Backrooms Pecahkan Rekor, Film Horor Garapan YouTuber Kuasai Box Office
Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Film horor kini kembali menjadi raja di box office global. Akhir pekan ini menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam industri perfilman setelah film Backrooms sukses mencetak debut fantastis dengan pendapatan mencapai US$81 juta di Amerika Utara. Capaian tersebut langsung memecahkan sejumlah rekor dan mengubah peta persaingan film musim panas 2026.
Film produksi A24 itu berhasil mengalahkan dominasi franchise besar Hollywood, termasuk film terbaru Star Wars, The Mandalorian and Grogu, yang justru mengalami penurunan drastis hingga 70 persen pada pekan keduanya.
Backrooms Jadi Fenomena Baru di Box Office
Backrooms disutradarai Kane Parsons, kreator YouTube berusia 20 tahun yang sebelumnya dikenal lewat serial horor viral dengan judul sama. Film ini diadaptasi dari web series creepypasta populer yang ramai diperbincangkan di internet sejak 2022.
Cerita film mengikuti seorang pemilik toko furnitur yang menemukan lorong misterius menuju ruangan tak berujung penuh nuansa menyeramkan. Setelah pria tersebut menghilang, sang terapis mencoba masuk ke dunia misterius itu untuk menyelamatkannya.
Dibintangi Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve, Backrooms langsung mencuri perhatian penonton muda, khususnya Generasi Z. Data penonton menunjukkan mayoritas audiens film ini berusia di bawah 35 tahun, bahkan lebih dari separuhnya berusia di bawah 25 tahun.
Tak hanya sukses secara komersial, film ini juga mencetak sejarah sebagai:
- Debut terbesar sepanjang sejarah untuk film horor original
- Pembukaan terbesar sepanjang sejarah studio A24
- Film nomor satu box office dengan sutradara termuda sepanjang masa
- Salah satu film paling menguntungkan tahun ini
Dengan biaya produksi di bawah US$10 juta, Backrooms kini sudah mengumpulkan sekitar US$118 juta secara global hanya dalam beberapa hari penayangan.
Tren Film Horor Murah Semakin Menggila
Kesuksesan Backrooms ternyata bukan satu-satunya kejutan. Film horor lain berjudul Obsession juga terus menunjukkan performa luar biasa di bioskop.
Film produksi Focus Features itu meraih tambahan US$26,4 juta pada pekan ketiganya dan total telah menembus lebih dari US$100 juta di pasar domestik Amerika Utara. Secara global, pendapatannya sudah mendekati US$150 juta, padahal biaya produksinya kurang dari US$1 juta.
Obsession disutradarai Curry Baker yang baru berusia 26 tahun. Film ini berkisah tentang seorang perempuan muda yang menjadi sangat terobsesi dengan seorang pria setelah sebuah permintaan magis membuat pria tersebut jatuh cinta kepadanya.
Menariknya, pendapatan Obsession justru terus naik dari minggu ke minggu. Fenomena ini sangat jarang terjadi di industri film modern. Bahkan laporan industri menyebut kenaikan tersebut menjadi yang pertama sejak film legendaris E.T. pada 1982.
Kesuksesan dua film horor independen ini memperlihatkan bahwa penonton kini mulai mencari tontonan original dengan konsep segar dibanding franchise lama yang terus berulang.
The Mandalorian and Grogu Kehilangan Tenaga
Di tengah dominasi film horor, Disney dan Lucasfilm justru menghadapi situasi sulit lewat The Mandalorian and Grogu.
Film spin-off Star Wars tersebut hanya mampu meraih sekitar US$25 juta di pekan keduanya di Amerika Utara. Angka itu turun hampir 70 persen dibanding pekan pembukaannya.
Secara global, film garapan Jon Favreau tersebut memang masih mengumpulkan sekitar US$246 juta. Namun penurunan tajam itu memunculkan kekhawatiran bahwa popularitas Star Wars di layar lebar mulai melemah, terutama di kalangan penonton muda.
Banyak analis menilai franchise tersebut kini lebih bergantung pada penggemar lama, sementara generasi baru justru lebih tertarik pada konsep horor unik dan konten yang lahir dari internet.
Era Baru Kreator YouTube di Hollywood
Keberhasilan Backrooms dianggap menjadi sinyal perubahan besar di industri perfilman. Kreator digital dan YouTuber kini mulai membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level blockbuster Hollywood.
Sebelumnya, kreator YouTube Mark Fischbach juga sukses lewat film horor Iron Lung yang menghasilkan puluhan juta dolar dari budget minim.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa platform digital kini menjadi jalur baru menuju layar lebar. Basis penggemar yang sudah terbentuk di internet ternyata mampu berubah menjadi kekuatan besar di bioskop.
Analis industri menilai tren ini bisa membuka era baru perfilman modern, terutama untuk genre horor yang selama ini dikenal memiliki risiko rendah namun potensi keuntungan sangat besar.
Di sisi lain, total pendapatan box office Amerika Utara sepanjang 2026 juga tercatat meningkat lebih dari 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan itu menjadi kabar baik bagi industri bioskop setelah beberapa tahun mengalami tekanan besar akibat layanan streaming.