Film Dokumenter Melania Tuai Kontroversi: Box Office Turun Tajam, Skor Rotten Tomatoes 99% Jadi Sorotan

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Film Dokumenter Melania Tuai Kontroversi: Box Office Turun Tajam, Skor Rotten Tomatoes 99% Jadi Sorotan

Film dokumenter Melania, yang mengangkat kisah Melania Trump dalam 20 hari menjelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat periode kedua, tengah menjadi perbincangan hangat di industri perfilman global. Bukan hanya karena performa box office-nya yang fluktuatif, tetapi juga karena perbedaan ekstrem antara penilaian kritikus dan skor penonton di berbagai platform ulasan film.

Pendapatan Box Office Anjlok di Pekan Kedua

Setelah debut yang cukup mengejutkan dengan pendapatan US$ 7,2 juta di akhir pekan pertama, film produksi Amazon MGM ini mengalami penurunan tajam hingga 67% di pekan kedua penayangannya di Amerika Serikat. Proyeksi pendapatan di akhir pekan kedua hanya berada di kisaran US$ 2,3 juta, membuat posisinya melorot dari peringkat tiga ke sepuluh tangga box office.

Meski demikian, Amazon menilai performa tersebut masih positif, terutama sebagai bagian dari strategi distribusi jangka panjang yang mencakup penayangan streaming di Prime Video. Tanggal rilis digital film ini sendiri belum diumumkan secara resmi.

Biaya Fantastis dan Performa Global yang Terbatas

Amazon diketahui menggelontorkan dana besar untuk proyek ini. Film Melania dibeli dengan harga sekitar US$ 40 juta, ditambah anggaran pemasaran yang mencapai US$ 35 juta. Film ini dirilis di 26 negara, namun performa internasionalnya terbilang kurang menggembirakan.

Di Inggris, misalnya, film ini hanya mampu bertengger di posisi ke-29 dengan pendapatan yang relatif kecil. Beberapa pasar lain seperti Australia dan Slovenia kampung halaman Melania Trump, menjadi wilayah dengan respons yang sedikit lebih baik.

Skor Ekstrem di Rotten Tomatoes Jadi Kontroversi

Kontroversi terbesar muncul dari perbedaan mencolok skor ulasan. Di Rotten Tomatoes, film ini hanya meraih 7–10% dari kritikus, namun mendapatkan 99% skor penonton di Popcornmeter. Selisih ekstrem ini bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah platform tersebut.

Isu dugaan manipulasi skor pun mencuat, terlebih setelah komedian Jimmy Kimmel menyindir bahwa skor penonton Melania lebih tinggi dibandingkan film klasik legendaris The Godfather. Menanggapi hal ini, perusahaan induk Rotten Tomatoes, Versant, secara tegas membantah adanya rekayasa atau penggunaan bot.

Versant menegaskan bahwa seluruh skor penonton berasal dari ulasan terverifikasi, yakni pengguna yang telah membuktikan pembelian tiket melalui sistem resmi.

Rating Rendah di IMDB dan Metacritic

Berbanding terbalik dengan Rotten Tomatoes, film Melania justru terpuruk di platform lain. Di IMDB, film ini mencatat skor 1,3 dari 10, menempatkannya dalam lima besar film dengan rating terburuk sepanjang sejarah IMDB. Metacritic juga mencatat skor kritikus hanya 7/100, dengan skor pengguna yang sama rendahnya.

Tidak adanya sistem verifikasi penonton di IMDB dan Metacritic disebut menjadi salah satu faktor, karena ulasan dapat digunakan sebagai bentuk protes politik, bukan murni penilaian kualitas film.

Film yang Memecah Opini Publik

Disutradarai Brett Ratner, Melania tampaknya menjadi film yang sangat terpolarisasi. Pendukung setia Melania Trump memujinya sebagai dokumenter inspiratif, sementara kritikus menilainya dangkal dan gagal menggali sisi emosional sang tokoh.

Ke depan, film ini diprediksi sulit mempertahankan momentum di bioskop dan kemungkinan besar akan bergantung pada performa di platform streaming. Terlepas dari pro dan kontra, Melania telah membuktikan satu hal: film ini sukses memancing debat besar di tengah publik dan industri film global.