Sinopsis The Social Reckoning, Sekuel The Social Network yang Bongkar Skandal Facebook
Arin Mahesa -
Setelah lebih dari satu dekade sejak The Social Network menjadi salah satu film biografi paling berpengaruh di Hollywood, kisah Facebook akhirnya berlanjut ke layar lebar. Namun kali ini, cerita yang diangkat bukan lagi tentang lahirnya media sosial terbesar di dunia, melainkan berbagai kontroversi yang membayangi perjalanannya.
Berjudul The Social Reckoning, film terbaru garapan Aaron Sorkin akan mengangkat salah satu skandal terbesar yang pernah mengguncang Facebook, yakni Facebook Files. Film produksi Sony Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Oktober 2026.
Jika film pertamanya menggambarkan ambisi seorang mahasiswa Harvard membangun sebuah perusahaan raksasa, sekuel ini justru mengajak penonton melihat sisi lain dari kesuksesan tersebut: dampak sosial, politik, dan moral yang muncul ketika sebuah platform digital digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia.
Aaron Sorkin Kembali, Kali Ini Duduk di Kursi Sutradara
Nama Aaron Sorkin tentu tidak asing bagi penggemar The Social Network. Penulis naskah pemenang Oscar itu kini kembali menggarap proyek lanjutan tersebut, tetapi dengan peran yang lebih besar. Selain menulis skenario, ia juga dipercaya menjadi sutradara.
Sorkin menyebut The Social Reckoning sebagai karya pendamping dari film pertamanya. Bukan sekadar melanjutkan cerita Mark Zuckerberg, film ini mencoba menjawab pertanyaan yang muncul setelah Facebook berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia.
Lewat film ini, Sorkin ingin menyoroti bagaimana algoritma media sosial tidak hanya mengubah cara orang berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi penyebaran informasi, kesehatan mental remaja, hingga dinamika politik global.
Diadaptasi dari Skandal Facebook Files
Cerita The Social Reckoning terinspirasi dari laporan investigasi The Facebook Files yang diterbitkan The Wall Street Journal pada 2021.
Laporan tersebut mengungkap ribuan dokumen internal Facebook yang menunjukkan bahwa perusahaan mengetahui berbagai dampak negatif dari platformnya. Mulai dari meningkatnya penyebaran disinformasi, pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja, hingga lemahnya pengawasan terhadap konten yang memicu konflik sosial.
Kasus itu kemudian menjadi sorotan dunia dan mendorong penyelidikan di Amerika Serikat maupun berbagai negara lain mengenai tanggung jawab perusahaan media sosial.
Berbeda dengan The Social Network yang lebih banyak menampilkan drama pendirian Facebook, film terbaru ini akan membawa nuansa thriller investigasi dengan konflik korporasi yang lebih kompleks.
Frances Haugen Menjadi Tokoh Sentral Cerita
Pusat cerita The Social Reckoning adalah Frances Haugen, mantan manajer produk Facebook yang memutuskan membocorkan puluhan ribu dokumen rahasia perusahaan.
Langkah Haugen sebagai whistleblower menjadi awal terbongkarnya Facebook Files. Ia mengaku mengambil keputusan tersebut karena meyakini Facebook lebih mengutamakan pertumbuhan bisnis dibanding keselamatan para penggunanya.
Karakter Haugen diperankan oleh Mikey Madison, aktris peraih Academy Award yang sebelumnya sukses lewat film Anora. Demi mendalami peran tersebut, Madison mempelajari budaya kerja perusahaan teknologi hingga istilah-istilah yang digunakan di lingkungan Facebook.
Film ini juga mengikuti perjalanan Jeff Horwitz, jurnalis The Wall Street Journal yang menerima dokumen rahasia dari Haugen dan mengubahnya menjadi laporan investigasi yang mengguncang dunia teknologi. Karakter Horwitz diperankan oleh Jeremy Allen White, yang dikenal luas lewat serial The Bear.
Jeremy Strong Resmi Gantikan Jesse Eisenberg
Salah satu hal yang paling banyak menarik perhatian adalah pergantian pemeran Mark Zuckerberg.
Setelah identik dengan karakter tersebut di The Social Network, Jesse Eisenberg memilih tidak kembali dalam sekuelnya. Aaron Sorkin bahkan mengungkap sempat menghabiskan waktu selama tiga hari untuk membujuk sang aktor agar bersedia mengulang perannya.
Namun Eisenberg tetap menolak. Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan kini ingin menjalani arah karier yang berbeda dan tidak lagi ingin terus dikaitkan dengan sosok Zuckerberg.
Meski demikian, Eisenberg menegaskan keputusannya bukan karena kualitas film. Ia justru memuji Aaron Sorkin dan yakin The Social Reckoning akan menjadi karya yang sangat baik.
Salah satu alasan yang membuatnya enggan kembali adalah karena hingga sekarang dirinya masih sering disamakan dengan Zuckerberg di kehidupan nyata. Bahkan, ia mengaku kerap dihampiri orang-orang di bandara yang meminta tanda tangan di kartu nama bertuliskan dialog ikonik dari film pertama, "I'm CEO, bitch."
Peran Mark Zuckerberg akhirnya diberikan kepada Jeremy Strong, aktor peraih Emmy yang dikenal lewat penampilannya sebagai Kendall Roy dalam serial Succession. Strong akan memerankan Zuckerberg pada fase ketika Facebook telah menjadi perusahaan teknologi dengan pengaruh yang jauh lebih besar dibanding saat pertama kali berdiri.
Bukan Lagi Tentang Facebook, Tetapi Tentang Dunia Digital
Meski masih menghadirkan Mark Zuckerberg sebagai salah satu karakter penting, The Social Reckoning sejatinya bukan film biografi tentang pendiri Facebook.
Film ini lebih banyak membahas bagaimana sebuah platform digital dapat memengaruhi kehidupan masyarakat modern. Isu seperti algoritma, penyebaran berita palsu, moderasi konten, hingga tanggung jawab perusahaan teknologi menjadi benang merah sepanjang cerita.
Dengan naskah khas Aaron Sorkin yang dikenal tajam, jajaran pemeran papan atas, serta cerita yang diangkat dari peristiwa nyata, The Social Reckoning diprediksi menjadi salah satu film paling dinanti pada 2026.
Jika The Social Network adalah kisah tentang lahirnya sebuah kerajaan teknologi, maka The Social Reckoning menjadi cerita tentang konsekuensi yang harus dihadapi ketika kekuatan sebuah platform digital tumbuh melampaui kendali penciptanya.