Sinopsis dan Jadwal Tayang GOAT, Kisah Kambing Kecil dengan Mimpi Besar
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Film animasi olahraga berjudul GOAT siap meramaikan layar lebar pada 13 Februari 2026. Diproduksi oleh Sony Pictures Animation dan Columbia Pictures, film ini menjadi sorotan karena melibatkan bintang NBA Stephen Curry sebagai produser sekaligus pengisi suara. Lebih dari sekadar tontonan keluarga, GOAT hadir membawa pesan kuat tentang mimpi besar, keberanian, dan inklusivitas di dunia olahraga.
Kisah Kambing Kecil dengan Ambisi Besar
GOAT mengisahkan perjalanan Will Harris, seekor kambing muda bertubuh kecil yang bermimpi menjadi pemain profesional di olahraga bernama roarball. Roarball digambarkan sebagai versi basket berintensitas tinggi yang dimainkan oleh hewan-hewan buas dan bertubuh besar, seperti badak, macan kumbang, hingga komodo. Kehadiran Will di arena ini jelas dianggap tidak lazim.
Will, yang disuarakan oleh Caleb McLaughlin (Stranger Things), kerap diremehkan karena ukuran tubuhnya. Namun, ia memiliki kemampuan tembakan jarak jauh yang luar biasa serta mental pantang menyerah. Seiring cerita berjalan, Will mendapat kesempatan langka bergabung dengan tim profesional dan membuktikan bahwa mimpi besar tidak pernah ditentukan oleh ukuran fisik.
Refleksi Perjalanan Stephen Curry di NBA
Pemilihan karakter kambing sebagai simbol utama bukan tanpa makna. Kata GOAT merujuk pada “Greatest of All Time”, istilah yang kerap dilekatkan pada pemain basket legendaris. Stephen Curry sendiri dikenal sebagai sosok yang mengubah wajah NBA lewat revolusi tembakan tiga angka, meski kerap dipandang sebelah mata di awal karier karena posturnya yang dianggap kurang ideal.
Curry mengaku melihat banyak sisi dirinya dalam karakter Will Harris. Ia menggambarkan GOAT sebagai kisah tentang menjadi berbeda dan menjadikannya kekuatan. Pesan inilah yang ingin ia sampaikan kepada penonton lintas usia melalui medium animasi.
Karakter Unik dan Pengisi Suara Bertabur Bintang
Film ini disutradarai oleh Tyree Dillihay dengan naskah karya Aaron Buchsbaum dan Teddy Riley. Deretan pengisi suara diisi nama-nama populer Hollywood, seperti Gabrielle Union sebagai Jett Fillmore si macan kumbang, Nicola Coughlan sebagai Olivia si burung unta glamor, serta David Harbour sebagai Archie si badak penjaga ring. Stephen Curry sendiri mengisi suara Lenny, jerapah raksasa yang juga digambarkan sebagai rapper.
Interaksi antar karakter dari berbagai spesies ini menjadi kekuatan tersendiri, menghadirkan dinamika tim yang hangat, kocak, sekaligus emosional.
Pesan Inklusivitas dan Keberagaman
Salah satu hal yang membuat GOAT menonjol adalah keberaniannya mengangkat isu inklusivitas, gender, dan keberagaman dengan cara ringan namun bermakna. Liga roarball dalam film ini menampilkan atlet pria dan wanita tanpa diskriminasi, bahkan memberi ruang representasi bagi karakter dengan latar belakang yang beragam. Pesan ini disampaikan natural dan ramah anak, tanpa terasa menggurui.
Animasi Musikal dengan Visual Dinamis
Menariknya, GOAT juga dikemas sebagai film musikal dengan sekitar dua belas lagu yang dibawakan para karakternya. Visual animasinya digarap penuh warna dan energi, menampilkan adegan pertandingan roarball yang dinamis serta humor segar yang mudah dinikmati seluruh keluarga.
Dengan tagline “You’re Never Too Small to Dream Big”, GOAT bukan hanya film animasi olahraga biasa. Ia hadir sebagai kisah inspiratif tentang keberanian menantang batas, cocok untuk anak-anak hingga penonton dewasa yang pernah merasa diremehkan.