Review Spider-Man: Brand New Day, Peter Parker Memasuki Babak Baru yang Lebih Dewasa
Kai Renata -
Spider-Man: Brand New Day akhirnya resmi tayang di bioskop Indonesia dan menjadi awal baru bagi perjalanan Peter Parker di Marvel Cinematic Universe (MCU). Setelah penutup emosional di Spider-Man: No Way Home, film keempat Spider-Man versi Tom Holland ini membawa penonton melihat sisi lain sang manusia laba-laba, bukan lagi sebagai remaja yang masih mencari jati diri, melainkan sosok yang harus belajar hidup dengan kehilangan.
Disutradarai Destin Daniel Cretton, film ini mencoba keluar dari formula trilogi sebelumnya. Cerita dibuat lebih personal dengan porsi drama yang lebih besar dibanding humor khas Spider-Man. Hasilnya memang menghadirkan warna baru, meski tidak semua perubahan tersebut berjalan mulus.
Baca juga: Jadwal tayang Spider-Man: Brand New Day lengkap di bioskop seluruh Indonesia.
Peter Parker Kini Benar-Benar Sendirian
Film melanjutkan kisah setelah mantra Doctor Strange membuat seluruh dunia melupakan Peter Parker. MJ, Ned, hingga orang-orang terdekatnya tak lagi mengenal siapa dirinya.
Peter pun menjalani hidup yang nyaris dimulai dari nol. Di siang hari ia berusaha menjalani kehidupan biasa, sementara malam harinya tetap berayun di antara gedung-gedung New York sebagai Spider-Man.
Perubahan inilah yang menjadi fondasi cerita Brand New Day. Alih-alih menghadirkan konflik berskala multiverse, film lebih banyak mengeksplorasi rasa kehilangan, kesepian, dan tanggung jawab yang kini harus dipikul Peter seorang diri.
Nuansa tersebut membuat film terasa jauh lebih emosional dibanding tiga film sebelumnya.
Tom Holland Tampilkan Spider-Man yang Lebih Matang
Salah satu kekuatan terbesar film ini tetap berada di tangan Tom Holland.
Aktor berusia 30 tahun itu berhasil memperlihatkan perkembangan karakter Peter Parker yang kini jauh lebih dewasa. Ia tidak lagi tampil sebagai remaja yang ceroboh, melainkan sosok yang mulai memahami bahwa menjadi pahlawan berarti harus siap mengorbankan kebahagiaan pribadi.
Ekspresi kehilangan hingga konflik batin yang ditampilkan Holland menjadi salah satu aspek paling kuat sepanjang film. Chemistry bersama Zendaya memang tidak sebanyak sebelumnya, tetapi setiap momen ketika Peter dan MJ bertemu tetap mampu menyampaikan emosi yang terasa tulus.
Destin Daniel Cretton Membawa Warna Baru
Pergantian kursi sutradara dari Jon Watts kepada Destin Daniel Cretton cukup terasa.
Jika trilogi sebelumnya lebih ringan dan penuh humor, Brand New Day memilih pendekatan yang lebih serius. Namun pengalaman Cretton dalam menggarap Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings tetap terlihat melalui sejumlah adegan aksi yang dinamis.
Adegan kejar-kejaran di tengah kota New York hingga pertarungan melawan musuh baru berhasil dikemas dengan koreografi yang rapi dan intens. Kamera bergerak lincah mengikuti ayunan Spider-Man sehingga beberapa sekuens aksi terasa cukup memuaskan.
Visual film juga tampil lebih matang dengan efek yang mendukung atmosfer misterius sepanjang cerita.
Sadie Sink Berhasil Menambah Emosi Cerita
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian sejak awal promosi film adalah Sadie Sink.
Marvel memang sengaja merahasiakan karakter yang diperankannya hingga film dirilis. Walaupun identitas tersebut sudah lebih dulu diprediksi oleh banyak penggemar, penampilannya tetap memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan cerita.
Sadie Sink berhasil menghadirkan karakter yang emosional sekaligus menjadi salah satu pemicu konflik utama Peter Parker. Meski efek kejutnya tidak sebesar yang diharapkan, aktingnya tetap menjadi salah satu nilai tambah dalam film ini.
Terlalu Banyak Menyiapkan Masa Depan MCU
Di balik berbagai kelebihannya, Spider-Man: Brand New Day masih memiliki masalah yang cukup sering ditemukan pada film-film Marvel belakangan ini.
Cerita beberapa kali kehilangan fokus karena harus membuka jalan menuju proyek MCU berikutnya. Kehadiran sejumlah karakter dari semesta Marvel memang menyenangkan bagi penggemar lama, tetapi tidak semuanya benar-benar dibutuhkan untuk mendukung perjalanan Peter Parker.
Beberapa subplot bahkan terasa terlalu panjang sehingga mengurangi kekuatan konflik utama. Akibatnya, ritme film sempat melambat di pertengahan cerita.
Penonton yang mengikuti seluruh serial dan film Marvel kemungkinan akan lebih mudah memahami berbagai referensi tersebut. Sebaliknya, penonton kasual mungkin akan merasa ada beberapa bagian yang kurang memiliki penjelasan.
Film Spider-Man yang Paling Dewasa
Meski tidak menghadirkan sensasi sebesar No Way Home, Spider-Man: Brand New Day tetap menjadi film yang penting bagi perjalanan Peter Parker.
Film ini menunjukkan bahwa Spider-Man kini telah memasuki fase baru. Ia tidak lagi bergantung pada mentor ataupun sahabat-sahabatnya. Semua keputusan harus diambil sendiri, termasuk menerima kenyataan bahwa menjadi pahlawan berarti hidup dalam kesendirian.
Pendekatan yang lebih emosional membuat film ini terasa berbeda dari trilogi sebelumnya. Walaupun humor khas Spider-Man berkurang dan beberapa subplot terasa berlebihan, perkembangan karakter Peter Parker justru menjadi alasan utama mengapa film ini tetap layak disaksikan.
Review Spider-Man: Brand New Day
Sebagai pembuka babak baru Spider-Man di MCU, Spider-Man: Brand New Day menawarkan cerita yang lebih dewasa dengan penampilan solid dari Tom Holland. Film ini berhasil memperlihatkan perkembangan karakter Peter Parker melalui konflik yang lebih personal dan emosional.
Di sisi lain, film masih dibayangi kebiasaan Marvel yang terlalu sibuk membangun semesta bersama sehingga beberapa bagian kehilangan fokus. Meski demikian, aksi yang memikat, penyutradaraan Destin Daniel Cretton, serta kualitas akting para pemain membuat film ini tetap menjadi tontonan yang memuaskan.