Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Mercy, Ketika Keadilan Diserahkan kepada Sistem Kecerdasan Buatan

Tim Teaterdotco - 3 jam yang lalu
Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Mercy, Ketika Keadilan Diserahkan kepada Sistem Kecerdasan Buatan

Bayangkan sebuah ruang sidang tanpa hakim manusia. Tidak ada palu sidang, tidak ada juri, bahkan tidak ada pembelaan panjang lebar dari pengacara. Di dunia seperti inilah film Mercy membawa penonton, sebuah gambaran masa depan yang terasa jauh, tetapi juga mengerikan karena tampak masuk akal.

Film thriller fiksi ilmiah ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 21 Januari 2026. Sejak pertama diumumkan, Mercy langsung menarik perhatian karena mengangkat isu sensitif: keadilan yang sepenuhnya diserahkan kepada kecerdasan buatan.

Keadilan Tanpa Perasaan

Cerita Mercy berlatar tahun 2029 di Los Angeles. Dalam dunia tersebut, manusia memutuskan bahwa emosi adalah sumber kesalahan. Solusinya: menyerahkan sistem hukum kepada AI bernama Judge Maddox.

AI ini bukan sekadar membantu, melainkan memegang kendali penuh. Ia menjadi hakim, juri, sekaligus eksekutor. Semua keputusan dibuat berdasarkan data, statistik, dan probabilitas. Jika peluang bersalah seseorang melampaui angka tertentu, hukuman akan dijalankan tanpa debat dan tanpa banding.

Bagi sebagian orang, sistem ini dianggap sempurna. Cepat, efisien, dan bebas manipulasi. Namun film ini justru menunjukkan sisi gelap dari kesempurnaan tersebut.

Detektif yang Terjebak Sistem Ciptaannya Sendiri

Tokoh utama Mercy adalah Chris Raven, seorang detektif pembunuhan yang diperankan Chris Pratt. Hidup Raven runtuh dalam sekejap ketika ia dituduh membunuh istrinya sendiri. Lebih buruk lagi, ia tidak diadili oleh manusia, melainkan oleh sistem AI yang dingin dan absolut.

Raven hanya diberi waktu 90 menit untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Tidak ada pengacara yang membantunya berbicara. Satu-satunya cara bertahan hidup adalah menyusun ulang kebenaran lewat jejak digital: rekaman kamera, data ponsel, hingga arsip elektronik.

Ironinya, Raven bukan orang asing bagi Judge Maddox. Ia pernah ikut terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut. Kini, ciptaannya sendiri menjadi ancaman terbesar bagi nyawanya.

Chris Pratt Tampil Gelap dan Brutal

Film ini juga menandai transformasi besar Chris Pratt. Aktor yang selama ini identik dengan karakter santai dan humor ringan tampil jauh lebih muram. Dalam Mercy, tidak ada ruang untuk bercanda.

Pratt bahkan memilih cara ekstrem demi mendalami peran. Ia meminta sutradara Timur Bekmambetov untuk menguncinya di kursi eksekusi selama proses pengambilan gambar. Menurutnya, rasa terjebak dan tidak berdaya itu penting agar emosi karakternya terasa nyata di layar.

Pendekatan tersebut menghasilkan performa yang lebih mentah, penuh tekanan, dan jauh dari persona Pratt yang biasa dikenal publik.

Lebih dari Sekadar Film Thriller

Disutradarai oleh Timur Bekmambetov dan ditulis Marco van Belle, Mercy bukan hanya soal ketegangan dan kejaran waktu. Film ini menyelipkan pertanyaan besar: apakah keadilan bisa diputuskan hanya dengan angka? Apakah kebenaran selalu bisa diterjemahkan menjadi data?

Didukung Rebecca Ferguson sebagai Judge Maddox serta jajaran pemain seperti Annabelle Wallis, Kylie Rogers, Kali Reis, dan Chris Sullivan, Mercy hadir sebagai thriller futuristik yang relevan dengan realitas saat ini.

Di tengah dunia yang semakin bergantung pada teknologi, Mercy terasa seperti peringatan sunyi: ketika manusia menyerahkan nurani pada mesin, siapa yang akan bertanggung jawab atas keputusannya?