Review Children of Heaven: Kisah Sederhana yang Menyentuh dan Menguras Emosi

Tim Teaterdotco - 9 menit yang lalu
Review Children of Heaven: Kisah Sederhana yang Menyentuh dan Menguras Emosi

Film keluarga kembali hadir di tengah dominasi genre horor di bioskop Indonesia. Kali ini, sutradara Hanung Bramantyo membawa adaptasi film legendaris asal Iran, Children of Heaven, ke layar lebar dengan nuansa yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Children of Heaven yang diproduksi MD Entertainment ini dijadwalkan tayang mulai 27 Mei 2026. Meski diadaptasi dari film peraih nominasi Oscar tahun 1999, Hanung tidak sekadar menyalin cerita aslinya. Ia menghadirkan kisah yang terasa lebih membumi lewat latar kampung di Semarang dan kehidupan keluarga sederhana yang akrab dengan realitas sehari-hari.

Film ini dibintangi Jared Ali sebagai Ali dan Humaira Jahra sebagai Zahra. Keduanya memerankan kakak beradik yang hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama orang tua mereka.

Berawal dari Sepatu yang Hilang

Cerita dimulai ketika Ali tanpa sengaja kehilangan sepatu sekolah milik Zahra yang sebelumnya hendak diperbaiki. Karena takut membuat orang tua mereka semakin terbebani, Ali dan Zahra memilih menyimpan masalah itu sendiri.

Mereka akhirnya sepakat bergantian memakai satu-satunya sepatu yang masih ada agar tetap bisa bersekolah. Zahra memakai sepatu itu saat sekolah pagi, lalu harus buru-buru pulang agar Ali bisa menggunakannya untuk masuk sekolah siang.

Konfliknya memang sederhana, hanya soal sepatu hilang. Namun dari situ, film berkembang menjadi cerita tentang tanggung jawab, kasih sayang saudara, hingga perjuangan anak-anak memahami kondisi keluarganya sejak usia kecil.

Ali kemudian melihat harapan saat sekolahnya mengadakan lomba lari dengan hadiah sepatu baru. Ia pun berusaha keras mengikuti perlombaan itu demi sang adik.

Drama yang Tidak Berlebihan

Salah satu hal yang membuat Children of Heaven terasa berbeda adalah cara film ini menyampaikan emosi. Hanung Bramantyo tidak menjual kesedihan lewat adegan tangisan berlebihan atau dialog yang terlalu dramatis.

Sebaliknya, emosi dibangun lewat situasi-situasi kecil yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Penonton diajak melihat bagaimana dua anak kecil berusaha menyelesaikan masalah tanpa ingin merepotkan orang tua mereka.

Justru karena dibuat sederhana, ceritanya terasa lebih menyentuh. Ada banyak momen sunyi yang diam-diam membuat hati sesak, terutama ketika Ali harus berlari mengejar waktu agar tidak terlambat sekolah setelah menunggu Zahra pulang.

Film ini juga berhasil menggambarkan kehidupan keluarga kelas bawah tanpa terkesan memancing rasa iba. Orang tua Ali dan Zahra tetap digambarkan sebagai sosok pekerja keras yang menjaga harga diri mereka meski hidup serba terbatas.

Latar Semarang Era 1980-an Terasa Hidup

Nuansa Semarang tahun 1980-an menjadi salah satu kekuatan visual film ini. Gang sempit, rumah sederhana di pinggir sungai, suasana kampung, hingga radio yang memutar pidato Presiden Soeharto membuat latar cerita terasa realistis dan hidup.

Detail-detail kecil itu membuat penonton memahami bahwa kehilangan sepasang sepatu bisa menjadi masalah besar bagi sebuah keluarga sederhana.

Hanung juga cukup berhasil memindahkan ruh film aslinya ke konteks Indonesia tanpa kehilangan makna utama cerita. Kehangatan keluarga, perjuangan hidup, dan hubungan kakak-adik tetap menjadi inti film ini.

Akting Dua Pemeran Cilik Jadi Sorotan

Penampilan Jared Ali dan Humaira Jahra menjadi kekuatan terbesar film ini. Chemistry keduanya terasa natural dan tidak dibuat-buat. Mereka tampil seperti kakak-adik sungguhan yang saling menjaga satu sama lain.

Jared Ali mampu memperlihatkan rasa bersalah, panik, dan tanggung jawab seorang kakak dengan sangat alami. Sementara Humaira Jahra tampil hangat sebagai Zahra yang perlahan belajar memahami keadaan keluarganya.

Selain dua pemeran utama tersebut, film ini juga diperkuat penampilan Andri Mashadi, Faradina Mufti, Muhadkly Acho, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga. Kehadiran beberapa komika di film ini memberi sentuhan ringan yang membuat suasana tetap hangat tanpa mengurangi sisi emosional cerita.

Jadi Tontonan Keluarga yang Penuh Makna

Di tengah banyaknya film dengan konflik besar dan efek dramatis berlebihan, Children of Heaven justru hadir dengan cerita yang tenang dan sederhana. Namun di balik kesederhanaannya, film ini menyimpan pesan yang kuat tentang keluarga, pengorbanan, dan semangat bertahan hidup.

Film ini tidak hanya mengajak penonton merasa haru, tetapi juga mengingatkan bahwa kebahagiaan kadang datang dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele.