya adalah satu-satunya harapan umat manusia.

Ia ditugaskan menjalankan misi antar galaksi untuk menyelamatkan Bumi dari ancaman kepunahan akibat fenomena misterius di luar angkasa. Dalam perjalanan tersebut, Ryland harus mengandalkan kecerdasan, ilmu pengetahuan, dan ketahanan mental untuk bertahan hidup sekaligus menyelesaikan misinya.

Respons Positif dari Kritikus dan Penonton

Selain sukses secara komersial, Project Hail Mary juga mendapat sambutan hangat dari kritikus dan penonton. Film ini meraih skor 95 persen di Rotten Tomatoes serta nilai “A” dari CinemaScore.

Banyak ulasan memuji kekuatan cerita, visual spektakuler, serta penampilan Ryan Gosling yang dinilai mampu membawa emosi dan kedalaman karakter dengan baik.

Tak hanya itu, film ini juga mencatat kontribusi besar dari penayangan IMAX, yang menyumbang lebih dari 20 persen dari total pendapatan domestik. Hal ini menunjukkan tingginya minat penonton untuk menikmati pengalaman sinematik skala besar.

Tantangan Menuju Profit

Meski mencatat awal yang sangat kuat, Project Hail Mary masih menghadapi tantangan untuk mencapai keuntungan. Film ini diketahui memiliki biaya produksi sekitar US$200 juta, belum termasuk biaya pemasaran yang juga besar.

Dengan sistem pembagian pendapatan tiket bioskop, studio perlu mempertahankan performa film ini dalam beberapa minggu ke depan agar bisa benar-benar menghasilkan keuntungan.

Namun, melihat respons positif dan momentum yang kuat, Project Hail Mary memiliki peluang besar untuk terus mendominasi box office global.

Film ini dijadwalkan tayang di Indonesia pada 8 April 2026 dan diprediksi akan menarik perhatian besar dari pecinta film fiksi ilmiah di Tanah Air.